12 Safar 1443  |  Senin 20 September 2021

basmalah.png

Sahabat Bertanya Seperti Apakah Surga, Ini Kata Rasulullah Saw

Sahabat Bertanya Seperti Apakah Surga, Ini Kata Rasulullah SawFiqhislam.com - Mendengar kata surga (Al-Jannah) tentu yang terbayang di pikiran kita adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan dan keindahan. Tidak ada sedih, duka, dengki, iri, kesusahan, ketakutan apalagi permusuhan. Surga identik dengan kesenangan dan kebahagiaan yang tak ada habisnya. Demikian gambaran sekilas tentang surga yang diceritakan dalam Alqur’an maupun hadits Nabi.

Allah Ta'ala berfirman dalam satu hadits Qudsi: "Aku persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga dan tak pernah terbayang di benak siapa pun (manusia), 'Bacalah firman Allah: 'Seseorang tidak mengetahui apa yang disembunyikan buat mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat)yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan" (QS. As-Sajdah: 17).

Seperti apa gambaran surga itu dan apa saja kenikmatan yang ada di dalamnya? Berikut ulasan singkat Abu Laits As-Samarqandi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin.

Bangunan Surga
Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA berkata: "Ya Rasullullah, dari apakah dibuat surga itu?" Jawab Nabi Muhammad SAW: "Dari air." Kami bertanya: "Beritakan tentang bangunan surga." Jawab Nabi SAW: "Satu bata dari emas dan satu bata dari perak, dan lantainya kasturi yang semerbak harum, tanahnya dari za'faran, kerikilnya mutiara dan yakut, siapa yang masuk dalamnya senang tidak susah, kekal tidak mati, tidak lapuk pakaiannya, tidak berubah mukanya."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di dalam surga ada pohon besar sehingga seorang yang berkendaraan dapat berjalan di bawah naungannya selama 100 tahun tidak putus naungannya, bacalah: Wa dhillin mamdud (dan naungan yang memanjang terus). Dan di dalam surga kesenangannya tidak pernah dilihat mata atau didengar oleh telinga, bahkan tidak pernah terlintas dalam hati (perasaan) manusia. Bacalah Fala ta'lamu nafsun maa ukh fia lahum min qurrati a'yunin jazza'an bima kanu ya'malun (maka tidak seorang pun yang mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dari kesenangan yang memuaskan hari sebagai pembalasan apa yang telah mereka lakukan). Dan tempat di dalam surga lebih baik dari dunia seisinya. Bacalah ayat 'Faman zuhziha aninnari wa udkhillal jannata faqad faza (maka siapa dijauhkan dari api dan dimasukkan dalam surga berarti telah beruntung."

Kecantikan Bidadari Surga
Ibnu Abbas RA berkata: "Sesungguhnya di dalam surga ada bidadari yang dijadikan dari empat macam yaitu misik, ambar, kafur dan za'faran, sedang tanahnya dicampur dengan air hidup (hayawan), dan setelah dijadikan maka semua bidadari asyik kepadanya. Andaikan ia meludah ke laut maka airnya menjadi tawar. Di di lehernya tercantum "Siapa yang ingin mendapat istri seperti aku, maka hendaklah taat kepada Tuhanku."

Mujahid berkata: "Bumi surga itu dari perak, dan tanahnya dari misik, dan urat-urat pohonnya dari perak, sedang dahannya dari mutiara dan zabarjad, sedang daun dan buahnya di bawah itu. Maka siapa yang makan sambil berdiri tidak kesusahan, dengan duduk juga tidak susah, dan sambil berbaring juga tidak susah, kemudian membaca ayat 'Wa dzulillat quthufuha tadzlila' (Dan dimudahkan buah-buahnya semudah-mudahnya). Sehingga dapat dipetik oleh orang yang berdiri maupun yang duduk dan berbaring.

Abu Hurairah RA berkata: "Demi Allah yang menurunkan kitab kepada Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya ahli surga tiap saat bertambah elok wajahnya, sebagaimana dulu ketika di dunia bertambah tua."

Memandang Dzat-Nya Allah
Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Shuhaib RA berkata: "Nabi Muhammad SAW bersabda: "Apabila ahli surga telah masuk ke surga dan ahli neraka telah masuk ke neraka, maka ada seruan: "Hai ahli surga, Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu. Mereka berkata: "Tidakkah memberatkan timbangan amal kami dan memutihkan wajah kami dan memasukkan kami ke dalam surga dan menghindarkan kami dari neraka. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihat-Nya, demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat Dzat Allah."

