fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


3 Ramadhan 1442  |  Kamis 15 April 2021

Suara Merdu Qari Mesir Syekh Abdul Basit Abdul Samad, Islamkan 164 Non-Muslim Uganda

Suara Merdu Qari Mesir Syekh Abdul Basit Abdul Samad, Islamkan 164 Non-Muslim Uganda

Fiqhislam.com - Keluarga ahli qiraat Alquran Mesir almarhum Syekh Abdul Basit Abdul Samad, menghadiahkan serangkaian bacaan qari tersebut kepada Radio Alquran di negara itu.

Serial bacaan ini secara resmi diberikan kepada pejabat Radio Alquran di Kairo yang dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh Alquran dan agama. Serial tersebut direkam pada 1986 di Maroko, dua tahun sebelum qari terkemuka itu wafat. Perekaman dilakukan atas permintaan raja Maroko, Hassan II. Hal ini termasuk pembacaan Alquran Abdul Basit dalam narasi Warsy ‘an-Nafi.

Abdul Basit Abdul Samad dikenal sebagai salah satu pelafal Alquran terbesar di dunia. Ia lahir pada 1927 di desa Al-Maza'iza, selatan Mesir. Kakeknya adalah seorang yang saleh, ahli Alquran dan penghafal Alquran.

Setiap pukul 10.00 pagi, Abdul Basit selesai menghafal seluruh Alquran di desanya. Dia juga belajar tujuh gaya pembacaan Alquran pada usia 12 tahun dan 10 gaya pada usia 14 tahun. Dia mulai membaca Alquran di masjid dan pusat keagamaan dan segera menjadi populer.

Pada 1951, pada usia 19 tahun, dia pergi ke ibu kota Kairo untuk pertama kalinya dan membaca ayat-ayat Alquran di Magham Zeynab. Tokoh dan qari terkenal Alquran seperti Abdul Fattah Sha'shaie, Mustafa Esmaeel, Abdul-Azim Zaher, dan Abolainain Shoaisha hadir dalam acara tersebut.

Penampilannya begitu luar biasa sehingga penonton memintanya untuk melafalkan lebih lama dari yang diberikan 10 menit oleh penontonnya. Lalu dia pun terus melafalkan selama lebih dari satu setengah jam sehingga pendengarnya dapat mengetahui penguasaan nada dan kepatuhannya pada Tajwid.

Pada tahun yang sama, dia mulai membaca Alquran di radio nasional Mesir. Abdul Basit melakukan perjalanan ke banyak negara di seluruh dunia untuk membaca Alquran.

Begitu sampai di Jakarta, Indonesia, lebih dari 250 ribu orang berkumpul di sebuah masjid dan jalan-jalan di sekitarnya untuk mendengarkan pengajiannya.

Pada 1952 dia menunaikan ibadah haji dan membaca Alquran di Masjid-al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Mendengarkan bacaan Alqurannya, banyak non-Muslim yang terinspirasi hingga akhirnya memutuskan memeluk Islam, termasuk enam orang di Los Angeles dan 164 di Uganda.

Syekh Abdul Basit Abdul Samad meninggal karena diabetes dan penyakit hati pada November 1988. Ribuan penggemarnya menghadiri pemakamannya. Pemakaman tersebut juga dihadiri duta besar negara Islam di Kairo. [yy/republika]