fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Broker

BrokerFiqhislam.com - Siapapun tahu bahwa investasi saham di pasar modal selalu membutuhkan jasa broker. Dalam transaksi atau jual beli saham di bursa efek manapun di dunia, investor tidak bisa melakukan transaksi sendiri secara langsung.

Hal ini merupakan sistem baku yang tidak bisa diubah. Di Indonesia, broker saham sering disebut sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).

Oleh karena itu, peran broker sangat penting artinya bagi investor. Bahkan, peran broker juga ikut menentukan tingkat keberhasilan investasi seseorang. Ada investor yang merasa telah menuai sukses besar karena selama melakukan kegiatan investasi selalu mendapat input, nasihat, dan informasi dari broker-nya.

Broker tidak membuat atau menentukan keputusan investasi, melainkan sebatas memberikan masukan, nasihat, saran, dan informasi. Investor tetap mengambil peran sebagai penentu atas keputusan investasinya.

Sebagai gambaran, misalnya Investor X adalah investor kebanyakan yang selain menjadi investor juga menjadi karyawan yang bekerja di kantor. Oleh karena itu, ia tidak bisa melakukan pemantauan pasar secara day to day, memiliki akses yang terbatas terhadap informasi tentang perkembangan emiten, serta memiliki kemampuan analisis yang terbatas.

Namun, investor X mempunyai prinsip agar setiap keputusan jual atau beli yang dilakukannya dilandasi oleh faktor fundamental. Di sisi lain, broker A bukanlah tipikal broker yang semata-mata hanya ingin mengoleksi fee transaksi dari investor. Ia hanya happy jika investor atau nasabahnya happy. Ia bukan tipikal broker yang menyukai ‘kenikmatan’ yang didapatkan dari kerugian investor.

Pola interaksi yang terjadi antara investor X dengan broker A telah mengantarkan investor X sebagai investor yang cukup berhasil. Hasil investasinya optimal, selalu di atas prestasi pasar meski marginnya tidak terlalu jauh. Investor X merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh broker A.

Meskipun ia tidak memiliki akses terhadap informasi mengenai emiten, tetapi ia selalu mendapatkan up date informasi dari broker A tentang kegiatan emiten. Meskipun tidak bisa memantau pasar secara harian, tetapi ia bisa tahu perkembangan portofolionya di pasar. Bahkan, meskipun tidak melakukan analisis terhadap pasar, tetapi ia jarang melakukan kesalahan dalam membuat keputusan beli dan jual.

Pola interaksi broker dengan investor seperti ilustrasi di atas merupakan pola yang ideal karena saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Dalam hubungan tersebut terbina saling menghargai kapasitas masing-masing, saling percaya, dan saling mendukung.

Broker akan mendukung keputusan nasabahnya jika keputusan itu menguntungkan investor, dan broker akan memberikan input atau masukan yang objektif jika nasabah membuat keputusan yang dinilai akan merugikan.

Dari sini bisa dilihat bahwa peran broker atau WPPE bisa sangat menentukan keberhasilan investor dalam berinvestasi di pasar modal. Peran WPPE tidak sekadar menerima order dan meneruskan order, apalagi memohon agar investor memberikan order. WPPE bukan sekadar staf marketing biasa yang hanya berprinsip ‘’Yang penting order lancar.’’ WPPE membutuhkan pengetahuan, keterampilan yang memadai, kemampuan analisis yang cukup, kemampuan komunikasi yang baik, dan tentu saja jujur.

Oleh karena itu, perusahaan efek (baik anggota bursa maupun non anggota bursa) selayaknya membekali WPPE-nya dengan bekal yang cukup. Tidak sekadar menjadikan WPPE sebagai broker yang merindukan datangnya order dari investornya.

Dalam mekanisme online trading-pun, semestinya hubungan yang terbentuk antara broker dengan nasabah atau investor tidak terputus begitu saja hanya karena masalah teknologi. Meskipun dalam online trading investor dapat mengeksekusi sendiri order transaksinya tanpa melalui WPPE atau broker, namun secara sistem order transaksi tadi tetap harus melalui sistem di broker.

Perusahaan broker harus mengetahui pola transaksi investornya, karena ia tetap bertanggung jawab terhadap setiap order yang dilakukan oleh investornya.
Dalam online trading, perusahaan broker melalui WPPE-nya semestinya tetap memberikan perhatian, menciptakan ruang dialog, komunikasi, diskusi, dan sejenisnya dengan investor.

Bagaimanapun, teknologi tidak bisa menggantikan peran manusia. Tidak ada sisi humanis dari teknologi. Investor tetap membutuhkan sentuhan manusia. Ia tetap membutuhkan dialog dengan broker-nya jika ada masalah yang berkaitan dengan kegiatan investasinya. (Tim BEI)

economy.okezone.com