9 Safar 1443  |  Jumat 17 September 2021

basmalah.png

Mendisiplinkan Diri

Mendisiplinkan Diri


Fiqhislam.com - Disiplin diri atau istiqomah dalam istilah Islam merupakan kunci sukses untuk menjalani kehidupan. Istiqomah, menurut Syarif Ali bin Muhammad al-Jurjani, adalah lawan dari zig-zag yakni berjalannya seorang hamba di jalan peribadatan dengan senantiasa mengikuti petunjuk akal (At-Ta'rifat, hlm 19).

Sementara itu, Syekh Ali Mahfud dalam Hidayatul Mursyidin berkata, "Istiqomah adalah konsisten mengikuti jalan yang ditempuh oleh Muhammad SAW, berakhlak dengan akhlak yang diridhai oleh Allah, serta sikap dan tindakannya jauh dari pengaruh hawa nafsu.

Sebab, orang yang dikuasai oleh hawa nafsu mata hatinya menjadi buta, akibatnya ia tidak bisa membedakan antara yang sunah dan yang bidah, yang baik dan yang buruk. Bahkan, yang terjadi sebaliknya, bidah dianggap sunah, sunah dibilang bidah, salah dikatakan benar, atau benar dikatakan salah."

Selanjutnya, Syekh Ali Mahfud mengatakan bahwa untuk sampai pada istiqomah, seseorang hendaknya menempuh tiga tahapan.

Pertama, at-taqwim, yaitu melatih jiwa dengan memperbaiki anggota badan dan amal perbuatan, dengan dilandasi oleh perasaan takut dan harapan kepada Allah, sehingga amal baik dan ketaatan menjadi kebiasaan.

Kedua, al-iqomah, yaitu mendisiplinkan jiwa dan membersihkan hati dari akhlak dan penyakit yang tercela, seperti iri hati, dengki, sombong, ujub, nifak, dan riya'. Ketiga, al-istiqomah.

"Dan beribadahlah untuk Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)." (QS al-Hijr [15]: 99).

"Katakanlah (Muhammad), 'Aku ini hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu istiqamah-lah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya.' " (QS Fushshilat [41]: 6).

Pada dua ayat di atas, kita diperintahkan untuk beribadah kepada Allah secara istiqamah hingga akhir hayat. Untuk itu, dibutuhkan sikap teguh berpendirian dalam tauhid dan selalu konsisten untuk beramal saleh. [yy/republika]

Oleh Muhammad Bajuri