4 Jumadil-Awal 1443  |  Rabu 08 Desember 2021

basmalah.png

Menjajaki Tawaran Kemitraan dari Ice & Coffee Shop

Fiqhislam.com - Tawaran waralaba dan kemitraan kedai kopi atau kafe terus berdatangan. Tawaran terbaru datang dari Yosia Chandra yang mengusung brand Ice & Coffee Shop asal Bali. Saat ini, usaha yang berdiri tahun 2000 ini ini sudah memiliki 13 mitra dan tiga gerai milik sendiri.

"Total ada 15 gerai dan semuanya masih berlokasi di wilayah Bali dan sekitarnya," kata Yosia Chandra, pemilik Ice & Coffee Shop. Chandra mengklaim, Ice & Coffee Shop, asyik sebagai tempat nonkrong.

Selain dapat menikmati aneka menu makanan dan minuman, pengunjung juga bisa menghisap tembakau Arab atau shisa. Untuk menu makanannya sendiri terdiri dari kentang goreng, roti bakar, pisang goreng kremes, dan indomi telur. Semua aneka makanan ini dijual dengan harga Rp 7.000 per porsi. Sementara aktivitas menghisap shisa dibanderol Rp 50.000.

Menu minuman yang disediakan Ice & Coffee Shop juga tak kalah bannyak. Untuk minuman es terdiri dari es buah, es campur, es teler, orange juice, lemon tea, aneka juice, soda gembira, sunrise, laviolet, dan aneka folat. Sementara minuman kopi tersedia seperti cappucinno, moccacinno, dan boom coffe.

Semua minuman ini dibanderol Rp 5.000 - Rp 10.000 per gelas. "Dengan harga yang murah kami menyasar pangsa pasar menengah ke bawah," jelas Chandra.

Dalam kemitraan ini, Ice & Coffee menawarkan satu paket investasi senilai Rp 20 juta. Mitra akan mendapatkan rombong atau gerobak dorong, alat-alat memasak, serta resep dan bahan-bahan makanan dan minuman. "Mitra dijamin sudah bisa langsung beroperasi," ujar Chandra.

Estimasi omzet yang diperoleh mitra mulai dari Rp 700.000 hingga Rp 1,5 juta per hari, tergantung lokasi. Bila di mal, misalnya, ditargekan Rp 1,5 juta per hari. Setelah empat bulan beroperasi, mitra akan dikenakan franchise fee sebesar 15% dari omzet per bulan. Chandra menargetkan, dalam satu tahun mitra sudah balik modal.

kontan.co.id