22 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 01 Agustus 2021

basmalah.png

2 Instrumen Pelengkap Indeks Saham Syariah di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks baru, yakni Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Konstituennya berupa seluruh saham syariah yang tercatat di BEI. "Hingga saat ini, jumlah saham syariah yang tercatat di BEI sebanyak 214 saham syariah," ucap Irwan Abdalloh, kepala unit bisnis pengembangan pasar pada divisi pengembangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (11/6/2011).

Menurut Irwan, ISSI melengkapi indeks syariah yang sudah ada sebelumnya, yaitu Jakarta Islamic Index (JII), jadi indeks saham syariah yang dimiliki BEI sekarang ada dua, ISSI dan JII.

"Masyarakat yang ingin mengetahui kinerja seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dapat melihat ISSI. Selain itu, ISSI juga memberi peluang kepada fund manager yang tertarik untuk mengeluarkan produk investasi berbasis indeks saham syariah," kata Irwan.

Mengikuti jadwal penerbitan DES oleh Bapepam-LK, ISSI di-review setiap enam bulan sekali. Review per enam bulan tersebut menunjukkan bahwa konstituen ISSI bisa berubah tergantung hasil review DES. Metode perhitungan ISSI sama dengan cara yang digunakan menghitung indeks BEI lainnya dengan berpatokan pada Desember 2007 sebagai tahun dasar perhitungan.

"Perbedaan utama antara ISSI dengan JII terletak pada jumlah saham syariah yang menjadi konstituen masing-masing indeks. ISSI terdiri seluruh saham syariah yang tercatat di BEI (saat ini 214 saham), sedangkan JII hanya 30 saham syariah yang paling likuid," tandas Irwan.

economy.okezone.com