15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

4 Makna Dasar Kata Syukur

4 Makna Dasar Kata Syukur

Fiqhislam.com - Syukur adalah sebuah bentuk terima kasih kita atas sesuatu. Secara bahasa, kata syukur berasal dari bahasa arab yakni syakara-yasykuru-syukran yang berarti pujian atas sesuatu dan penuhnya sesuatu. Dalam Al-Quran, kata syukur ditemukan sebanyak enam puluh empat kali dengan berbagai bentuknya. Ahmad Ibnu Faris dalam bukunya Muqayis al-Lughah menyebutkan empat arti dasar dari kata tersebut, yakni:

1. Pujian karena adanya sesuatu yang diperoleh, hakikatnya adalah merasa ridha atau puas sekalipun sedikit. Oleh karena itu, bahasa menganalogikan kata syukur untuk kuda yang gemuk namun hanya membutuhkan sedikit rumput.

2. Kepenuhan dan kelebatan. Pohon yang tumbuh subur di lukiskan dengan kalimat syakarat asy-syajarat.

3. Sesuatu yang tumbuh di tangkai pohon (parasit)

4. Pernikahan, atau alat kelamin

Untuk memudahkan kita memahami kedua makna terakhir di atas, dalam buku Wawasan Al-Quran, Abi Quraish Shihab menjelaskan lebih lanjut bahwa kedua makna tersebut dapat dikembalikan makna dasarnya kepada kedua makna sebelumnya. Makna ketiga sejalan dengan makna pertama yang menggambarkan kepuasan dengan yang sedikit sekalipun, sedang makna keempat dengan makna kedua, karena dengan adanya pernikahan (alat kelamin) dapat melahirkan banyak anak.

Makna-makna dasar tersebut dapat juga diartikan sebagai penyebab dan dampaknya, sehingga kata syukur mengisyaratkan Siapa yang merasa puas dengan sedikit maka ia akan memperoleh banyak, lebat, dan subur.

Syukur juga salah suatu bentuk ibadah kepada Allah SWT, dan ini adalah sifat dari orang yang beriman. Allah berfirman pada Quran Surat Al-Baqarah ayat 172,

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (QS. Al-Baqarah [2]: 172). [yy/republika]

Oleh Dzati Lisan Natiq

 


 

Tags: Syukur | Kufur | Qona'ah