12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

Dikala Terhimpit Kesulitan maka Larilah Menuju Allah

Dikala Terhimpit Kesulitan maka Larilah Menuju Allah

Fiqhislam.com - "Maka, segeralah kembali kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata." (QS Al-Dzariat:50).

Wahai para pengingkar janji, kepada siapakan kalian berjanji? Perbaikilah kesalahanmu sebelum bertambah besar. Kalian berpaling dari-KU, padahal kelembutan-KU tak pernah berpaling darimu. Kalian berhenti mengabdi, padahal nikmat-KU tak pernah berhenti.

Maka, larilah menju Allah SWT. Dari syirik menuju tauhid, dari maksiat menuju taat, dari kelalaian menuju dzikir, dari membanggakan diri menuju karunia Allah, dari pintu makhluk-NYA menuju pintu-NYA.

Maka, berdirilah kalian di pintu-NYA. Katakanlah, "Wahai Tuhan semesta alam, Zat Yang Mahamulia, orang yang terbelenggu kedelapan berdiri di depan pintu-MU menanti rahmat dan nikmat-MU. Kebaikan adalah kepribadian-MU, hukum hanyalah milik-MU, jadikanlah ujung pencarianku adalah ridho-MU dan puncak tujuanku adalah melihat-MU. Jauhkanlah kami dari syahwat sehingga kami bisa menjumpai-MU dalam keridhoan-MU."

Sesungguhnya orang yang melakukan perjalanan menuju-NYA, maka Allah akan membantunya. Ia akan diterima dan didekatkan kepada-NYA.

Dikutip dari buku berjudul 'Terapi Menyucikan Hati' yang ditulis oleh Abd Al-Aziz Al-Darini yang diterbitkan Mizania, disebutkan, sebagian orang memiliki waktu untuk bermunanjat dan melakukan ketaatan. Namun, kemudian ketaatannya luntur. Sementara, nikmat Allah tidak pernah berubah.

Wahai yang terpisah dari orang-orang saleh di belentara kelalaian, serigala akan memangsa domba yang sendirian. Singsingkan lengan baju, kuatkan ikat penggang, jauhi kerugian berjauhan dari Tuhan. Semoga engkau bisa berkumpul dengan orang-orang saleh.

Tidakkah engkau merasa sakit karena tertinggal jauh? Tidakkah engkau menangis karena terpisah? Berdirilah di tempat orang-orang baik dan perhatikalah pengaruhnya. Kemudian katakanlah, "Wahai para kekasih, dimanakah tempat tinggalmu? Wahai orang-orang saleh, dimanakah rumahmu? Wahai para perindu, dimanakah kediamanmu?

Tidak mungkin tempat orang-orang saleh sunyi dan sepi. Tidak mungkin ibadah dapat ditutup setelah terbuka, dan tidak mungkin kening yang lama bersujud pada waktu malam tak berdebu.

Perhatikanlah! Mereka tidak tertarik kecuali pada tujuan hidupnya. Tubuh mereka sendiri pun tidak dihiraukan. Uwais Al-Qarni pernah telanjang, kemudian memakai baju robek. Bisya Al-Hafi datang dari kota Abadan dengan memakai baju sempit. Uwais Al-Qarni memungut biji kurma, kemudian menukarkannya dengan makanan untuk sarapannya. Apabila menemukan roti kering, dia menyimpannya untuk sarapan. Dia pernah memungut kain robek dari kandang anjing, kemudian mencuci dan menambalnya, lalu menjauh dari orang-orang.

Kerena itu, wahai orang yang dilemparkan ke dalam penjara, meminta tolonglah kepada yang telah memenjarakanmu. Jika enkgau melihat orang-orang yang bertaubat, ikutilah bersama mereka. Mungkin engkau akan terpengaruh oleh taubat mereka. Telah tiba saat untuk mengakhir semuannya. Segeralah selagi pintu telah terbuka, sebelum nanti tertutup kembali.

Sebab, sesunggunya mengingat derajat orang suci membuat hidup semakin bergairah. Sedangkan memikirkan perilaku orang-orang yang kering bathinnya, membuat hidup semakin keruh.

Demi Allah, penyebab kerasnya hatimu adalah karena kamu jauh dari Allah SWT. Teruslah merasa gundah dan memohon kepada-KU, walau permohonanmu telah terkabul. Sebab, apabila tidak, maka tidak akan pernah ada ketenangan.

Dzikir adalah makanan orang-orang yang mencari Tuhan. Air mata adalah puncak kesedihan. Menyendiri adalah kenikmatan orang-orang bijak. Setiap detik mereka selalu berdzikir karena cintanya kepada Allah, karena Dia adalah Zat Maha Pengasih yang mengetahui segala rahasia.

Duduklah dikegelapan malam di hadapan Tuhanmu dan berlakulah seperti bayi yang belum bisa bicara. Mulailah bermunanjat. Bangkitkan kesedihan, minta tolonglah kepada Tuhan karena Dia Maha Kuasa untuk melenyapkan segara penderitaan.

Dia Maha Mulia. Orang-orang yang berhubungan dengan-NYA dengan ketaatan akan diberi-NYA karunia berupa kenikmatan. Dia akan membiarkannya. Dia Mahagagah. Orang-orang yang melangkah munuju-NYA tidak akan mendapatkan yang pada selain diri-NYA. Dialah Raja yang dibuktikan dengan seluruh perbuatan-NYA.

Hamba-KU, segala yang engkau inginkan semata untuk kepentinganmu. Apa yang Kami inginkan, juga untuk kepentinganmu. Tapi, engkau malau menjauh dari-KU. Mengapa engkau tidak berlaku adil? Sudah kewajibanku untuk mencintaimu. Semestinya engkaupun mencintai-KU.

Menyatulah dengan-KU! Jika telah menyatu, jangan berpaling kepada yang lain. Ingatlah, siapa yang telah mengaruniaimu keimanan dan melepaskanmu dari kemusyrikan? Darimanakah keislaman, keimanan, dan keihsananmu? Jika bukan DIA, tak akan ada yang memberimu keyakinan dan keteguhan hati. [yy/republika]

Oleh Udang Bago