22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Agama Awalnya Hanya Satu

Agama Awalnya Hanya Satu

Fiqhislam.com - Tafsir Surah Al-An'am Ayat 159 menjelaskan bahwa awalnya agama hanya ada satu yakni agama Tauhid. Namun, ada orang-orang yang memecah belah agama sehingga menjadi berbeda-beda.

اِنَّ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِيْ شَيْءٍۗ اِنَّمَآ اَمْرُهُمْ اِلَى اللّٰهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat." (QS Al-An'am: 159).

Tafsir Kementerian Agama menerangkan, ayat ini menjelaskan tentang adanya kelompok-kelompok sesat. Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya padahal agama pada awalnya hanya satu, yaitu agama Tauhid.

Ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Kami, para Nabi, bagaikan anak-anak satu ayah dari ibu yang berbeda, agama kami satu."

Namun agama yang satu ini menjadi terpecah dalam golongan-golongan, karena manusia mengikuti hawa nafsunya sendiri-sendiri, sesuai dengan kepentingan masing-masing di mana setiap golongan berbangga dengan golongannya sendiri. Ini semua sedikit pun bukan tanggung jawab Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad telah melaksanakan tugas kerasulan, sementara mereka memilih jalan kekafiran. Hati mereka telah terkunci untuk menerima kebenaran. Sesungguhnya urusan mereka terserah kepada Allah. Allah yang akan memutuskan nasib mereka, maka janganlah Nabi Muhammad bersedih atas kekafiran mereka. Kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. Tentang dosa-dosa mereka dan balasan terhadap mereka pada hari Kiamat nanti.

Ayat ini dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama Arab Saudi, mengandung arti, sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka setelah sebelumnya berkumpul di atas Tauhidullah dan mengamalkan syariat-Nya, lalu mereka terbagi-bagi ke dalam golongan-golongan dan kelompok-kelompok.

Sesungguhnya engkau (wahai Rasul) berlepas diri dari mereka. Urusan mereka tergantung pada Allah, kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka tentang perbuatan-perbuatan yang telah mereka perbuat, lalu memberikan balasan orang-orang yang bertaubat di antara mereka dan berbuat baik atas kebaikan mereka, dan menghukum orang-orang yang berbuat buruk atas keburukan-keburukan mereka. [yy/ihram]