2 Dzulhijjah 1443  |  Sabtu 02 Juli 2022

basmalah.png

Baca Al-Quran Media Penghubung Antara Hamba dan Allah SWT?

Baca Al-Quran Media Penghubung Antara Hamba dan Allah SWT?

Fiqhislam.com - Keutamaan membaca Alquran telah banyak diungkapkan dari berbagai hadits Nabi Muhammad SAW.

Membaca Alquran bagi umat Muslim pun sejatinya adalah suatu hal yang harus disyukuri, sebab Alquran diibaratkan tambang dari langit menuju bumi yang diturunkan Allah SWT.

Pakar ilmu Alquran KH Ahsin Sakho Muhammad menjelaskan, selalu terdapat alasan konkret yang memerintahkan manusia agar terus membaca Alquran.

Sebab Alquran adalah kalamullah (firman Allah) yang diturunkan ke bumi sebagai petunjuk, pencerah, dan juga penyelamat bagi setiap hamba-Nya.

“Karena Alquran kalamullah, jadi seakan-akan Allah itu menurunkan tambang dari langit menuju ke bumi,” kata Kiai Ahsin dalam kajian live streaming, Rabu (23/12) malam.

Sehingga barang siapa yang berpegang teguh pada setiap perkataan Allah, lanjut beliau, maka dia akan selamat di dunia.

Di sisi lain, mantan rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta ini, mengatakan, dengan membaca Alquran, manusia dapat mengisi kembali nuansa spiritual di hati dan jiwanya.

Semakin banyak seseorang membaca Alquran, maka beliau menegaskan bahwa semakin kuat terhubung seorang hamba dengan Allah SWT secara energi spiritual.

Sebab nilai kesucian dari kalam yang ada di dunia yang Allah ciptakan hanyalah terletak di Alquran saja, maka memperbanyak membaca Alquran sangat melekat dengan kebaikan serta kesucian yang tertuang di dalamnya.

“Kalau sedang baca Alquran, itu ibaratnya kita sedang dicharge, rohani kita jadi hangat. Semakin banyak baca Alquran, seakan-akan kita dengan Allah akan selalu terhubung. Karena hanya satu-satunya itu saja yang mempunyai getaran spiritual, membaca Alquran,” ujarnya.

Sebab Alquran adalah suatu hal suci yang langsung diturunkan Allah (munazzal), maka patut bagi setiap Muslim untuk membacanya. Pun belum mampu untuk mengamalkan seluruh kandungan Alquran, kata beliau, maka alangkah baiknya untuk memulai kebaikan niat dengan membaca Alquran dan memahaminya terlebih dahulu. Namun jika ingin mengamalkannya sambil membaca dan memahami, hal itu jauh lebih baik. [yy/republika]

 

Baca Al-Quran Media Penghubung Antara Hamba dan Allah SWT?

Fiqhislam.com - Keutamaan membaca Alquran telah banyak diungkapkan dari berbagai hadits Nabi Muhammad SAW.

Membaca Alquran bagi umat Muslim pun sejatinya adalah suatu hal yang harus disyukuri, sebab Alquran diibaratkan tambang dari langit menuju bumi yang diturunkan Allah SWT.

Pakar ilmu Alquran KH Ahsin Sakho Muhammad menjelaskan, selalu terdapat alasan konkret yang memerintahkan manusia agar terus membaca Alquran.

Sebab Alquran adalah kalamullah (firman Allah) yang diturunkan ke bumi sebagai petunjuk, pencerah, dan juga penyelamat bagi setiap hamba-Nya.

“Karena Alquran kalamullah, jadi seakan-akan Allah itu menurunkan tambang dari langit menuju ke bumi,” kata Kiai Ahsin dalam kajian live streaming, Rabu (23/12) malam.

Sehingga barang siapa yang berpegang teguh pada setiap perkataan Allah, lanjut beliau, maka dia akan selamat di dunia.

Di sisi lain, mantan rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta ini, mengatakan, dengan membaca Alquran, manusia dapat mengisi kembali nuansa spiritual di hati dan jiwanya.

Semakin banyak seseorang membaca Alquran, maka beliau menegaskan bahwa semakin kuat terhubung seorang hamba dengan Allah SWT secara energi spiritual.

Sebab nilai kesucian dari kalam yang ada di dunia yang Allah ciptakan hanyalah terletak di Alquran saja, maka memperbanyak membaca Alquran sangat melekat dengan kebaikan serta kesucian yang tertuang di dalamnya.

“Kalau sedang baca Alquran, itu ibaratnya kita sedang dicharge, rohani kita jadi hangat. Semakin banyak baca Alquran, seakan-akan kita dengan Allah akan selalu terhubung. Karena hanya satu-satunya itu saja yang mempunyai getaran spiritual, membaca Alquran,” ujarnya.

Sebab Alquran adalah suatu hal suci yang langsung diturunkan Allah (munazzal), maka patut bagi setiap Muslim untuk membacanya. Pun belum mampu untuk mengamalkan seluruh kandungan Alquran, kata beliau, maka alangkah baiknya untuk memulai kebaikan niat dengan membaca Alquran dan memahaminya terlebih dahulu. Namun jika ingin mengamalkannya sambil membaca dan memahami, hal itu jauh lebih baik. [yy/republika]

 

Baca Al-Quran Tartil

Beda Pahala Baca Al-Quran Tartil dengan Cepat-Cepat


Fiqhislam.com - Alquran adalah suatu hal suci yang langsung diturunkan Allah (munazal). Karena itu, patut bagi setiap Muslim untuk membacanya. Bagi mereka yang belum mampu untuk mengamalkan seluruh kandungan Alquran, alangkah baiknya untuk memulai kebaikan niat mengamalkannya sambil membaca dan memahami.

Alquran sebagai sesuatu yang mulia, tentunya memiliki keistimewaan pahala tersendiri bagi umat Islam yang membacanya. Namun yang perlu diperhatikan adalah jika seseorang membaca Alquran dengan tartil, sesungguhnya pahala yang didapatkan akan berbeda dengan orang yang membaca Alquran dengan cepat-cepat.

“Kalau membaca Alquran dengan tartil, maka pahalanya itu anteub (sedikit tapi berat), namun kalau bacaannya itu cepat-cepat, dia banyak pahalanya tapi enteng-enteng,” kata KH Ashin Sakho dalam kajian live streaming, di Ahsin Sakho Center, Rabu (23/12) malam.

Maka demikian, alangkah baiknya prioritas membaca Alquran serta kualitas membaca Alquran perlu diperhatikan dengan seksama. Sebab Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadis riwayat Al-Baihaqi: “Afdhalu ibadati ummati qira-atil-Qurani.” Yang artinya: “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Alquran,”.

Di sisi lain, Kiai Ahsin Sakho menjabarkan, begitu dengan pahala orang yang membaca Alquran, orang yang mendengarkan pembacaan Alquran juga dapat diliputi rahmat. Asalkan mendengarkannya dengan baik serta tenang. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 204.Allah berfirman: “Wa idza quri-al Qur’ani fastami’u lahu wa anshitu la’allakum turhamun.” Yang artinya: “Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”

Untuk itulah, dia menjelaskan, salah satu cara untuk menghadirkan kembali Alquran dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan membaca, memahami, dan mendengarkan bacaan Alquran. Sebagai manusia, sudah sangat pasti setiap diri akan tergantung pada Alquran sebagai pengatur irama kehidupan manusia. Alquran adalah petunjuk, jika hidup tanpa itu maka manusia akan tersesat. [yy/republika]