<
pustaka.png
basmalah.png

Bangkit dari Sujud, Kedua Tangan Dikepal Atau Tidak?

Bangkit dari Sujud, Kedua Tangan Dikepal Atau Tidak?

Fiqhislam.com - Dalam fiqih shalat kali ini kita akan membahas hukum mengepalkan kedua tangan ketika bangkit berdiri sari sujud atau tasyahud awal. Bagaimana sebenarnya gerakan yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam?

Berikut penjelasan Ustaz Muhammad Ajib, pengajar di Rumah Fiqih Indonesia (RFI) dalam bukunya berjudul "Masalah Khilafiyah 4 Madzhab Terpopuler".

1. Madzhab Hanafi

Madzhab Hanafi berpendapat bahwa ketika bangun dari sujud dan hendak berdiri ke rakaat berikutnya tidak perlu mengepalkan kedua tangan. Sebab hadits mengenai mengepal kedua tangan itu statusnya adalah hadits palsu. Dan yang berkomentar bahwa itu hadits palsu adalah Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ibnu Sholah, Imam Nawawi dan Syaikh Bin Baaz. Yang sesuai sunnah Nabi SAW adalah membentangkan kedua telapak tangan. Bukan dikepal. Dalam hal ini, Madzhab Hanafi menggunakan dalil sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عن مالك بن الحويرث : عن النبي صلي الله عليه وسلم وإذا اعتمد بيديه جعل بطن راحتيه وبطون أصابعه على الأرض.

Dari Malik bin al-Huwairits, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau bertumpu dengan kedua tangannya, beliau menjadikan telapak tangan dan jarinya untuk bertumpu di atas bumi. (HR. Bukhari)

2. Madzhab Maliki

Madzhab Maliki berpendapat bahwa ketika bangun dari sujud dan hendak berdiri ke rakaat berikutnya tidak perlu mengepalkan kedua tangan. Pendapat Madzhab Maliki ini sama seperti pendapat Madzhab Hanafi. Sebab hadits mengenai mengepal kedua tangan itu statusnya adalah hadits palsu. Dan yang berkomentar bahwa itu hadits palsu adalah Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ibnu Sholah, Imam Nawawi dan Syaikh Bin Baaz. Dalam hal ini, Madzhab Maliki menggunakan dalil sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عن مالك بن الحويرث : عن النبي صلي الله عليه وسلم وإذا اعتمد بيديه جعل بطن راحتيه وبطون أصابعه على الأرض.

Dari Malik bin al-Huwairits, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau bertumpu dengan kedua tangannya, beliau menjadikan telapak tangan dan jarinya untuk bertumpu di atas bumi. (HR. Bukhari)

3. Madzhab Syafi'i

Madzhab Syafi'i berpendapat bahwa ketika bangun dari sujud dan hendak berdiri ke rakaat berikutnya tidak perlu mengepalkan kedua tangan. Pendapat Madzhab Syafi'iy ini sama seperti pendapat Madzhab Hanafi & Maliki. Ulama yang berkomentar bahwa itu hadits palsu adalah Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ibnu Sholah, Imam Nawawi dan Syaikh Bin Baaz. Karena itu, yang sesuai sunnah Nabi SAW adalah membentangkan kedua telapak tangan. Tanpa dikepal.

Dalam hal ini, Madzhab Syafi’iy menggunakan dalil sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عن مالك بن الحويرث : عن النبي صلي الله عليه وسلم وإذا اعتمد بيديه جعل بطن راحتيه وبطون أصابعه على الأرض.

Dari Malik bin Al-Huwairits, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau bertumpu dengan kedua tangannya, beliau menjadikan telapak tangan dan jarinya untuk bertumpu di atas bumi. (HR. Bukhari)

4. Madzhab Hambali

Madzhab Hambali berpendapat bahwa ketika bangun dari sujud dan hendak berdiri ke rakaat berikutnya tidak perlu mengepalkan kedua tangan. Pendapat Madzhab Hambali ini sama seperti pendapat Madzhab Hanafi, Maliki dan Syafi'i. Ulama yang berkomentar bahwa itu hadits palsu adalah Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ibnu Sholah, Imam Nawawi dan Syaikh Bin Baaz. Karena itu, yang sesuai sunnah Nabi SAW adalah membentangkan kedua telapak tangan. Tanpa dikepal.

Dalam masalah ini, Madzhab Hambali menggunakan dalil sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عن مالك بن الحويرث : عن النبي صلي الله عليه وسلم وإذا اعتمد بيديه جعل بطن راحتيه وبطون أصابعه على الأرض.

Dari Malik bin al-Huwairits, dari Nabi shallalahu 'alaihi wasallam ketika beliau bertumpu dengan kedua tangannya, beliau menjadikan telapak tangan dan jarinya untuk bertumpu di atas bumi. (HR. Bukhari)

Kesimpulan
Semua Madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hambali) sepakat bahwa posisi kedua tangan saat bangkit dari sujud tidak mengepalkan tangan. Keempat Madzhab ini berpendapat bahwa mengepalkan tangan adalah hadits palsu. Adapun gerakan yang diajarkan Nabi SAW adalah menjadikan telapak tangan dan jarinya untuk bertumpu di atas bumi.

Pendapat 3 Ulama Besar:

1. Syeikh Al-Albani
Di dalam kitab Sifat shalat Nabi SAW, Syeikh Al-Albani mengatakan bahwa disunnahkan mengepalkan kedua tangan ketika hendak bangkit dari sujud.

2. Syeikh Bin Baaz
Di dalam kitab Majmu’ Fatawa Bin Baaz, Syaikh Bin Baaz mengatakan bahwa tidak ada satupun hadits sahih tentang mengepal kedua tangan.

3. Syeikh Al-Utsaimin
Di dalam kitab Majmu’ Fatawa Wa Rasail Al-Utsaimin, Syaikh Al-Utsaimin mengatakan bahwa diperbolehkan mengepalkan kedua tangan atau membentangkan keduanya. Dua-duanya boleh dilakukan ketika bangkit dari sujud. Wallahu A'lam Bisshowab  [yy/sindonews]

 



 

top