5 Jumadil-Awwal 1444  |  Selasa 29 Nopember 2022

basmalah.png

Sunnah Rasulullah Saw Saat Hendak ke Masjid

Sunnah Rasulullah Saw Saat Hendak ke Masjid

Fiqhislam.com - Tiap amal keseharian seorang Muslim pada dasarnya adalah dihitung sebagai ibadah. Tak terkecuali tiap jengkal langkah yang dia ayunkan menuju masjid untuk shalat, iktikaf, atau ibadah lainnya.

Ketika Anda hendak pergi ke masjid, ada baiknya kita melakukan ibadah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. 

Sunah-sunah tersebut dirangkum antara lain oleh Hakam bin ‘Adil Zamo an-Nuwairi al-Uqaili dalam bukunya yang berjudul Bekal Terbaik Demi Menyongsong Kehidupan Akhirat. Berikut ini penjabarannnya: 

1. Memperbanyak langkah menuju masjid  

Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, lalu berjalan menuju salah satu rumah dari rumah-rumah Allah SWT, untuk mengerjakan salah satu kewajiban yang telah Allah tetapkan, maka setiap langkah kakinya, salah satunya menghapus dosa, sedangkan yang lain mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)

2. Bersihkan jiwa dan raga ketika berangkat ke masjid 

Agama Islam memerintahkan untuk menjaga kebersihan jasmani dan rohani dalam setiap keadaan. Termasuk perintah Allah SWT kepada kita untuk berhias setiap kali ingin ke masjid, Allah  berfirman: ”Wahai anak Adam, kenakanlah perhiasanmu setiap kali berada di masjid.” (QS al-A’raaf: 31) 

Namun sayangnya, sekarang banyak sekali kita dapatkan orang-orang mendatangi masjid, akan tetapi mereka memiliki bau yang buruk, baik karena keringat, minyak, atau bau kaos kaki yang sangat busuk.

Keadaan seperti ini telah mengubah fungsi masjid dari yang harusnya menjadi rumah Allah yang dibangun semata-mata hanya untuk dijadikan tempat ibadah, ketenangan, dan ketentraman jiwa. 

3. Azan 

Di antara bukti keutamaan adzan dan orang yang mengumandangkannya adalah hadit yang diriwayatkan dari Muawwiyah RA berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 

“Para muazin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat.” (HR Muslim), maka berusahalah untuk menjadi bagian dari mereka wahai saudaraku. 

4. Shalat berjamaah 

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Aku memiliki niatan untuk memerintahkan agar shalat ditegakkan, lalu aku perintahkan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku akan pergi bersama sekelompok orang yang membawa kayu bakar, menuju kaum yang tidak melaksanakan shalat jamaah, lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api.” (HR Muslim)

5. Bersegera menuju shalat  

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika manusia mengetahui apa yang ada di balik azan dan shaf pertama, namun mereka tidak mampu mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, maka mereka pasti akan melakukannya, dan jika mereka tau apa yang ada di balik tahjir (bersegera menuju shalat), niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya.” (HR Bukhari)

6. Sunah rawatib.

Shalat yang biasa kita lakukan sering kali memiliki kekurangan, baik kekurangan dalam melaksanakan kewajibannya. Oleh karena itu, pahala yang didapat oleh seseorang dalam shalatnya berbeda-beda, bisa bertambah, bisa berkurang, sesuai dengan kadar kekhusyuan dan konsentrasi seseorang dalam shalatnya yang diajarkan nabi. 

“Sesungguhnya seorang hamba selesai dari shalatnya, namun dia tidak mendapatkan pahala dari shalatnya melainkan hanya setengahnya saja, atau serpertiganya saja”, sampai beliau bersabda: “Atau sepersepuluhnya saja.” (Disebutkan Ibnu Taimiyah dalam kitab Iman (28) dan dihasankan Albani)

7. Duduk di masjid antara dua shalat 

Hal itu memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah, Rasulullah SAW bersabda: “Senantiasa seorang hamba dihitung berada di dalam shalat selama dia berada di tempat shalatnya, dia menunggu shalat berikutnya, para malaikat akan berkata: ‘Ya Allah ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia’, sampai hamba tersebut keluar atau berhadas (batal wudhunya).” (HR Muslim). [yy/republika]

 



 

 

Sunnah Rasulullah Saw Saat Hendak ke Masjid

Fiqhislam.com - Tiap amal keseharian seorang Muslim pada dasarnya adalah dihitung sebagai ibadah. Tak terkecuali tiap jengkal langkah yang dia ayunkan menuju masjid untuk shalat, iktikaf, atau ibadah lainnya.

Ketika Anda hendak pergi ke masjid, ada baiknya kita melakukan ibadah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. 

