19 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 25 Oktober 2021

basmalah.png

Haji Bektash Veli, Filsuf Muslim Sebarkan Islam di Turki

Haji Bektash Veli, Filsuf Muslim Sebarkan Islam di Turki

Fiqhislam.com - Dinasti Seljuk memiliki populasi besar suku Oghuz dan Cuman yang menetap di dataran besar dan stepa Anatolia. Temuan arkeologi termasuk sisa-sisa prajurit Cuman yang hidup dan mati di tanah Anatolia, terutama di wilayah Anatolia timur.

Tentara Turki membantu mengubah Anatolia Bizantium menjadi Turki dan segala jenis suku Turki, terutama Oghuz dan Cuman. Transformasi suku-suku Turki berupa menjalani tradisi lisan ke bahasa tertulis dan dari kepercayaan sinkretis ke agama Islam.

Di sisi lain, orang Turki juga memengaruhi kelompok Kristen di Anatolia. Meskipun tidak ada konversi keyakinan yang dipaksakan di Anatolia, kelompok agama Turki, termasuk tarekat Sufi mengadakan kampanye untuk meyakinkan orang untuk pindah agama.

Satu nama muncul di garis depan para pemimpin Sufi pada periode awal Turki di Anatolia adalah Haji Bektash Veli. Haji Bektash Veli dianggap sebagai pemimpin sufi paling signifikan yang pernah tinggal di Anatolia bahkan lebih besar dari Mevlana Jalaluddin Rumi dan Yunus Emre berkat perannya dalam penyebaran Islam. Umumnya dia digambarkan sebagai sosok yang rendah hati dan sangat mencintai hewan.

Namun, selama hidupnya, Haji Bektash Veli tidak disebutkan dalam kronik sejarah resmi. Catatan sejarah Sufi tidak mencatatnya sebagai pemimpin Sufi yang penting.

Sejarah tidak banyak bercerita tentang Haji Bektash Veli. Para penguasa Anatolia Turki awal tidak memperhatikan Haji Bektash Veli. Dia akan dianggap sebagai salah satu Sufi yang berkeliaran dengan kepercayaan dan ritual yang penuh warna.

Menurut sejarawan Ahmet Yaşar Ocak, seorang ahli legenda Sufi Anatolia yang dia sebut “heterodoksi,” Haji Bektash Veli datang ke Anatolia dari Khorasan sebagai pemimpin suku “Bektaşlı”, suku Oghuz pada abad ke-13 karena invasi Mongol ke Asia.

Menurut Ocak, Haji Bektash Veli seharusnya bergabung dengan ordo Vafaiyya yang dipimpin oleh Baba Ilyas. Saudara laki-laki Haji Bektash Veli, Mentesh juga berperan dalam pemberontakan Baba dan terbunuh dalam pertempuran dengan pasukan Seljuk.

Sementara itu, Haji Bektash Veli terus bersembunyi sebelum ia muncul kembali di Karayol di Anatolia tengah setelah pemberontakan Baba Ilyas berakhir dalam kegagalan.

Dilansir Daily Sabah, Ahad (15/8), Haji Bektash Veli tinggal di sebuah kota kecil dan tenang di Anatolia tapi dia mengirim anak buahnya ke seluruh wilayah Seljuk untuk mengumpulkan orang-orang untuk tarekat Sufinya dan mengubah orang-orang Mongol masuk Islam.

Menurut sejarawan, ia menawarkan Islam versi non-Sunni dengan banyak kepercayaan dan ritual yang beragam. Ini membantunya untuk dianggap sebagai salah satu pemimpin sejarah sekte Alevi meskipun Alevisme muncul di abad-abad kemudian.

Heterodoksi dan sinkretismenya membuatnya dapat diterima di berbagai kalangan baik Muslim maupun Kristen. Orang-orang Kristen di Anatolia menamai dan memujinya sebagai Santo Charalambos.

Haji Bektash Veli meninggal pada tahun 1271 di kota yang membawa namanya sekarang. Kota ini juga memiliki makamnya. Ada banyak tempat yang dinamai menurut namanya termasuk sekolah umum, lingkungan, dan jalan-jalan. [yy/Meiliza Laveda/ihram]