27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Judaisme dan Islam: Haji, Hizaz, Sumur Zamzam Dalam Taurat

Kabah Hajar Aswad

Fiqhislam.com - Artikel Rabbi Ben Abrahamson membuktikan bahwa dinding Ka 'aba dan atap di Makkah ditambahkan pada masa Tubba' oleh orang Yahudi Yamanite dan Qurayish.

Namun rabbi ini tidak membawa soal ini  ke dalam pembahasan dimensi Ka 'aba di Makkah dan tempat suci di Yerusalem menjadi paralel satu sama lain, meski keduanya jelas menjadi tempat suci para pengikut Ibrahim atau kaum 'Abrahamik'.

Dimensi Ka'bah sekitar 12 m persegi, dan di dalam lantai adalah 3 m dari tingkat tanah asli. Ini dengan cara memperluas lokasi di ujung barat daya Ka'bah sekitar 11 m.

Dimensi tembok suci di Yerusalem sekitar 16 m persegi, dan lantai sekitar 4 m dari tanah. Yang kemudian diperpanjang ke arah selatan hingga 16 m.

Ka'bah, bagaimanapun, sesuatu yang suci bagi umat Islam dari pada sekedar mengikuti mengikuti iman Firaun. Situs suci ini sebenarnya memiliki tautan dengan Haji, keberadaan Makkah, Hijaz, dan sumur Zamzam.

Ini tertulis dalam Saadia itu, Torah bereshit 24:62: Dan ini adalah tempat saya akan pergi ke ujung jalan dari sumur-ke-akhir dari ʼlntʼr, dan dia terletak di jalan. Dan kamu adalah orang yang berada di negara negara. ("Dan Isaac datang di jalan Be ' er lahai Roi dan dia tinggal di negara Al-melebihkan"), lihat J. Derenbourg, versi Arabe du Pentateuque de R. Saadia Ben Iosef Al-Fayyoumi (Paris: Ernest Leroux, Editeur, 1893), p. 37.

Baca Juga:

Soal ini kemudian dikomentar Ibnu Ezra mengacu pada Torah bereshit 16:14: Bir Bar untuk mengkonfirmasi akan hidup untuk tahun yang lalu. Karena setiap tahun mereka digunakan untuk merayakan hyşmʻʼlym dengan baik, hari ini juga akan disebut bir bel.

Aku tidak ingin apa-apa untuk melakukan apa pun. Jika anda tidak ingin melihatnya, itu adalah hal yang baik.

Sedangkan arti " Be ' er Lachai berarti dia yang akan hidup tahun depan. Sumur itu disebut karena orang-orang Ismael (Ismail) untuk melakukan ibadah haji dengan baik. Hal ini pun masih ada dengan keberadaan apa yang disebut dengan sumur Zamzam ", lihat Asher Weiser, Ibnu Ezra: Perushi ha-Torah le Rabbainu Avraham Ibnu Ezra (Yerushalayim: Mossad Harav Kook, 1977), p. 151

Dalam komentarnya pada Sefer BERESHIT 16:14, Rabbi Bachye Ben Asher juga mengatakan: Terlihat dengan baik dan rasa, karena setiap tahun ada hyşmʻʼlym merayakan ini dengan baik, hari ini juga akan disebut bir bel. Jika anda tidak ingin melihat, saya akan menjadi hal yang baik.

(Be ' er lahai Roi, sumur itu disebut karena orang Ismael memegang annuel festivites (ibadah rituak tahunan), haji di sumur ini. Hal ini masih ada dan disebut sumur zamzam), lihat Rabbenu Bachye bar Asher zl 't Midrash Rabbenu Bachye' al Chamisha Chumshe Taurat. BERESHIT - Shemot. Yerushlayim, p. 60

Rabbi Avraham Ibnu Ezra zl ' t dan Rabbi Bachye Ben Asher zl ' t juga menjelaskan bahwa menjadi 'er lahai Roi', nama lain dari be ' er Zamzam adalah situs suci dari Ismael, dan situs suci ini memiliki tautan dengan ibadah haji di Mekkah, sehingga ini mengapa Rabbi Saadia Gaon kemudian menyebutkan bahwa Mesa adalah kota suci, mkh (Makkah) dan Sephar adalah di Targum Saadia. Ini mengacu di Sefer BERESHIT 10:30, melihat Rabbi Nosson Scherman dan Rabbi Meir Zlotowitz (ed. ).

Sefer BERESHIT.

