18 Muharram 1444  |  Selasa 16 Agustus 2022

basmalah.png

Mengapa Ada Surah-Surah dalam Al-Quran yang Terputus?

Mengapa Ada Surah-Surah dalam Al-Quran yang Terputus?

Fiqhislam.com - Alquran menyimpan berbagai keindahan, salah satunya adalah keindahan bahasa di dalamnya yang tidak bisa ditiru makhluk manapun. Lantas mengapa ada surah-surah di dalam Alquran yang terputus?

Dilansir di About Islam, Syekh Ahmad Saad menjelaskan hadirnya surah-surah Alquran yang terputus itu dimaksudkan untuk membuktikan kepada orang-orang Arab atas ketidakmampuan mereka untuk menirunya. Atau menulis sesuatu yang serupa meskipun mereka memiliki alfabet yang sama dan mereka tidak kekurangan keunggulan linguistik.

Surah-surah yang terputus itu memberikan pesan kepada orang-orang kafir di Arabia dan kepada semua orang di segala zaman bahwa Alquran tidak bisa ditiru. Bagi umat Islam, Alquran mewakili sumber iman dan amalan. Wahyu Ilahi yang tak ada bandingannya yang penting bagi seorang Muslim untuk mengetahui jalannya di dunia dan di akhirat.

Alquran sendiri berbicara tentang tujuan utamanya sebagai bimbingan kepada orang-orang benar di awal bab kedua. Bimbingan ini mengharuskan orang untuk menganggapnya sebagai Kitab Ilahi, yang berasal dari Allah

.

"Dan karena itu, percayalah. Ketika Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad, hampir 1.500 tahun yang lalu di tengah-tengah bangsa Arab, orang-orang Arab sudah menguasai bahasa Arab. Mereka bisa menenun kata-kata dan huruf-huruf dengan begitu indah sehingga membuat Shakespeare pun tak sebanding. Dalam seni puisi ini, mereka berkumpul untuk bersaing satu sama lain dan memamerkan keunggulan linguistik mereka dalam pertemuan tahunan dan musiman," kata dia.

Alquran menjadi tantangan bagi mereka

Alquran dinilai menjadi tantangan bagi mereka yang ahli kefasihan dan bahasa. Sebab sesungguhnya, Alquran hadir sebagai mukjizat dan buku panduan umat Islam yang diturunkan Allah dan bukan karangan manusia. Alquran merupakan tantangan bagi mereka baik secara linguistik dan, yang lebih penting, tingkat spiritual.

Orang-orang Arab di sekitar Nabi Muhammad SAW memiliki banyak alasan jahat untuk menantang Alquran. Mereka mencoba menyangkalnya, mencoba menirunya untuk membuktikan Nabi Muhammad bukan nabi sejati dan Alquran bukan dari Tuhan.

Namun, mereka tidak bisa meniru, menyangkal, atau menyangkal salah satu dari Alquran; bahkan satu ayat pun tidak. Alquran bahkan menantang mereka, ketika diminta untuk membuat sepuluh juz, lalu satu surah, dan bahkan hanya satu ayat yang serupa. Mereka gagal menghadapi tantangan tersebut.

Berkenaan dengan masalah surah-surah yang terputus-putus dinilai merupakan tantangan lain yang diberikan kepada orang-orang Arab pada waktu itu dan bahkan sampai hari ini. Surah-surah yang terputus-putus memberikan pesan kepada orang-orang kafir di Arab dan kepada semua orang di segala usia bahwa Alquran tidak dapat ditiru, dan rahasia surat-surat ini tidak dapat dipecahkan.

"Ini menunjukkan kepada orang-orang betapa terbatasnya kecerdasan kita," kata Syekh Ahmad Saad.

Hikmah di baliknya

"Ketika kita tidak dapat menyadari arti yang tepat dari sesuatu, ini seharusnya tidak menjadikan kita untuk menyangkal Alquran atau menolaknya atau mengadopsi cara yang tidak biasa untuk memaksakan makna ke dalamnya," kata Syekh Saad.

Sebaliknya, kata dia, hal itu seharusnya memungkinkan umat manusia untuk melihat keindahannya, tantangan di dalamnya sebab adanya keterbatasan manusia sebagai lawan dari keilahiannya. "Ini harus dijadikan motivasi yang mendorong kita untuk semakin mengeksplorasinya. Menggali Alquran lebih dalam," kata dia. [yy/imas damayanti/republika]