pustaka.png.orig
basmalah.png


5 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 15 Juni 2021

Pendapat MUI Tentang Shalat Jenazah Peti Tetap dalam Ambulans

Pendapat MUI Tentang Shalat Jenazah Peti Tetap dalam Ambulans

Fiqhislam.com - Sebuah video viral memperlihatkan sejumlah orang melakukan shalat jenazah dokter Andhika Kesuma, yang wafat setelah dirawat karena COVID-19. Dalam video tersebut, shalat jenazah digelar di area terbuka dan jenazah disebut berada dalam peti di ambulans.

"Bisa menjadi contoh untuk shalat jenazah penderita COVID yang lain. Jenazah sudah terbungkus rapi berada di dalam ambulans saat dishalatkan. Ini bisa menjadi solusi yang smart, dengan tanpa perlu meninggalkan syariat yang harus dikerjakan," tulis pengunggah.

Terkait video ini, Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengatakan kejadian tersebut tak perlu dipermasalahkan. shalat jenazah tersebut dinilai sudah sesuai dengan ketentuan agama dan protokol kesehatan.

"Tidak ada masalah. Apalagi kita lihat posisi mobil jenazahnya juga sudah disesuaikan dengan ketentuan tentang posisi jenazah ketika dishalatkan. Saya secara pribadi terus terang merasa sedih tapi sekaligus juga bahagia," kata Sekretaris Jenderal atau Sekjen MUI Anwar Abbas dalam pesan pendek yang diterima detikcom, Senin (3/8/2020).

Anwar mengatakan, perasaan sedih muncul karena Indonesia kembali kehilangan sosok dokter yang memberikan pendidikan dan penanganan COVID-19. Sedangkan bahagia muncul karena keluarga dan umat tetap berusaha menunaikan kewajiban atas yang sudah meninggal.

"Di tengah situasi sulit karena ada COVID-19 mereka tetap berusaha untuk bisa menyelenggarakan shalat jenazah dari si mayat meski tidak secara biasa," kata Anwar.

Seperti disebutkan dalam hadist, shalat jenazah menjadi kewajiban para muslim atas saudaranya yang wafat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُؤْتَى بِالرَّجُلِ الْمَيِّتِ عَلَيْهِ الدَّيْنُ فَيَسْأَلُ ‏"‏ هَلْ تَرَكَ لِدَيْنِهِ مِنْ قَضَاءٍ ‏"‏ ‏.‏ فَإِنْ حُدِّثَ أَنَّهُ تَرَكَ وَفَاءً صَلَّى عَلَيْهِ وَإِلاَّ قَالَ ‏"‏ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ ‏"

Artinya: Rasulullah SAW pernah didatangkan kepada beliau jenazah seorang lelaki. Lelaki tersebut masih memiliki hutang. Maka beliau bertanya, "Apakah ia memiliki harta peninggalan untuk melunasi hutangnya?" Jika ada yang menyampaikan bahwa orang tersebut memiliki harta peninggalan untuk melunasi hutangnya, maka Nabi pun menyalatkannya. Jika tidak ada, maka beliau bersabda, "Shalatkanlah saudara kalian." (HR Muslim).

Mereka yang menunaikan shalat jenazah atas si mayit dijanjikan mendapat syafaat

مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوا فِيهِ

Artinya: "Tidaklah seorang mayit dishalatkan oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa'at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa'at (do'a mereka) akan dikabulkan." (HR Muslim). [yy/news.detik]