14 Muharram 1444  |  Jumat 12 Agustus 2022

basmalah.png

Membenahi Resolusi Kehidupan

Membenahi Resolusi Kehidupan

Fiqhislam.com -  Waktu begitu berharga dalam kehidupan. Waktu mengandung peluang. Maka, setiap detik dalam kehidupan pun adalah kesempatan emas. Kesempatan elite yang hendaknya dapat digunakan dan digarap secara maksimal oleh kita sebagai makhluk-Nya yang istimewa.

Sungguh alangkah cepatnya waktu berlalu. Namun, tebersitlah pertanyaan tentang apakah yang telah kita perbuat. Sehingga, apakah yang kita lakukan sebelumnya menjadikan diri kita lebih baik atau bahkan sebaliknya. Lalu, bagaimanakah kita menyikapi setiap hal yang akan terjadi di waktu yang akan datang?

Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hasyr: 18).

Ayat ini menjelaskan tentang pentingnya mawas diri. Bersedia merancang strategi guna merealisasikan segenap resolusi positif. Baik untuk di dunia ataupun di keabadian. Lalu, bersahaja menakar dan menjaga konsistensi diri pada setiap jalan kebaikan.

Ketahuilah, rancangan ideal dalam beribadah pun menjadi bekal dalam menggapai cinta Tuhan. Sehingga, keimanan dan ketakwaan kepada-Nya menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan setiap gagasan, rencana, dan cita-cita atau impian.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, telah menceritakakan kepada kami Sufyan dari Habib bin Abu Tsabit dari Maimun bin Abu Syabib dari Abu Dzar ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi).

Sungguh, mengunggulkan keimanan dan ketakwaan pada-Nya merupakan resolusi kehidupan yang prima. Dengan keduanya, kita dapat berlabuh pada setiap kenikmatan dan keberhasilan atas cinta-Nya. Kita pun dapat menjaga keutuhan ibadah rabani, insani, dan alami karena-Nya.

Allah SWT berfirman, “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” (QS at-Talaq: 2).

Lalu, pada kesempatan yang lainnya, Allah SWT berfirman, “Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali ‘Imran: 133).

Kemudian Allah SWT berfirman, “Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang mengerjakan (amal-amal saleh).” (QS Ali Imran: 136).

Maka, sungguh beruntunglah ia yang mengunggulkan keimanan dan ketakwaan pada-Nya dalam menjalani kehidupan sebagai resolusi konstruktif dalam menggapai kebahagiaan di dunia dan di keabadian. Wallahu a’lam. [yy/republika]

Oleh Muhamad Yoga Firdaus