<
pustaka.png
basmalah.png

Hubal: Berhala yang Pertama Kali Diletakkan di Ka'bah | Berhala Latta | Berhala Manat

Hubal: Berhala yang Pertama Kali Diletakkan di Ka'bah | Berhala Latta | Berhala Manat

Fiqhislam.com - Suatu ketika Amr bin Luhai meninggalkan Makkah menuju ke Syam untuk menyelesaikan sebagian urusannya. Ketika ia sampai di daerah Maab bagian dari Balqa’ ia melihat kaum ‘Amaliq menyembah berhala.

"Benda apakah yang aku lihat sedang kalian sembah ini?" tanya Amr kepada mereka.

"Ini adalah berhala-berhala yang kami sembah. Kami memohon hujan kepadanya kemudian ia menurunkan hujan kepada kami. Kami meminta pertolongan padanya kemudian ia menolong kami," jawabnya.

Amr berkata, "Mengapa tidak kalian memberikan satu kepadaku, akan aku bawa ke tanah Arab, nantinya orang-orang Arabakan menyembahnya?

Mereka pun memberikan sebuah berhala kepada Amr yang disebut sebagai Hubal. Lantas Amr membawanya ke Makkah, meletakkannya di sana dan menyuruh manusia untuk beribadah kepada berhala itu dan mengagungkannya.

Kisah ini disampaikan Ibnu Hisyam sebagaimaa dikutip Abu Bakar Zakaria dalam buku yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah berjudul "Sang Pionir Kesyirikan".

As-Suhaili juga menceritakan hal tak jauh beda. Namun ia mengatakan, Hubal dibawa oleh Amr bin Luhai dari daerah Hayyit yakni sebuah daerah di Jazirah kemudian meletakkannya dalam Ka'bah.

"Terlepas rujukan manakah yang benar, yang jelas bahwa yang membawa berhala ke tanah Arab adalah Amr bin Luhai," ujar Abu Bakar Zakaria.

Pada saat Amr bin Luhai membawa berhala, ia kemudian meletakkannya di tengah Ka'bah. Lantas orang-orang Quraisy menganggapnya sebagai sesembahan yang mereka ibadahi.

Ibnu al-Kalbi dan al-Alusi menuturkan, "Orang-orang Quraisy memiliki berhala-berhala di sekitar Ka'bah dan yang paling agung bagi mereka adalah Hubal."

Berhala itu terbuat dari batu akik merah dalam rupa manusia, dengan tangan kanannya yang patah. Orang-orang Quraisy menemukannya seperti itu lalu mereka membuatkan tangan dari emas.

Orang yang pertama kali meletakkannya adalah Khuzaimah bin mudrikah. Maka disebutlah Hubal Khuzaimah. Orang-orang Quraisy bersumpah di sisinya dalam urusan-urusan mereka sebagaimana disebutkan oleh pakar sejarah". [yy/sindonews]

 

Hubal: Berhala yang Pertama Kali Diletakkan di Ka'bah | Berhala Latta | Berhala Manat

Fiqhislam.com - Suatu ketika Amr bin Luhai meninggalkan Makkah menuju ke Syam untuk menyelesaikan sebagian urusannya. Ketika ia sampai di daerah Maab bagian dari Balqa’ ia melihat kaum ‘Amaliq menyembah berhala.

"Benda apakah yang aku lihat sedang kalian sembah ini?" tanya Amr kepada mereka.

"Ini adalah berhala-berhala yang kami sembah. Kami memohon hujan kepadanya kemudian ia menurunkan hujan kepada kami. Kami meminta pertolongan padanya kemudian ia menolong kami," jawabnya.

Amr berkata, "Mengapa tidak kalian memberikan satu kepadaku, akan aku bawa ke tanah Arab, nantinya orang-orang Arabakan menyembahnya?

Mereka pun memberikan sebuah berhala kepada Amr yang disebut sebagai Hubal. Lantas Amr membawanya ke Makkah, meletakkannya di sana dan menyuruh manusia untuk beribadah kepada berhala itu dan mengagungkannya.

Kisah ini disampaikan Ibnu Hisyam sebagaimaa dikutip Abu Bakar Zakaria dalam buku yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah berjudul "Sang Pionir Kesyirikan".

As-Suhaili juga menceritakan hal tak jauh beda. Namun ia mengatakan, Hubal dibawa oleh Amr bin Luhai dari daerah Hayyit yakni sebuah daerah di Jazirah kemudian meletakkannya dalam Ka'bah.

"Terlepas rujukan manakah yang benar, yang jelas bahwa yang membawa berhala ke tanah Arab adalah Amr bin Luhai," ujar Abu Bakar Zakaria.

Pada saat Amr bin Luhai membawa berhala, ia kemudian meletakkannya di tengah Ka'bah. Lantas orang-orang Quraisy menganggapnya sebagai sesembahan yang mereka ibadahi.