Sunah-sunah tersebut dirangkum antara lain oleh Hakam bin ‘Adil Zamo an-Nuwairi al-Uqaili dalam bukunya yang berjudul Bekal Terbaik Demi Menyongsong Kehidupan Akhirat. Berikut ini penjabarannnya: 

1. Memperbanyak langkah menuju masjid  

Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, lalu berjalan menuju salah satu rumah dari rumah-rumah Allah SWT, untuk mengerjakan salah satu kewajiban yang telah Allah tetapkan, maka setiap langkah kakinya, salah satunya menghapus dosa, sedangkan yang lain mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)

2. Bersihkan jiwa dan raga ketika berangkat ke masjid 

Agama Islam memerintahkan untuk menjaga kebersihan jasmani dan rohani dalam setiap keadaan. Termasuk perintah Allah SWT kepada kita untuk berhias setiap kali ingin ke masjid, Allah  berfirman: ”Wahai anak Adam, kenakanlah perhiasanmu setiap kali berada di masjid.” (QS al-A’raaf: 31) 

Namun sayangnya, sekarang banyak sekali kita dapatkan orang-orang mendatangi masjid, akan tetapi mereka memiliki bau yang buruk, baik karena keringat, minyak, atau bau kaos kaki yang sangat busuk.

Keadaan seperti ini telah mengubah fungsi masjid dari yang harusnya menjadi rumah Allah yang dibangun semata-mata hanya untuk dijadikan tempat ibadah, ketenangan, dan ketentraman jiwa. 

3. Azan 

Di antara bukti keutamaan adzan dan orang yang mengumandangkannya adalah hadit yang diriwayatkan dari Muawwiyah RA berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 

“Para muazin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat.” (HR Muslim), maka berusahalah untuk menjadi bagian dari mereka wahai saudaraku. 

4. Shalat berjamaah 

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Aku memiliki niatan untuk memerintahkan agar shalat ditegakkan, lalu aku perintahkan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku akan pergi bersama sekelompok orang yang membawa kayu bakar, menuju kaum yang tidak melaksanakan shalat jamaah, lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api.” (HR Muslim)

5. Bersegera menuju shalat  

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika manusia mengetahui apa yang ada di balik azan dan shaf pertama, namun mereka tidak mampu mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, maka mereka pasti akan melakukannya, dan jika mereka tau apa yang ada di balik tahjir (bersegera menuju shalat), niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya.” (HR Bukhari)

6. Sunah rawatib.

Shalat yang biasa kita lakukan sering kali memiliki kekurangan, baik kekurangan dalam melaksanakan kewajibannya. Oleh karena itu, pahala yang didapat oleh seseorang dalam shalatnya berbeda-beda, bisa bertambah, bisa berkurang, sesuai dengan kadar kekhusyuan dan konsentrasi seseorang dalam shalatnya yang diajarkan nabi. 

“Sesungguhnya seorang hamba selesai dari shalatnya, namun dia tidak mendapatkan pahala dari shalatnya melainkan hanya setengahnya saja, atau serpertiganya saja”, sampai beliau bersabda: “Atau sepersepuluhnya saja.” (Disebutkan Ibnu Taimiyah dalam kitab Iman (28) dan dihasankan Albani)

7. Duduk di masjid antara dua shalat 

Hal itu memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah, Rasulullah SAW bersabda: “Senantiasa seorang hamba dihitung berada di dalam shalat selama dia berada di tempat shalatnya, dia menunggu shalat berikutnya, para malaikat akan berkata: ‘Ya Allah ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia’, sampai hamba tersebut keluar atau berhadas (batal wudhunya).” (HR Muslim). [yy/republika]

 



 

 

Allah Lebih Mencintai Shalat Berjamaah yang Makmumnya Banyak

Allah Lebih Mencintai Shalat Berjamaah yang Makmumnya Banyak


Fiqhislam.com - Shalat wajib berjamaah merupakan salah satu amal ibadah dalam ajaran Islam. Banyak keutamaan-keutamaan yang didapatkan dari orang beriman yang melaksanakan shalat wajib berjamaah.

Lalu, berapa jumlah minimal peserta shalat jamaah? Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam buknya yang berjudul Minhajul Muslim menyebutkan, jumlah minimalnya adalah dua orang. Satu orang menjadi imamnya, dan orang satunya menjadi makmum.

Syekh Abu Bakar Jabir menuliskan, semakin banyak jumlah peserta shalat jamaah, maka itu lebih dicintai Allah SWT. Karena, Rasulullah SAW bersabda"

"Shalat seseorang bersama satu orang itu lebih banyak pahalanya daripada shalat sendirian. Shalatnya seseorang bersama dua orang itu lebih banyak pahalanya dari pada shalatnya dengan satu orang. Jika semakin banyak, maka itu lebih dicintai Allah Ta'ala." (HR Ahmad, Abu Daud, An Nasai, Ibnu Hibban. Hadis ini dishahihkan oleh Ibnu As-Sakkan dan Al-Hakim). [yy/republika]