14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Nafsu dalam Hati Bagai Benalu

Nafsu dalam Hati Bagai Benalu

Fiqhislam.com - Nafsu-nafsu yang bersarang dalam hati seperti penyakit yang berbahaya, membuat seseorang tidak mampu menggapai hidayah Allah SWT. Nafsu-nafsu dalam hati seperti benalu yang bisa membuat pohon mati. Hal ini dijelaskan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam.

"Kelezatan hawa nafsu yang bersarang di dalam hati merupakan penyakit yang sangat berbahaya." (Syekh Athaillah, Al-Hikam)

Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah mengenai nafsu yang bersarang di dalam hati bagai penyakit berbahaya.

Jangan sampai hati kamu dipenuhi oleh hawa nafsu. Jangan sampai hawa nafsu menguasai dan selalu memerintahkan kamu melakukan maksiat. Jika keadaan ini dibiarkan begitu saja maka akan menutupi cahaya hati kamu. Sehingga, kamu buta dan tidak mampu lagi menggapai hidayah Allah SWT.

Nafsu itu ibarat benalu, yang kalau dibiarkan hidup di suatu pohon maka akan merusak dan membuat pohon tersebut tidak mampu hidup lagi. Apakah kamu ingin hidup dalam kesesatan dan kemaksiatan? Sehingga kamu hanya mendapatkan kesengsaraan dalam hidup ini.

Tentu tidak ada seorang Muslim pun yang menginginkan hidup sengsara. Jadi, bersihkan hati kamu dari kuasa nafsu sehingga tidak menjadi sarang segala bentuk keburukan, seperti dendam, dengki, fitnah, dan lain sebagainya.

Jangan biarkan hati berkarat. Jika karat hati masih sedikit, mungkin mudah dibersihkan. Namun jika karat tersebut sudah lama, kamu akan sangat kesulitan membersihkannya.

"Tidak ada yang bisa mengeluarkan syahwat dari hati, kecuali rasa takut yang menggetarkan dan rasa rindu yang merisaukan." (Syekh Athaillah, Al-Hikam)

Hati yang dipenuhi oleh nafsu syahwat akan selalu mendorong pemiliknya untuk melakukan berbagai maksiat dan kejahatan. Nafsu tersebut hanya bisa diusir dengan rasa takut yang luar bisa kepada Allah SWT.

Kamu harus merasa takut ter­hadap ancaman Allah SWT dan neraka-Nya. Ingatkan selalu diri kamu bahwa jika kamu melakukan kemaksiatan dan tidak segera bertaubat kepada-Nya dengan sebenar-benarnya, maka segala kenikmatan yang kamu dapatkan di dunia ini akan dicabut dengan segera, dan api neraka yang menyala-nyala siap membakar kamu. [yy/fuji e permana/republika]