8 Rabiul-Awwal 1444  |  Selasa 04 Oktober 2022

basmalah.png

Allah Bersama Orang yang Berdzikir

Allah Bersama Orang yang Berdzikir

Fiqhislam.com - Memperingati pergantian tahun akan jauh lebih bermakna jika diisi dengan hal-hal yang lebih positif, seperti bermuhasabah dan berdzikir kepada Allah SWT.

Bermuhasabah juga bisa berarti mengevaluasi segala amal perbuatan yang telah dilakukan dalam setahun penuh seraya meminta ampunan dari dosa-dosa yang telah dilakukan, serta memohon kekuatan dan bimbingan kepada Allah SWT agar kehidupan di tahun berikutnya menjadi lebih baik.

Allah SWT sangat menyenangi orang-orang berdzikir. Allah akan bersama dengan hambanya yang selalu mengingat-Nya. Ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi SAW yang bisa ditemukan dalam Syarh Shahih Muslim nomor 2675 melalui jalur Qutaibah bin Sa'id hingga Abdurrahman bin Shakhr atau Abu Hurairah.

Dalam hadits itu Nabi bersabda, Allah berfirman, "Aku sesuai prasangka hamba kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang, maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."

Redaksi hadits serupa juga dapat ditemukan di Sahih Bukhari dalam Fathul Bari nomor 7405. Sangat beruntung bagi orang-orang yang berdzikir karena Allah SWT akan senantiasa mengingat dan mengasihi orang tersebut.

Bahkan Rasullulah menyebut orang yang berdzikir sebagai orang yang menang. Seperti dapat ditemukan dalam hadits riwayat Muslim di mana ketika Rasulullah pergi ke Mekkah dan melewati sebuah gunung yang bernama Jumdan. Kemudian Rasulullah bersabda, "Ayo jalanlah, Inilah Jumdan. Telah menang para mufarridun," Lalu para sahabat pun bertanya tentang apa yang dimaksud dengan mufarridun itu. Rasulullah pun menjawab mufarridun adalah  orang-orang (laki-laki/perempuan) yang banyak berdzikir kepada Allah."

Karena itu tak ada salahnya kita mengisi pergantian tahun dengan memperbanyak berdzikir, baik sendiri maupun berjamaah.

 

Allah Bersama Orang yang Berdzikir

Fiqhislam.com - Memperingati pergantian tahun akan jauh lebih bermakna jika diisi dengan hal-hal yang lebih positif, seperti bermuhasabah dan berdzikir kepada Allah SWT.

Bermuhasabah juga bisa berarti mengevaluasi segala amal perbuatan yang telah dilakukan dalam setahun penuh seraya meminta ampunan dari dosa-dosa yang telah dilakukan, serta memohon kekuatan dan bimbingan kepada Allah SWT agar kehidupan di tahun berikutnya menjadi lebih baik.

Allah SWT sangat menyenangi orang-orang berdzikir. Allah akan bersama dengan hambanya yang selalu mengingat-Nya. Ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi SAW yang bisa ditemukan dalam Syarh Shahih Muslim nomor 2675 melalui jalur Qutaibah bin Sa'id hingga Abdurrahman bin Shakhr atau Abu Hurairah.

Dalam hadits itu Nabi bersabda, Allah berfirman, "Aku sesuai prasangka hamba kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang, maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."

Redaksi hadits serupa juga dapat ditemukan di Sahih Bukhari dalam Fathul Bari nomor 7405. Sangat beruntung bagi orang-orang yang berdzikir karena Allah SWT akan senantiasa mengingat dan mengasihi orang tersebut.

Bahkan Rasullulah menyebut orang yang berdzikir sebagai orang yang menang. Seperti dapat ditemukan dalam hadits riwayat Muslim di mana ketika Rasulullah pergi ke Mekkah dan melewati sebuah gunung yang bernama Jumdan. Kemudian Rasulullah bersabda, "Ayo jalanlah, Inilah Jumdan. Telah menang para mufarridun," Lalu para sahabat pun bertanya tentang apa yang dimaksud dengan mufarridun itu. Rasulullah pun menjawab mufarridun adalah  orang-orang (laki-laki/perempuan) yang banyak berdzikir kepada Allah."

Karena itu tak ada salahnya kita mengisi pergantian tahun dengan memperbanyak berdzikir, baik sendiri maupun berjamaah.

 

Dzikir Bersama Sambut Tahun Baru, Adakah Manfaatnya?

Ddzikir Bersama, Adakah Manfaatnya?


Fiqhislam.com - Lumrah diketahui berdzikir merupakan kegaiatan sederhana yang paling mudah dilakukan seorang Muslim. Apalagi jika dzikir tersebut dilakukan secara berjamaah, sejumlah keuntungan akan diberikan bagi setiap individu yang melaksanakan.

Dalam kitab Al-Targhib wa al-Tarhib karya Zakiyuddin al-Mundziri disebutkan, dzikir berjamaah merupakan anjuran yang disyariatkan agama. Hal tersebut sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Al-Thabrani dari Sahl bin al-Hanzhaliyyah, Rasulullah SAW bersabda:

"Ma jalasa qaumun majlisan yadzkurunallaha 'azza wa jalla fihi wa yaqumuna hatta yuqalahum: qumu qad ghafarallahu lakum wa buddilat sayyiatikum hasanatin".

Artinya: "Tidaklah duduk suatu kaum pada suatu majelis, di mana mereka berddzikir kepada Allah Azza wa Jalla di tempat itu. Lalu (setelah) selesai mereka berdiri, melainkan dikatakan (oleh malaikat) kepada mereka: Berdirilah kalian, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dengan berbagai kebaikan".

Untuk itulah, dzikir bersama dalam rangka menyambut tahun baru sangat dianjurkan dan juga memiliki nilai manfaat dan ganjaran yang baik. Di sisi lain, aktivitas dzikir berjamaah juga dapat menghindarkan kita semua dari aktivitas budaya pergantian tahun yang cenderung banyak menghasilkan mudharat. [yy/republika]