24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Adakah Kata Selain Bahasa Arab Didalam Al-Quran?

Adakah Kata Selain Bahasa Arab Didalam Al-Quran?

Fiqhislam.com -  Al Quran diturunkan oleh Allah dalam bahasa Arab. Hal ini jelas dibuktikan dengan firman Allah SWT, diantaranya

Surat Yusuf ayat 2,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti."

Surat Ibrahim ayat 4,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."

Dilansir dari laman aboutislam.net, mantan ketua Komite Fatwa Al-Azhar Syekh Atiyyah Saqr mengatakan orang-orang Arab awal menggunakan kata-kata yang tidak berasal dari bahasa Arab karena pengaruh budaya lain terhadap mereka.

Orang Arab, seperti orang lain, menggunakan nama yang asing bagi budaya mereka tetapi kata-kata itu dengan mudah diserap dengan berlalunya waktu. Mereka menjadi bagian dari kata-kata Arab yang dapat dengan mudah masuk pada aturan tata bahasa Arab yang terkenal.

Jelas dari ayat-ayat tersebut di atas bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab karena bahasa Arab adalah bahasa asli orang-orang Arab. Mengungkap Al-Quran dalam bahasa Arab diperlukan bagi orang-orang Arab untuk memahami pesan Al-Quran dan memahaminya dengan mudah.

Namun, diketahui bahwa ada serapan kata-kata dari bahasa yang berbeda karena kontak yang erat antara individu dan kelompok. Interaksi seperti itu sudah biasa dalam kehidupan sosial kita.

Jadi, interpolasi kata-kata seperti itu mungkin merupakan produk dari perpindahan dari satu bahasa ke bahasa lain, atau karena fakta bahwa dua bahasa memiliki asal yang sama. Oleh karena itu, selama kata-kata non-Arab mudah diserap ke dalam bahasa Arab, mereka dianggap sebagai kata-kata Arab.

Aturan yang sama yang diterapkan dalam bahasa Arab juga berlaku untuk Al-Quran. Menurut beberapa cendekiawan muslim, ada kata-kata non Arab dalam Al-Quran seperti Alqistas, tetapi kata-kata itu telah menjadi bahasa Arab karena orang-orang Arab menggunakannya dengan lembut dan mereka telah masuk pada aturan tata bahasa Arab .

Dalam Tafsirnya , Imam Al-Qurtubi, menyatakan, “Tidak ada perbedaan di antara keempat Imam Fikih bahwa ada kata-kata non-Arab dan nama-nama diri dalam Al-Quran seperti Nuh, Lut, Imran, Jibril.” Namun, ini tidak berarti ada kesepakatan para ulama tentang masalah ini. Sebaliknya, sangat kontroversial, seperti yang akan diklarifikasi berikut ini,

Ada beberapa perbedaan pendapat di antara para ulama apakah bahasa Al-Quran termasuk kata-kata asing. Beberapa sarjana, termasuk Al-Tabari dan Al-Baqillani, berpandangan bahwa semua kata-kata dalam Al-Quran adalah bahasa Arab dan bahwa kata-kata asing yang ditemukan dalam Al-Quran adalah bagian dari bahasa Arab.

Ini memperjelas bahwa beberapa kata berasal dari non Arab telah menjadi kata-kata Arab karena kebiasaan sehari-hari. Namun, diakui bahwa ada nama orang non-Arab dalam Al-Quran, seperti Imran, Nuh, dan sebagainya. Ulama lain berpendapat bahwa Al-Quran memang mengandung kata-kata yang tidak digunakan dalam bahasa Arab, seperti:

Al-Qistas (Al Isra ayat 35), berasal dari bahasa Yunani.
Al-Sijjil (Al Hijr ayat 74 ), berasal dari bahasa Persia.
Al-Ghasaq ( An naba ayat 25 ), berasal dari bahasa Turki.
At-Tur (Al Baqarag ayat 63), berasal dari bahasa Suriah; dan
Al-Kifl ( Al Hadid ayay 28 ), berasal dari bahasa Abyssinian.

Beberapa sarjana telah menulis buku tentang topik 'kosa kata asing dalam Al-Quran', misalnya Al-Suyuti yang menyusun sebuah buku kecil dengan daftar 118 ekspresi dalam bahasa yang berbeda. [yy/Ratna Ajeng/republika]