16 Dzulhijjah 1441  |  Kamis 06 Augustus 2020

Doakan

Fiqhislam.com - Diantara pahala yang besar sekali adalah mendoakan pimpinan kita, pemerintahan kita. Bayangkan, jika mereka berhasil membuat keputusan yang menyejahterakan masyarakatnya, itu menjadi pahala tambahan bagi kita.

Koq pahala tambahan? Ya, sebab doa tidak dikabulkan saja, sudah merupakan pahala. Sudah merupakan kebaikan. Makin panjang doanya, makin banyak permintaannya, makin panjang dan banyak pahalanya, banyak kebaikannya.

Apalagi ini bukan doa untuk diri sendiri. Melainkan doa untuk orang lain. Dan orang lain yang didoakan adalah pimpinan kita, pemerintahan kita.

Dengan prinsip dasar semua yang didoakan buat orang lain, lalu kembali itu doa kepada kita, maka mendoakan pimpinan, pemerintahan, tentu berganda-ganda pahalanya, berganda-ganda kebaikannya.

Jika dengan doa kita, rakyat Indonesia, buat beliau-beliau, bisa membuat dengan izin Allah mereka lurus, terhindar dari maksiat, terhindar dari korupsi, terhindar dari urusan perempuan (baca: perzinahan), terhindar dari urusan rizki dan perilaku haram, sehingga mereka selamat dalam memimpin, selamat dalam tugas dan pengabdian, tentu ini pun akan menjadi tambahan betul pahala dan kebaikan bagi kita.

Kita sering mengeluh tentang keadaan pimpinan kita, pemerintahan kita. Namun sudahkah kita mendoakan mereka?
Mereka layak dikasihani. Layak didoakan. Tentu butuh keikhlasan untuk percaya kepada mereka yang saat ini memimpin dan memerintah. Dan keikhlasan juga buat mendoakan.

Sebab banyak orang beranggapan, masak orang sudah jelas-jelas jahat, banyak dosa, banyak salah, korup, mesti didoakan? Ada aroma ketidakikhlasan. Jangan begitu sebaiknya.

Pertama, kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Kita hanya bisa mendengar, tidak Mahamendengar. Kita hanya melihat, bukan Mahamelihat. Sehingga apa yang kita dengar, apa yang kita lihat, semuanya belum tentu.

Daripada timbul buruk sangka yang malah akhirnya negatif total, lebih baik ambil sikap mendoakan mereka. Doanya apa? Ya, doakan supaya mereka tidak jahat dalam memimpin dan memerintah negeri ini, daerah-daerahnya, kota-kotanya.

Tidak rakus, tidak serakah, banyak rizki, sehat badan, banyak ditolong dan diampuni Allah, bersih rizkinya, lurus perilakunya, panjang umurnya, dapat hidayah, dapat taufik, dapat kemuliaan dan kehormatan serta rizki dari sisi Allah saja yang abadi, yang lebih menentramkan, dan seterusnya.

Tambahan doa untuk kesehatan mereka. Kalau mereka sehat, pahala balik ke kita sudah bakal banyak banget. Dan saya menyenangi mendoakan orang lain. Sebab doa itu benar-benar balik ke kita juga. Baik secara pahalanya,
juga secara kebaikannya.

Bayangkan jika mereka bisa menghasilkan keputusan yang bisa menyelamatkan aset negeri ini, kekayaan negeri ini, dari tangan mereka yang serakah? Subhaanallaah.

Oleh Ustaz Yusuf Mansur
yy/republika.co.id
head_user52.jpg
head_user54.jpg
head_user51.jpg
head_user55.jpg
head_user53.jpg
head_user62.jpg
head_user61.jpg
head_user64.jpg
head_user65.jpg
head_user63.jpg
2007 ~ 2020  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine