fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Ramadhan 1442  |  Rabu 14 April 2021

Kita dengan Amalan Akhirat

Kita dengan Amalan Akhirat

Fiqhislam.com - Syukur kita lahir dalam Islam. Tanpa kita pinta, Allah telah menganugerahkan satu nikmat yang cukup besar, nikmat Islam dan Iman. Namun, itu saja belum cukup untuk manusia yang bernama muslim.

Persoalannya sekarang, sejauh mana kita dapat menjaga agama dalam kehidupan sebelum mati. Sebagaimana kita lahir dalam Islam, apakah kita pasti akan mati juga dalam agama Islam. Seperti kata pepatah, “manjadi juara itu jauh lebih susah”.

Berapa banyak orang diantara kita yang melaksanakan perintah agama?

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menghendaki kebaikan pada dirinya, pasti Allah memberikannya pemahaman dalam agama,” (HR Bukhari).

Jelas dengan memahami amalan agama, akhirnya kita akan mendapatkan kebaikan (hasanah). Seperti di dalam doa yang selalu kita baca setelah selesai shalat, “Berikan kami kebaikan di dunia dan dan kebaikan di akhirat”. Tetapi persoalannya sekarang bagaimana kita bisa mendapatkan pemahaman mengenai amalan agama? Siapa yang tidak tahu jika mengerjakan shalat itu berdosa? Siapa yang tidak tahu jika riba itu haram? Tetapi, mengapa masih banyak orang meremehkan larangan Allah ini?

Hal inilah yang perlu kita upayakan dengan bersungguh-sungguh. Tunjukkan kepada Allah bahwa kita benar-benar ingin mendapatkan pemahaman mengenai agama. Kita ingin Allah menerima amalan kita. Kita ingin Allah ridha atas semua perbuatan kita.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kita lakukan secara ringkas untuk mendapat pemahaman:

1. Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan amalan membaca. Membaca berarti menuntut ilmu. Jadi membaca ini sebagai satu tabiat/kebiasaan dalam amalan harian. Gunakan waktu sekurang-kurangnya 2 atau 3 jam sehari untuk membaca Al-Quran (terjemahan atau tafsiran), hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, dan buku-buku ilmiah.

2. Langkah kedua adalah hadir di majelis ilmu. Tidak masalah ilmu dunia atau ilmu akhirat.

3. Langkah ketiga adalah saling peduli pada kehidupan masyarakat. Rasulullah SAW hebat karena memikirkan umat, kita akan hebat bila kita mulai peduli pada masyarakat. Jika ada yang kurang mampu, kita akan mengulurkan bantuan. Ibarat berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing.

Mari kita ringankan kaki untuk hadir ke majelis-majelis ilmu di masjid atau di manapun. Banyak majelis yang diadakan pihak masjid untuk belajar, seperti kuliah maghrib, kuliah dhuha, kuliah bulanan, dan sebagainya. Dan hampir semua disediakan secara gratis.

Untuk permulaan, hadirlah ke majelis sekali seminggu sekali, kemudian dua kali seminggu, dan yang terbaik adalah tiga kali seminggu.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tabrani:
Rasulullah SAW bersabda, “Apakah melewati taman surga, hendaklah engkau duduk di situ. Istirahatlah kamu di situ, ‘Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah taman surga itu?’ Nabi menjawab, ‘Majelis-majelis ilmu.”

Jika ingin menginginkan surga, rajin-rajinlah hadir ke taman-taman surga.

yy/islampos
Referensi: Kaya Dunia Akhirat dengan 1 SAAT
Rafizam Mohamed/Buku Pintar Indonesia/2015