Anas bin Malik RA berkata: "Jibril datang kepada Rasulullah SAW membawa cermin putih yang di tengahnya ada titik hitam, maka Rasululah SAW bertanya kepada Jibril: "Apakah cermin yang putih ini?" Jawabnya: "Ini hari Jumat dan titik hitam ini saat mustajab yang ada di hari Jumaat, telah dikaruniakan untukmu dan untuk umatmu, sehingga umat-umat yang sebelumnya berada di belakangmu, yaitu Yahudi dan Nashara (Kristen) dan saat di hari Jumat, jika seorang mukmin bertepatan berdoa untuk kebaikan pada saat itu pasti ia akan diterima oleh Allah, atau berlindung kepada Allah dari suatu bahaya, pasti akan dihindarkannya, dan hari Jumat di kalangan kami (Malaikat) dinamakan Yaumal Mazid (hari tambahan)."

Rasulullah SAW bertanya lagi: "Apakah Yaumal Mazid itu?" Jawab Jibril: "Tuhan telah membuat lembah di surga Jannatul Firdaus, di sana ada anak bukit dari misik kasturi dan pada tiap-tiap hari Jumat di sana disediakan mimbar-minbar dari nur (cahaya) yang diduduki oleh para Nabi. Dan ada mimbar-mimbar dari emas bertaburan permata yaqut dan zabarjada diduduki para siddiqin, suhada dan solihin. Sedang orang-orang ahli ghurof (yang dibilik surga) berada di belakang mereka di atas bukit kecil itu berkumpul menghadap kepada Tuhan untuk memuji kepada Allah.

Lalu Allah Ta'ala berfirman: "Mintalah kepadaKu." Maka semua minta (Kami mohon keridhaan-Mu) Jawab Allah: "Aku telah ridha kepadamu, keridhaan sehingga kamu Aku tempatkan di rumahKu dan Aku muliakan kamu."

Kemudian Allah menampakkan Dzat-Nya kepada mereka sehingga mereka dapat melihat kemuliaan Dzat-Nya. Maka tidak ada hari yang mereka suka sebagaimana hari Jumat karena merasa bertambahnya kemuliaan dan kehormatan mereka.

Hidangan yang Amat Lezat
Dalam riwayat lain disebutkan Allah menyuruh kepada Malaikat: "Berikan makan kepada para waliKu." Maka dihidangkan berbagai makanan maka terasa pada tiap suap rasa yang lain dari semuanya, bahkan lebih lezat sehingga bila selesai makan, diperintahkan oleh Allah: "Berikan minum kepada hamba-hambaKu." Maka diberi minum yang dapat dirasakan kelezatannya pada tiap tegukan.

Dan ketika selesai maka Allah berfirman: "Akulah Tuhanmu telah menepati apa yang Kujanjikan kepadamu dan kini kamu boleh minta, niscaya Aku berikan permintaanmu." Jawab mereka: "Kami minta ridhaMu. kami minta ridhaMu." Dua tiga kali, dijawab oleh Allah: "Aku ridha kepadamu bahkan masih ada tambahan lagi daripadaKu, pada hari ini Aku muliakan kamu dengan penghormatan yang terbesar dari semua yang telah kamu terima."

Maka dibukakan hijab sehingga mereka dapat melihat Dzat Allah yang Maha Mulia, maka segera mereka bersujud kepada Allah sehingga Allah menyuruh mereka: "Angkatlah kepalamu sebab kini bukan masa beribadah. "Maka di situ mereka lupa pada nikmat-nikmat yang sebelumnya dan terasa benar bahwa tidak ada nikmat lebih besar daripada melihat Dzat Allah yang Maha Mulia.

Kemudian mereka kembali maka semerbak bau harum dari bawah 'Arsy dari bukit kasturi yang putih dan ditaburkan di atas kepala mereka, di atas ubun-ubun kuda mereka. Maka apabila mereka kembali kepada istri-istrinya terlihat bertambah cantik lebih dari semula ketika mereka meninggalkan mereka sehingga istri-istri mereka berkata: "Kamu kini lebih cantik dari yang biasa."

Abu Laits As-Samarqandi dalam Kitab 'Tanbihul Ghafilin' meriwayatkan dari sahabat Ikrimah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Ahli surga itu bagaikan orang berusia 33 tahun lelaki dan perempuan sama, tingginya 60 hasta setinggi Nabi Adam AS. Muda-muda bersih halus tidak berjanggut, bola matanya, memakai 70 macam perhiasan, yang berubah warnanya tiap-tiap jam, 70 macam warna, maka dapat melihat wajahnya di wajah istrinya. Demikian pula di dadanya, betisnya, demikian pula istrinya dapat melihat wajahnya di wajah suaminya, di dada dan di betisnya, mereka tidak memiliki ludah dan tidak beringus, lebih-lebih yang lebih kotor, maka lebih jauh."

