21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Kinerja Pasar

Kinerja PasarKinerja dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang dicapai atau prestasi yang diperlihatkan. Nah, dalam kaitan dengan pasar berarti prestasi yang dicapai oleh pasar. Jika yang dimaksud di sini adalah pasar modal atau pasar saham maka kinerja pasar berarti menunjukkan sebuah totalitas, sebuah akumulasi, resultante dari  keseluruhan  kinerja masing-masing saham yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam hal ini kinerja pasar diwakili oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jika IHSG naik berari kinerja pasar naik, dan jika IHSG turun berari kinerja pasar juga sedang merosot.

Jika kinerja pasar itu merujuk pada saham A maka ia berarti menunjuk prestasi saham A di pasar. Kinerja saham A dikatakan tumbuh jika harga saham A di pasar naik. Sebaliknya kinerja saham A disebut merosot atau turun jika harga saham A di pasar turun atau terkoreksi. Tentu saja itu semua ada periode waktu, ada satu masa misalnya dari Januari hingga Desember tahun 2010, atau 2011. Periode waktu ini sangat tergantung pada setiap individu yang melakukan pengukuran.

Kembali ke kinerja pasar. Seperti disebut di atas bahwa kinerja pasar adalah sebuah totalitas dari saham-saham yang tercatat dan diperdagangkan di BEI. Itu berarti kinerja pasar tidak selalu bergerak seiring dan seirama dengan kinerja saham. Ada dua kemungkinan untuk itu. Pertama kinerja saham sejalan dengan kinerja pasar. Artinya jika IHSG tumbuh, maka harga saham tersebut naik. Kedua, kinerja saham berlawanan dengan pasar. Saat IHSG naik, justru harga saham turun. Begitupun sebaliknya.

Dengan memahami hal ini, kita tahu bahwa ketika IHSG tumbuh pesat bukan berarti setiap investor yang berinvestasi di saham pasti mendapatkan keuntungan besar. Hal ini tergantung dari portofolio yang dimiliki si investor, apakah kinerja saham-saham yang dikelolanya selalu sejalan dengan gerakan IHSG atau tidak. Jika saham yang dimiliki itu senantiasa bergerak  seirama dengan IHSG maka bisa dipastikan jika kinerja pasar bagus maka si investor akan meraih keuntungan (imbal hasil) yang juga bagus.

Yang jadi pertanyaan adalah siapa mempengaruhi siapa? Apakah kinerja pasar mempengaruhi kinerja saham atau sebaliknya kinerja saham yang mempengaruhi kinerja pasar. Pertanyaan semacam ini semestinya tidak membuat kita bingung. Kembali ke pemahaman dasar di atas bahwa pasar adalah kinerja pasar adalah totalitas kinerja saham. Karena itu sebenarnya kinerja sahamlah yang mempengaruhi kinerja pasar. Namun harus dipahami bahwa tidak semua saham mempunyai kinerja yang sama. Jika kinerja mayoritas saham yang tercatat naik, maka bisa dipastikan kinerja pasar atau IHSG akan naik, begitu sebaliknya.

Karena itu untuk melihat bagaimana trend kinerja sebuah saham tidak bisa semata-mata melihat kinerja pasar. Faktor yang paling penting untuk diperhatikan adalah kinerja keuangan dari saham itu sendiri alias fundamental dari si emiten. Dari sana bisa  diukur bagaimana perbandingannya dengan kinerja saham di pasar, apakah kinerja saham di pasar sudah mencerminkan kinerja keuangannya atau belum.

Pada akhirnya untuk mengukur kinerja saham di pasar, tidak semata-mata hanya melihat pertumbuhan atau kenaikan harga saham semata, tetapi juga harus menghitung seberapa besar nilai dividen yang dibayarkan dari saham tersebut. Jadi, ada dua hal yang perlu disimak yakni pertumbuhan harga saham dan juga besaran dividen yang dibayarkan. Misalkan dalam periode satu tahun harga saham X  naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.200, maka hal itu menunjukkan pertumbuhan kinerja saham X di pasar sebesar 30persen. Di sisi lain saham X sudah membayarkan dividen  ke investor sebesar Rp 100 per saham. Berarti pertumbuhan kinerja saham X tadi sebenarnya bukan 30persen, melainkan 32,5 persen.

Contoh di atas hanya sekadar ilustrasi. Faktanya, memang tidak semua saham mencatat kinerja pasar yang bagus dan konsisten dari tahun ke tahun. Tapi bukan berarti tidak ada saham yang memiliki kinerja pasar yang bagus dan konsisten. Tergantung bagaimana Anda mencarinya. (Tim BEI)

economy.okezone.com