fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Sya'ban 1442  |  Minggu 11 April 2021

Nilai Pasar Wajar Reksa Dana

Nilai Pasar Wajar Reksa DanaFiqhislam.com - Nilai sebuah efek ternyata tidak selalu sama, terutama efek yang tidak likuid dan yang tidak diperdagangkan di bursa efek. Nilai itu bisa berbeda jika dipegang oleh dua lembaga atau pihak yang berbeda. Untuk nilai suatu obligasi, misalnya obligasi ABC.

Bisa jadi fund manager atau manajer investasi X memberikan nilai yang berbeda dengan fund manager Y. Bisa saja misalnya fund manager X menilai harga obligasi ABC tadi adalah 102 persen, tapi di sisi lain fund manager X menilainya sebesar 102,5 persen. Perbedaan semacam ini menunjukkan bahwa penilaian fund manager terhadap satu efek yang sama bisa berbeda-beda.

Ini jelas berbeda dengan efek yang diperdagangkan di pasar, seperti saham. Harga wajar saham bisa berpatokan pada harga penutupan pasar saat itu. Saham XYZ misalnya. Jika harga penutupan perdagangan hari itu Rp2.000 misalnya, maka harga penutupan itu bisa langsung dijadikan sebagai nilai pasar wajar (fair market value) dari saham tersebut. Manajer investasi yang mengelola portofolio efek reksadana tidak perlu repot-repot menghitung harga pasar wajar dari saham XYZ tadi.

Meskipun begitu, jika harga penutupan perdagangan di bursa efek dianggap tidak mencerminkan nilai pasar wajar pada saat itu, maka penghitungan nilai pasar wajar dari efek tersebut menggunakan harga pasar wajar yang ditetapkan oleh LPHE sebagai harga acuan bagi manajer investasi.

LPHE ini adalah Lembaga Penilaian Harga Efek, yang ditunjuk oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk melakukan penilaian harga efek dalam rangka menetapkan harga pasar wajar.

Tugas LPHE ini juga dituangkan dalam Peraturan No. V.C.3 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek. Setiap manajer investasi wajib menyampaikan nilai pasar wajar efek dalam portofolio reksa dana ke bank kustodian sebelum pukul 17.00. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana menentukan atau menghitung harga pasar wajar dari efek yang menjadi portofolio reksa dana jika efek itu tidak diperdagangkan di bursa? Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa nilai pasar wajar efek di sini.

Menurut Peraturan Bapepam-LK No. IV.C.2 tahun 2012, nilai pasar wajar adalah nilai yang dapat diperoleh dari transaksi efek yang dilakukan antar para pihak yang bebas bukan karena paksaan atau likuidasi. Manajer investasi harus mencari rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan dalam hal ini.

Meski begitu, manajer investasi tidak perlu risau, apalagi cemas untuk menghitung nilai pasar wajar efek. Sebab, Bapepam-LK melalui Peraturan No. IV.C.2 telah memberikan kemudahan kepada para manajer investasi. Perhitungan nilai pasar wajar untuk:

* Efek yang diperdagangkan di luar bursa efek (over the counter); efek yang tidak aktif diperdagangkan di bursa efek;
* Efek yang diperdagangkan dalam denominasi mata uang asing;
* Instrumen pasar uang dalam negeri, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. IV.B.1 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif;
* Efek lain yang transaksinya wajib dilaporkan kepada Penerima Laporan Transaksi Efek sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Nomor X.M.3 tentang Penerima Laporan Transaksi Efek;
* Efek lain yang berdasarkan Keputusan Bapepam-LK dapat menjadi portofolio efek reksa dana; dan
* Efek dari perusahaan yang dinyatakan pailit atau kemungkinan besar akan pailit, atau gagal membayar pokok utang atau bunga dari efek tersebut semuanya mengacu kepada harga pasar wajar yang ditetapkan oleh LPHE.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika LPHE tidak menerbitkan harga pasar wajar terhadap efek yang menjadi portofolio reksadana? Jika kondisinya seperti itu, maka manajer investasi wajib menentukan nilai pasar wajar dari efek tersebut dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab berdasarkan metode yang menggunakan asas konservatif dan diterapkan secara konsisten, dengan mempertimbangkan harga perdagangan sebelumnya, harga perbandingan efek sejenis, atau kondisi fundamental dari penerbit efek.

Manajer investasi juga harus menghitung sendiri dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab terhadap nilai pasar wajar perusahaan yang dinyatakan pailit atau kemungkinan besar akan pailit, atau gagal membayar pokok utang atau bunga dari efek tersebut, jika LPHE tidak mengeluarkan harga pasar wajar terhadap efek tersebut.

Perhitungan oleh manajer investasi itu menggunakan metode konservatif dan diterapkan secara konsisten dengan mempertimbangkan:

* Harga penutupan terakhir efek, kecenderungan harga efek;
* Tingkat bunga umum, informasi material mengenai efek tersebut;
* Perkiraan rasio pendapatan harga (price earning ratio), dibandingkan dengan rasio pendapatan harga untuk efek sejenis (jika berupa saham);
* Tingkat bunga pasar dari efek sejenis pada saat tahun berjalan dengan peringkat kredit sejenis (jika berupa efek bersifat utang);
* Harga pasar terakhir dari efek yang mendasari (jika berupa derivatif atas efek).

Formula perhitungan seperti itu akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2013. Dengan pola perhitungan itu diharapkan bisa menghilangkan atau paling tidak meminimalkan perbedaan nilai pasar wajar untuk efek yang menjadi portofolio reksa dana yang dikelola setiap manajer investasi. (Tim BEI/yy/okezone)