21 Muharram 1444  |  Jumat 19 Agustus 2022

basmalah.png

Shalat Khusyu Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Shalat Khusyu Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Fiqhislam.com - Shalat merupakan ibadah wajib bagi setiap umat Islam yang terdiri atas rangkaian doa. shalat adalah tiang agama, maka itu bisa dibilang ibadah yang sangat penting untuk ditegakkan oleh setiap Muslim agar agama Islam tetap tegak berdiri.

Tujuan shalat bagi diri seseorang untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surah Al Ankabuut Ayat 45.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Artinya: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan munkar." (QS Al Ankabut: 45).

Jika seandainya seseorang betul-betul melaksanakan shalat dengan baik dan sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, maka dengan melaksanakan shalat akan mampu mencegah perbuatan keji dan munkar.

"Ketika seseorang ibadah tapi kemudian ibadah itu tidak membawa implikasi di dalam dirinya, itu karena tidak ada pemaknaan di dalam ibadahnya," kata KH Dr Usman Umar, seperti dikutip dari akun Youtube Official iNews, Senin (3/8/2020).

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surah Al Baqarah Ayat 45:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya: "Dan mintalah pertolongan kamu sekalian dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu."

Hasan Al Bashri menerangkan kekhusyuan itu berawal dari dalam sanubari, lalu terkilas balik ke pandangan mata sehingga menundukkan pandangan dalam shalat.

Mereka yang khusyu dalam shalatnya sangat beruntung. Selain bisa menghadirkan hatinya untuk Allah Subhanahu wa ta'ala, mereka juga akan menikmati ibadah itu sehingga tidak ada beban dalam menjalankannya.

Tingkatan seseorang dalam mengkhusyukan shalatnya, menurut KH Dr Usman Umar, ada tiga, yaitu:

1. Khusyu persiapan

Bagaimana memulai shalat itu betul-betul ketika mendengar suara azan dan yakin bahwa kita sedang butuh Allah Subhanahu wa ta'ala. Jika butuh Allah Ta'ala, maka kita akan menunggu waktu azan. shalat bisa khusyu jika menyempurnakan wudhu dengan baik dan memakai pakaian yang terbaik sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

2. Khusyu gerakan dan bacaan

Betul-betul memaknai setiap gerakan dan memahami bacaan di dalam shalat, lalu menghayatinya. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Muslim, dan Ahmad (shahih); Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "shalatlah kalian seperti kalian melihat bagaimana aku shalat."

3. Khusyu pikiran dan perasaan

khusyu pikiran tertuju kepada gerakan dan bacaan shalat. shalat itu adalah komunikasi dengan Allah Subhanahu wa ta'ala. khusyu perasaan yaitu hati tertuju kepada Allah ta'ala. Hati yang khusyu akan merasakan kepasarahan. Kepasrahan itulah yang akan menghasilkan kesiapan seseorang untuk menerima hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Wallahu a'lam. [yy/okezone]