Ibnu al-Kalbi dan al-Alusi menuturkan, "Orang-orang Quraisy memiliki berhala-berhala di sekitar Ka'bah dan yang paling agung bagi mereka adalah Hubal."

Berhala itu terbuat dari batu akik merah dalam rupa manusia, dengan tangan kanannya yang patah. Orang-orang Quraisy menemukannya seperti itu lalu mereka membuatkan tangan dari emas.

Orang yang pertama kali meletakkannya adalah Khuzaimah bin mudrikah. Maka disebutlah Hubal Khuzaimah. Orang-orang Quraisy bersumpah di sisinya dalam urusan-urusan mereka sebagaimana disebutkan oleh pakar sejarah". [yy/sindonews]

 

Latta: Pembuat Adonan Roti bagi Jemaah Haji yang Dijadikan Berhala

Latta: Pembuat Adonan Roti bagi Jemaah Haji yang Dijadikan Berhala

Orang yang mengajari kaum Quraisy menyembah berhala Latta adalah Amr bin Luhai. Abu Bakar Zakaria dalam buku yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah berjudul "Sang Pionir Kesyirikan" mengutip as-Suhaili, menyebut Amr bin Luhai adalah Latta yang membuat adonan roti untuk jemaah haji , di atas sebuah batu yang dikenal dengan batu Latta.

Sedangkan riwayat lain menyebut orang yang membuat adonan roti dahulu berasal dari Tsaqif. Ketika orang itu meninggal, Amr mengatakan kepada orang-orang Quraisy:

"Sesungguhnya orang tersebut belum mati, akan tetapi ia masuk ke dalam batu. Kemudian ia memerintahkan mereka untuk menyembahnya, dan membangun rumah di atas batu itu. Dinamakan Laatta … Ketika orang itu mati dinamakan batu tersebut dengan Laat dengan ta’ yang ringan. Dan dijadikan sebagai berhala yang disembah".

Ibnu al-Kalbi mengatakan dan dinukil oleh Imam Ibnul Qoyyim, "Kemudian orang-orang musyrik meletakkan Laata di Thaif. Dan ia lebih baru dibandingkan Manat. Bentuknya adalah batu persegi. Juru kuncinya berasal dari Tsaqif. Orang-orang musyrik membangun rumah di atasnya. Orang-orang Quraisy dan seluruh masyarakat Arab mengagungkan berhala tersebut. Dengannya orang-orang Arab menamakan Zaid al-Laata, dan Taim al-Laata. Berada di menara Masjid Thaif sebelah kiri pada saat sekarang. Senantiasa seperti itu sampai suku Tsaqif memeluk Islam. Maka Rasulullah SAW mengutus al-Mughirah bin Syu’bah, kemudian dihancurkan lalu di bakar".

Abu Bakar Zakaria menjelaskan bahwa Amr bin Luhai adalah orang yang menyuruh masyarakat Arab untuk menyembah Laata. Rasulullah SAW menyuruk seorang sahabat yang mulia yaitu al-Mughiroh bin Syu’bah ra untuk menghancurkan berhala tersebut. [yy/sindonews]

 

Manat: Sesembahan Orang Madinah dan Syam Zaman Jahiliyah

Manat: Sesembahan Orang Madinah dan Syam Zaman Jahiliyah

Ada sebuah riwayat yang disebutkan dalam kitab Akhbaru Makkah karangan Abul Walid al-Azraqi dengan sanad yang hasan sampai kepada Ibnu Ishaq, beliau mengatakan:

"Manat berada di tepi pantai sebelah Qudaid. Berhala itulah yang dipergunakan untuk berhaji dan diagungkan oleh suku Azd dan Ghassan. Apabila mereka thawaf di Ka'bah, meninggalkan Arafah dan selesai dari Mina, mereka tidak mencukur rambut kecuali di sisi Manat.

Mereka mempersembahkan baginya, dan barangsiapa yang memberi persembahan kepadanya maka tidak thawaf di antara Shafa dan Marwah karena kedudukan dua berhala yang berada di sana, Nahika Mujawidur Riih, dan Muth’imuth Thoir.

Dahulu daerah ini menyembah Manat. Manat diperuntukan untuk suku Aus dan Khazraj dan Ghassan dari al-Azd dan orang-orang yang beragama dengan agama mereka dari kalangan orang-orang Yatsrib dan Syam. Manat menghadap kearah tepi pantai dari sisi al-Musyallal di daerah Qudaid".

Lalu Rasulullah SAW mengutus Sa’id bin ‘Ubaid al-Asyhali untuk menghancurkan berhala Manat yang ada di al-Musyallal.

Abu Bakar Zakaria dalam buku yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah berjudul "Sang Pionir Kesyirikan" menyebutkan bahwa Amr bin Luhai adalah orang yang meletakkan berhala Manat pertama kali. [yy/miftah h yusufpati/sindonews]

 

top