Bereishis adalah terjemahan baru dengan komentar antologi dari Sumber Talmud, Midras dan Rabinik. Diterjemahkan dan Komentar oleh Rabbi Meir Zlotowitz (Brookyln, New York: Mesorah Publikasi, Ltd., 1995), p. 332. Juga, Rabbi David Kimchi (radak) jelas menjelaskan istilah Rasag mkʼ (Mekka) yang benar-benar mengacu kepada tempat-nama Mesa sebagai kota suci bagi Ismael untuk membuat ziarah mereka, haji. radak berkata: Dan muatan, translate rabi saadia z " l 'l' l yang akan pergi ke kelas nama.

Alhasil, Mesa menurut Rav Saadia Gaon dalam hal ini memahami arti dari kata Mesa sebagai apa yang dikenal saat ini sebagai Mekkah, kota yang orang-orang Muslim membuat ziarah mereka, haji"), lihat TORAT Chayim Chamisha Chumshe Torah (Yerushlayim: Mossad Harav Kook, 1986), p. 139.

Sementara itu, Rabbi Saadia Gaon juga menyebutkan sumur lahai Roi, nama lain dari Zamzam berada di Hijaz, melihat Targum Yahudi-Arab pada Sefer BERESHIT 16:7.

Maka luar biasa jadinya sebab ayat ini adalah untuk merujuk kepada Ibnu Ezra dan Rabbi Bachye Komentar Ben Asher pada Sefer BERESHIT 16:14. Dengan kata lain, Rav Saadia Gaon menyebutkan nama wilayah suci yang disebut Hijaz di Jazirah Arab.

Sementara itu, Ibnu Ezra dan Rabbi Bachye Ben Asher, bagaimanapun, keduanya menyebutkan nama suci yang disebut sebagai 'er Zamzam (sumur Zamzam) di jazirah Arab. Rabbi memiliki episteme yang sama untuk memahami ayat-ayat pada Sefer BERESHIT 16:7-14. Komentar dalam Targum-Arab ini benar-benar merupakan perkenalan untuk memahami situs suci Firaun, sumur Zamzam.

Dalam targum Saadia, Sefer BERESHIT 16:7 disebut begini: ali mata ma p ʼlbryh ali mata p trik ẖgr ʼlẖygʼz ( Semoga Tuhan memberkati kita di mata Nabi, di mata Allah, di mata Tuhan.

Berdasarkan teks-teks rabinik, Isaac datang dengan cara yang baik dari Zamzam (komentar Ibnu Ezra, Sefer BERESHIT 16:14; 24:62, Rabbi Bachya ben Asher 16:14), ia tinggal di negara Al-melebihkan (Saadia itu, Sefer BERESHIT 24:62), yang Al-melebihkan berada di Selatan, di Hajr Al-Hijaz (Saadia itu, Sefer BERESHIT 16:7).

Selanjutnya, sumur Zamzam adalah situs suci bagi Ismael untuk membuat haji mereka (Ibnu Ezra dan Rabbenu Bachye ben Asher ' s komentar, Sefer BERESHIT 16:14) yang situs ini sebenarnya di kota suci Mekkah untuk Ismael untuk membuat haji mereka (komentar radak, Sefer BERESHIT 10:30).

Oleh karena itu, ini sebenarnya empat pilar dan 4 kata kunci dalam analisis wacana pada ziarah Firaun adalah haji. Mengapa demikian?

Jawabnya, itu karena Ziarah masa Firaun memiliki tautan dengan apa yang disebut sebagai istilah:

1. Be ' er Zamzam (bel bir)
2. Hajr Al-Hijaz (ẖgr ʼlẖgʼz)
3. Al-melebihkan (ʼLqblh)
4. Makkah (4.)

Negev, menurut Saadia ' s adalah melebihkan, untuk merujuk ke tempat suci, bukan hanya tempat semata atau secara an sich. Dalam Targum Saadia, Negev (gurun negev) bukan Yerusalem sebagai (masa depan) itu sika berlebihan. Tapi Negev adalah (masa depan) sebagai tempat yang punya kelebihan sendiri dan  itu terletak di selatan tanah Yudea.

Menurut Rabbi Samson Rapael Hirsch kota Hebron adalah Kiryat Arba yang juga terletak di Yudea, bukan di Negev. Menurut dia, Negev persis berarti ʻrbh (Arab). Ketika Abraham tinggal di Mamre, distrik Hebron (selatan Yerusalem), Abraham kemudian melakukan perjalanan ke Negev, ke selatan. Jadi, Abraham melakukan perjalanan jauh kei Arabia, bukan ke berjalan jauh ke segenap wilayah di Yudea. Hal ini makin jelas, ketika Isaac  (Nabi Ishak) juga mengambil perjalanan kesbuah tempat yang punya sumur 'er Lachai Roi', yakni Be' er (sumur) Zamzam, tempat suci yang berada di Selatan, yakni sebuah tempat suci bagi orang pengikutIsmael dan Abraham (Ibrahim) berdiam. Soal ini saya lihat sudah sangat jelas.