Dalam lain riwayat disebutkan: "Andaikan seorang perempuan surga menunjukkan telapak tangannya dari langit niscaya itu akan menerangi antara langit dan bumi."

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya Zaid bin Arqam RA berkata: "Seorang ahlil kitab datang kepada Nabi Muhammad SAW dan bertanya: "Ya Abal-Qasim (Nabi Muhammad SAW), apakah kau mengatakan bahwa ahli surga itu makan dan minum?" Jawab Rasulullah: "Ya, demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, seorang ahli surga diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum dan jima' (bersetubuh)." Dia berkata: "Orang yang makan, minum ia lazimnya berhajat, sedangkan surga itu bersih tidak ada kotoran? Nabi Muhammad SAW menjawab: "Hajat seseorang itu berupa peluh yang berbau harum bagaikan kasturi."

Pohon Surga
Dari Mu'tah bin Sumai mengenai firman Allah Ta'ala: "Thuba lahum wa husnu ma ab." Thuba ialah pohon pokok di surga yang dahannya dapat menaungi tiap rumah di surga. Di dalamnya berbagai macam buah dan dihinggapi burung-burung besar sehingga jika seorang menginginkan burung, ia dapat memanggilnya dan segera jatuh di atas meja makannya, dan dapat makan sayap yang sebelah berupa dinding dan yang lain berupa panggangan, kemudian bila telah selesai ia terbang kembali."

Golongan Pertama Masuk Surga
Dari Al'amasy dari Abu Salih dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rombongan pertama akan masuk surga dari ummatku bagaikan bulan purnama. Kemudian berikutnya bagaikan bintang yang amat terang di langit. Sesudah itu menurut tingkatannya masing-masing. Mereka tidak kencing dan buang air, tidak berludah dan tidak ingus, sisir rambut mereka dari emas dan wewangian mereka dari kayu gahru yang harum dan keringat mereka kasturi. Wujud mereka seperti tingginya Nabi Adam 60 hasta."

Ciri-ciri Penduduk Surga
Ibn Abbas RA berkata: "Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya ahli surga itu muda semua, polos, lembut, tidak ada rambut kecuali di kepala, alis dan di kelopak mata, sedang janggut, kumis, ketiak dan kemaluan tidak memiliki rambut. Tinggi mereka setinggi Nabi Adam 60 hasta. Usianya bagaikan Nabi Isa 33 tahun, putih rupanya, hijau pakaiannya, dihidangkan kepada mereka hidangan, maka datang burung seraya berkata: "Hai waliyullah, saya telah minum dari Salsabila (mata air surga) dan makan dari kebun surga dan buah-buahan, rasanya sebelah badanku masakan dan yang sebelahnya gorengan, maka dimakan oleh orang itu sekuatnya."

Dan tiap orang wali mendapat 70 perhiasan, tiap perhiasan berbeda warna dengan yang lain. Jari-jarinya ada sepuluh cincin, dan terukir kalimat indah di jari yang pertama hingga jari kesepuluh sebagai berikut:
1. Salam 'alaikum bima shobartum (Selamat sejahtera kamu karena kesabaranmu)
2. Ud khuluha bisalamin aminin (Masuklah ke surga dengan selamat dan aman)
3. Tilkal janatullati urits tumu ha bima kuntum ta'malun (Itulah surga yang diwariskan kepadamu karena amal perbuatanmu)
4. Rufi'at ankumul ahzana wal humum (Telah dihindarkan dari kamu semua risau dan dukacita)
5. Albasakum alhuli wal hulal (Kami berimu pakaian dan perhiasan)
6. Zawwa jakum ul hurul iin (Kami kawinkan kamu dengan bidadari)
7. Walakum fihamatasy tahihil anfusu wa taladzzul a’yun wa antum fiha khalidun (Untuk mu dalam surga segala keinginan dan menyenangkan pandangan matamu).
8. Rafaq tumunnabiyina wassiddiqin (Kamu telah berkumpul dengan para Nabi dan Siddiqin)
9. Hirtum syababa laa tahromun (Kamu menjadi muda dan tidak tua selamanya)
10. Sakantum fi jiwari man laa yu'dzil jiran (Kamu tinggal dengan tetangga yang tidak mengganggu tetangganya). [yy/rusman siregar/sindonews]