fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Jangan Mengutang demi "Main" Saham

Head of Ttechnical Analyst Batavia Prosperindo Sekuritas, Billy Budiman, menyarankan agar investor pemula yang ingin "bermain" saham tidak memakai uang yang penting, bahkan sampai harus berutang. "Saya make sure, jangan pakai uang yang penting. Belajar dulu di kursus-kursus dan pelatihan," ungkap Billy kepada Kompas.com, dalam acara Indonesia Financial Expo dan Forum 2011, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (18/6/2011).

Selain mengikuti kursus dan pelatihan, ia menyarankan untuk membentuk komunitas dengan para investor lainnya. "Main di saham-saham unggulan, atau blue chip," lanjutnya.

Bagi pemula, ia mengingatkan untuk setiap hari dapat up-date data. Dan, kalau dalam kondisi cut-loss, lanjut dia, batasi kerugian jangan lebih dari 5 persen. "Sekarang kan sudah banyak perusahaan sekuritas yang minimal (dapat inves) Rp 5 juta," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemula jangan dulu berinvestasi dengan dana yang besar. Untuk jenis saham yang bagus dipilih bagi pemula yang cenderung belum berani berisiko tinggi, ia menyarankan untuk membeli saham LQ-45, yaitu 45 saham terbaik yang sudah dipilih oleh Bank Indonesia, di antaranya Astra dan Indofood Sukses Makmur.

Hal yang terpenting yang ia tekankan bagi para pemula agar jangan mengikuti rumor dari orang-orang. Melainkan harus memakai perhitungan, misalnya dengan cara teknikal, yaitu memprediksi harga masa depan berdasarkan harga masa lampau. "Mau seyakin apa pun besok saham akan "terbang", jangan beli lebih dari dana atau utang," tegasnya, mengenai jangan berinvestasi dengan mengutang. Hal ini mengingat banyak trader yang gagal karena utang.

bisniskeuangan.kompas.com