12 Safar 1443  |  Senin 20 September 2021

basmalah.png

Mengenali Empat Jenis Investasi Syariah

Mengenali Empat Jenis Investasi SyariahFiqhislam.com - Pernah mendengar tentang investasi berbasis syariah? Saat ini, salah satu bentuk investasi yang ditawarkan kepada masyarakat sudah ada yang memenuhi ketentuan syariah.

Pada dasarnya, hal yang membedakan investasi syariah dengan investasi berbasis umum adalah harusnya memenuhi ketentuan bebas dari tambahan yang memberatkan (riba), bebas dari keraguan (gharar), dan bebas dari risiko yang berlebih-lebihan (maysir).

Meskipun namanya dikenal sebagai investasi berbasis syariah, namun siapa pun dapat memiliki bentuk investasi terlepas dari muslim atau non-muslim. Bahkan, saat ini, Inggris adalah negara yang sangat maju dalam hal penggunaan produk keuangan berbasis syariah. 

Deposito Syariah

Secara umum, konsep deposito syariah mirip dengan deposito konvensional dimana nasabah menitipkan dana kepada bank dengan tujuan memperoleh imbal hasil. Deposito syariah memberikan bagi hasil sehingga besar nominal imbal hasil yang diterima tidak tetap setiap bulannya. Hal ini menjadi perbedaan utama dengan deposito konvensional yang menjanjikan bunga dengan nominal tetap di setiap periodenya.

Reksa dana Syariah

Pasar reksa dana di Indonesia juga menawarkan reksa dana syariah. Jenis reksa dana syariah yang tersedia sama beragamnya dengan reksa dana umum. Sehingga, tetap sesuaikan pemilihan jenis reksa dana dengan jangka waktu dan profil risiko investasi kita.

Saham Syariah

Dewan Syariah Nasional dari Majelis Ulama Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan aturan mengenai kriteria saham mana saja yang bisa dikategorikan sebagai saham syariah. Selain itu, OJK juga menerbitkan daftar saham syariah secara berkala. Hal ini memudahkan investor yang ingin berinvestasi secara syariah karena investor hanya perlu mencocokkan saham yang akan dipilih dengan daftar saham syariah tersebut.

Sukuk Ritel Syariah

Sukuk Ritel merupakan instrumen investasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia kepada konsumen ritel dengan berpedoman pada prinsip syariah. Sebagai imbalan atas investasi yang kita lakukan, pemerintah memberikan imbal hasil berupa kupon yang diberikan setiap bulan. Pembayaran kupon diberikan hingga berakhirnya masa penanaman modal investasi yang ditandai dengan pengembalian dana modal investasi.

yy/okezone