Selanjutnya, topik berikutnya adalah adalah tentang arti dari QIBLAH yang benar. Ini dketahui dengan mengacu pada  pendapat Saadia dengan mengacu pada BERESHIT 12:9. Di sinilah kita harus membandingkan sumber-sumber rabinik tradisional lainnya, seperti Ibnu Ezra, Rashi, radak, Hirsch dan lainnya. Ini kaitanya juga dengan soal bahasan pada istilah:

1. Perjalanan melebihkan (Saadia Gaon).
2. Tempat Adonai (rabi Bachya ben Asher)
3. Neqba - tanah kering, panas di sana (Ibnu Ezra).
4. Selatan: seluruh distrik selatan dari Yerusalem yang disebut ʻrbh - ' araba, wilayah gurun (Hirsch).

Kesimpulan:

Maka  yang berada di ʻrbh (araba) itu padang gurun, bukan di gunung di Yudea. Yang terletak di selatan Yerusalem, bukan di Yerusalem sendiri melainkan wilayah Yerusalem yang dilebihkan.

Tolong baca kata-kata Rashi dengan hati-hati, ldrwmh nih ʼrẕ yşrʼl whyʼ lẕd yrwşlym (Li-drumah Shel eretz Yisrael ve hiya letzad Yerushalayim (ke selatan tanah Israel yang arah Yerusalem). Kata kunci dari kata-kata Rashi di sini adalah preposisi-preposisi yang menyiratkan bahwa itu bukan Yerusalem itu sendiri tetapi " berdekatan " atau " di sisi." Oleh karena itu kita bisa yakin bahwa apa yang Rav Saadia Gaon berarti adalah Mekkah sebagai melebihkan, sebagai Selatan di Semenanjung Arab (Al Hijaz).

Kesimpulan Rabbi Abraham Ben Yesaya dan Rabbi Benjamin Sharfman, juga berkomentar senada. Mengacu pada ayat dalam taurat mengenai 'Kejadian' yang itu merupakan sebuah terjemahan linear ke dalam bahasa Inggris, ayat ini diterjemahkan oleh para rabi sebagai berikut : lalechet lidromah ( llkţ ldrwmh ) menyala. Artinya" untuk pergi ke selatan ", Shel eretz Yisrael (nih ʼrẕ yşrʼl) menyala. berarti "dari tanah Israel", ve hiya letzad Yerushalayim (whyʼ lẕd yrwşlym) menyala. berarti " dan itu berada di sisi selatan Yerusalem." (Brooklyn, New York: S.S. & R. Perusahaan Penerbitan, Inc., 1976), p. 105

Dalam Chamisha Chumshe Torah: BERESHIT yang  diterjemahkan & dijelaskan. sebagai 'kejadian', Rabbi Samson Raphael Hirsch juga mengatakan: "Selatan dari Palestina" adalah dengan tidak berarti bagian yang paling berkembang. Hal ini karena seluruh distrik dari Yerusalem di selatan disebut dalam buku Zacharia sebagai ʻrbh (' araba), yang berarti " Wilderness " (sebagai tempat yang tak dikenal/liar).Jadi ini berarti bahwa Yerusalem bukan bagian dari araba, Yerusalem bukan bagian dari apa yang disebut sebagai 'Selatan', dan Yerusalem bukan bagian dari Neqba.

Dan ini membuat rabbi Hirsch Hirsch mengacu pada Kejadian Rabbah 39:16 :"Dan Abram melakukan perjalanan, terus menuju ke selatan (XII, 9): ia menggambar kursus dan perjalanan " TOWARD (masa depan) situs kuil."

Lalu di mana kuil mana itu? Tentu saja situs kuil dari selatan, situs kuil Neqba, atau situs kuil ARABA. Maka sekarang kita mengerti bahwa QIBLAH yang dimaksudkan oleh Saadia harus menjadi situs kuil masa depan dari araba, bukan di Yerusalem.

Jadi, apa alasan untuk berpikir bahwa Rabbi Samson Raphael Hirsch komentar dan BERESHIT (Kejadian) Rabba 39:16. shahih dengan Saadia itu-Arab Saadia? Tidak ada sama sekali. Maka di sanalah jawabannya!. [yy/republika]

Oleh Menachem Ali, Dosen Philologi Universitas Airlangga