12 Safar 1443  |  Senin 20 September 2021

basmalah.png

Perlindungan Investor di Pasar Modal

Perlindungan Investor di Pasar ModalFiqhislam.com - Beberapa kasus manipulasi dana nasabah sempat terjadi di pasar modal Indonesia. Sebutlah kasus PT Sarijaya Sekuritas, PT Antaboga Delta Sekuritas, dan banyak lagi. 

Investor publik yang dirugikan oleh perusahaan sekuritas banyak yang mengaku kapok  dan tak mau lagi berinvestasi di pasar modal. Mereka umumnya menyatakan merasa tidak terlindungi. Itu sebabnya, jumlah pemodal lokal tak bertambah signifikan selama sepuluh tahun terakhir. 

Kondisi tersebut yang mendorong dibentuknya  lembaga perlindungan dana investor. Meskipun ada banyak  pembenahan lain yang telah dilakukan SRO (Self Regulatory Organization) seperti SID (single investor identification) dan kartu AKSes untuk memberi akses investor memonitoring asetnya.

Pembentukan lembaga dana perlindungan investor disiapkan dengan serius sepanjang tahun lalu. Hingga akhirnya terbentuklah Investor Protection Funds (IPF) yang diberi nama PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) pada 18 Desember 2012 lalu.
 
IPF merupakan bagian dari proyek pengembangan infrastruktur  pasar modal Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) terlibat dalam pengembangan ini yang bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi investor dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia. Proyek Pengembangan IPF tahun 2012 merupakan tahapan lanjutan dari proyek pengembangan yang telah berjalan dari tahun sebelumnya. 
 
Kehadiran P3IEI diharapkan  membantu perkembangan pasar modal. Target jumlah pemodal 2,3 juta investor diharapkan  bisa tercapai. Karena salah satu faktor yang membuat masyarakat Indonesia enggan membeli saham adalah kebangkrutan perusahaan sekuritas akibat salah kelola dan kejahatan pemilik dan pengelola perusahaan. Dengan P3IEI akan ada perlindungan bagi investor. Meskipun investor tetap memiliki risiko investasi akibat pergerakan pasar dan perkembangan kinerja fundamental.
 
Meski dikenal sebagai negara yang menerapkan sistem ekonomi liberal, Amerika Serikat (AS) memiliki kelembagaan yang cukup lengkap dalam melindungi nasabah di sektor finansial. Di perbankan, AS memiliki Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), sedangkan di pasar modal AS ada Securities Investor Protection Corporation (SIPC). Jika FDIC melindungi semua dana nasabah hingga batas tertentu, SIPC tidak menjamin semua dana investor dari risiko kerugian. 

Sejak dibentuk Kongres AS tahun 1970 hingga Desember 2010, SIPC sudah mengeluarkan dana perlindungan lebih dari USD1,2 miliar untuk mengembalikan sekitar USD109 miliar dana milik 763 ribu investor. Kehadiran SIPC nyata dirasakan oleh para pemodal. Tidak semua investor diproteksi SIPC. Tapi, 99 persen pemodal yang kehilangan dananya memperoleh kembali dananya dari SIPC.
 
SIPC melindungi investor yang  kehilangan dananya akibat kebangkrutan perusahaan sekuritas.  SIPC adalah lembaga terdepan dalam mengembalikan uang tunai dan surat berharga milik investor yang dikelola perusahaan sekuritas. Tanpa lembaga pengelola dana perlindungan investor, pengembalian dana investor akan memakan waktu lama. Harus menunggu proses pengadilan dan hasil penjualan aset.
 
Dengan menyelamatkan perusahaan sekuritas,  dana nasabah bisa diselamatkan lewat penjualan aset yang diambil SIPC. Broker yang nakal diproses secara hukum, sedangkan asetnya dikelola dan  ditingkatkan nilainya agar mampu menutup kerugian. Ketika sebuah sekuritas menunjukkan tanda-tanda bangkrut, SIPC akan meminta pengadilan menunjuk wali amanat untuk melikuidasi perusahaan dan melindungi investor.
 
Namun, tidak semua perusahaan sekuritas yang bangkrut diambil alih. Ada kriteria ketat agar dana perlindungan investor tidak melahirkan moral hazaard. Investor yang sengaja melakukan tindakan untuk mendapat dana perlindungan tidak akan mendapatkannya. Begitu pula dengan  pemilik dan direksi perusahaan sekuritas yang merekayasa kerugian agar perusahaannya diambil alih oleh SIPC. 

Dana dari SIPC tidak boleh digunakan untuk membayar klaim kerugian akibat penipuan investor. Yang diambil alih oleh SIPC  adalah perusahaan sekuritas yang menderita rugi akibat salah kelola, termasuk faktor kejahatan yang dilakukan pemilik dan pengelola.  (TIM BEI/yy/okezone)