18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Abdurrahman bin Auf, Milyuner Dermawan yang Sukses Dunia Akhirat

Abdurrahman bin Auf ra adalah salah seorang sahabat Rosulullah Saw yang terkenal sukses dalam perniagaan, "sahabat bertangan emas". Beliau seorang milyuner di Madinah. Keberuntungan Abdurrahman ra dalam perniagaan memang sangat luar biasa. Perniagaan baginya bukan berarti rakus dan hina. Bukan pula gemar menumpuk harta atau hidup mewah dan ria! Justru itu adalah suatu amal dan tugas kewajiban yang keberhasilannya akan menambah dekatnya jiwa kepada Alloh SWT dan berqurban di jalan-Nya.

Ketika perang badar meletus, Abdurrahman bin Auf ra turut berjihad dan banyak mengorbankan hartanya untuk dakwah Islam,begitu juga dalam perang Uhud dan Tabuk. Saat perang berakhir, Abdurrahman ra mendapat hadiah sembilan luka parah menganga di tubuhnya dan dua puluh luka-luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Walupun demikian, perjuangannya di medan tempur jauh lebih kecil dibandingkan  pengorbanannya dengan harta benda. Dia tidak sedikit pun ragu mengeluarkan hartanya untuk kemurnian Islam di mayapada ini.

Pernah suatu ketika Rosululloh Saw membangkitkan semangat jihad dan pengorbanan kaum muslimin. Beliau berdiri di tengah-tengah para sahabat, seraya berdabda, "Jika kalian ada yang mau berinfak, maka berinfaklah. Saya ingin mengirim satu pasukan ke medan perang!" Mendengar seruan Rosululloh Saw, Abdurrahman ra bergegas pulang dan menyerahkan dua ribu dinar kepadanya.

Kedermawanan Abdurrahman bin Auf ra dapat juga dilihat ketika berlangsung parang Tabuk, dia turut mempelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Setelah Rosululloh Saw wafat, Abdurrahman bin Auf ra bertugas menjaga keselamatan dan kesejahteraan Ummahatul Mu'minin (para istri Rosululloh Saw) dalam menyebarkan dakwah Ahlu Sunnah wal Jama'ah, hingga ia pernah membeli sebidang tanah berharga empat ribu dinar. Dalam kesempatan inilah Alloh SWT memuliakan Abdurrahman ra dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapapun. Akhirnya, ia dikatakan oleh Rosululloh Saw termasuk salah seorang sahabat yang memiliki sifat sabar dan dijamin masuk surga dengan perlahan-lahan, karena surga sudah dekat sekali kepadanya.

Sejak saat itu, semangat Abdurrahman ra semakin memuncak dalam mengobarkan kejayaannya ke jalan Alloh SWT. Hartanya dinafkahkannya dengan kedua belah tangannya, sehingga mencapai 40.000 dirham perak. Kemudian menyusul juga 40.000 dinar emas. Sesudah itu, dia berinfak lagi 200 uqiyah emas. Lalu diserahkannya 500 ekor kuda kepada para pejuang. Sesudah itu 1.500 ekor unta untuk pejuang-pejuang yang lain.

Menjelang wafatnya, Abdurrahman bin Auf ra pun memerdekakan sejumlah besar budak yang dimilikinya. Kemudian mewasiatkan agar memberikan 400 dinar emas kepada masing-masing mantan pejuang perang Badar yang berjumlah tidak kurang dari 100 orang. Dia juga berwasiat agar memberikan hartanya yang paling mullia untuk Ummahatul Mu'minin, sehingga Aisyah sering mendo'akannya, "Semoga Alloh memberinya minum dengan minuman dari telaga Salsabil!"

Walhasil, bahwa Abdurrahman bin Auf ra adalah seorang milyuner yang sukses, disebabkan kedermawanannya mendapat kebahagiaan dan ribuan karunia dari Alloh SWT, karena dia berhasil menundukkan kepalsuan dunia, dengan mengorbankan hartanya untuk dakwah di jalan Alloh SWT, dakwah kemurnian dan kebangkitan Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

zakatinfak.com