fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

Kemuliaan yang Diberikan Rasulullah Saw. Kepada Wanita

Kemuliaan yang Diberikan Rasulullah Saw. Kepada Wanita1. Ibunda Nabi saw.
Abu Hurairah r.a. berkata: "
Rasulullah saw. pernah berziarah ke kuburan ibunya. Beliau menangis sehingga membuat orang yang di sekeliling beliau juga turut menangis, lalu beliau berkata: 'Aku memohon izin kepada Tuhanku untuk memintakan ampun bagi ibuku, tapi Dia tidak memberiku izin. Dan ketika aku memohon izin kepada-Nya untuk berziarah ke kuburan ibuku Dia memberiku izin. Karena itu, berziarahlah kalian ke kuburan, sebab hal itu bisa mengingatkan kepada kematian.'" (HR Muslim)83

2. Istri Nabi saw.
Aisyah r.a. berkata: "
Saya tidak pernah cemburu terhadap salah seorang dari para istri Nabi saw. sebagaimana cemburuku terhadap Khadijah. Saya tidak pernah melihatnya, tetapi Nabi saw. sering sekali menyebut-nyebut namanya. Terkadang beliau menyembelih kambing, lalu memotong-motongnya menjadi beberapa bagian, kemudian mengirimkannya kepada teman-teman Khadijah. Terkadang aku berkata kepada beliau: 'Seolah-olah di dunia ini tidak ada wanita selain Khadijah.' Beliau menjawab: 'Khadijah itu adalah seorang wanita yang utama, bijaksana, dan darinya aku dikaruniai anak.'" (HR Bukhari dan Muslim)84

3. Putri Nabi saw.
Miswar bin Makhramah berkata bahwa Nabi saw. bersabda: "
Fathimah itu adalah bagian dari diriku. Barangsiapa yang menjadikannya marah, berarti dia menjadikan aku marah." (HR Bukhari dan Muslim)85

Aisyah r.a. berkata: "
... lalu Fathimah datang... tatkala Rasulullah saw. melihatnya beliau menyambutnya seraya berkata: 'Selamat datang putriku.' Kemudian beliau menyuruhnya duduk di samping kanan atau di samping kiri beliau ..." (HR Bukhari dan Muslim)86

4. Cucu Wanita Nabi saw.
Abu Qatadah al-Anshari berkata bahwa
Rasulullah saw. pernah melakukan shalat sambil menggendong Umamah binti Zainab binti Rasulullah saw. Menurut keterangan Abul 'Ash bin Rabi'ah bin Abdi Syams, jika Rasulullah saw. sujud, Umamah diletakkannya, dan jika beliau berdiri, Umamah digendongnya. (HR Bukhari dan Muslim)

Benar sekali apayang dikatakan oleh ulama besar al-Fakhani: "
Tampaknya, rahasia mengapa Rasulullah saw. menggendong Umamah dalam shalat adalah untuk mengubah kebiasaan dan tradisi orang Arab yang tidak suka pada anak perempuan dan tidak mau menggendongnya. Lalu Nabi saw. meninggalkan kebiasaan mereka meskipun dalam shalat untuk lebih tegas menentang kebiasaan mereka. Keterangan dengan perbuatan lebih kuat daripada keterangan dengan perkataan."

5. Ibu Pengasuh Nabi saw.
Anas berkata bahwa
seseorang pernah menyerahkan kepada Nabi saw. hasil dari beberapa batang pohon kurma miliknya, sampai Bani Quraizhah dan Bani Nadhir berhasil ditaklukkan. Setelah itu keluargaku menyuruhku menemui Nabi saw. guna meminta apa yang pernah mereka berikan kepada beliau atau sebagiannya. Sementara Nabi saw. sendiri telah memberikan apa yang beliau terima itu kepada Ummu Aiman (pengasuh beliau). Lalu Ummu Aiman datang. Dia meletakkan kain di leherku seraya berkata: "Tidak, demi yang tidak ada tuhan selain-Nya, bagaimana mungkin beliau memberikannya kepadamu, kalau semua itu sudah beliau berikan kepadaku." Nabi saw. berusaha membujuk Ummu Aiman: "Untukmu sebanyak ini." Ummu Aiman tetap ngotot dan berkata: "Demi Allah, tidak bisa." Sehingga Nabi saw. memberikan apa yang beliau janjikan --saya kira-- sepuluh kali lipat." (HR Bukhari dan Muslim)

Kemuliaan yang diberikan Rasulullah saw. kepada Ummu Aiman mengingatkan kita pada kemuliaan yang beliau berikan kepada wanita yang pernah menyusukan beliau, yaitu Halimah as-Sa'diyah r.a.. Abu Daud mengeluarkan satu riwayat yang bersumber dari Abu Thufail bahwa dia berkata: "
Aku pernah melihat Nabi saw. sedang membagi-bagikan daging di Ji'ranah. Tiba-tiba datang seorang perempuan. Dia langsung mendekati Nabi saw. Nabi saw. membentangkan semiri/selendang beliau untuk wanita itu. Lantas wanita itu duduk di atasnya. Aku bertanya: 'Siapa wanita itu?' Para sahabat menjawab: 'Dia ini adalah ibu yang telah menyusui beliau.'"

6. Kaum Wanita Secara Umum
Anas r.a. berkata: "Nabi saw. melihat beberapa orang perempuan dan anak-anak datang dari suatu pesta perkawinan, lalu beliau berdiri menyambut kedatangan mereka. Beliau berkata:
'Ya Allah, kalian adalah termasuk golongan manusia yang paling aku senangi.' Ucapan tersebut beliau katakan sebanyak tiga kali." (HR Bukhari dan Muslim)

Anas bin Malik berkata: "
Seorang wanita kaum Anshar datang menemui Rasulullah saw. sambil menggendong bayinya. Rasulullah saw. berbincang-bincang dengannya, kemudian berkata: 'Demi yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kalian adalah orang-orang yang yang paling aku cintai.' Beliau mengulangi ucapannya dua kali." (HR Bukhari dan Muslim)92

Abu Hurairah berkata bahwa sesungguhnya seorang laki-laki hitam atau seorang wanita hitam pernah menjadi petugas kebersihan masjid. Menurut riwayat Bukhari: "
Aku tidak melihatnya selain wanita." Kemudian petugas kebersihan masjid itu meninggal. Pada suatu hari Nabi saw. menanyakannya. Para sahabat menjawab: "Dia sudah meninggal." Nabi saw. berkata: "Mengapa tidak kalian beritahukan kepadaku perihal meninggalkanya? Jika begitu, tunjukkanlah kepadaku sekarang di mana kuburannya. Setelah diberitahu, Nabi saw. mendatangi kuburan petugas kebersihan itu dan melakukan shalat di situ." (HR Bukhari dan Muslim)94

media isnet | kafemuslimah.com