pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Latar Belakang dan Motivasi Invasi Yahudi

Latar Belakang dan Motivasi Invasi Yahudi


Fiqhislam.com - Kalau kita menengok sejarah yahudi, sesungguhnya mereka adalah kaum yang paling sial dan apes. Bahkan kitab suci Alquran Al-Karim berkali-kali mengutuk, melaknat dan menokohkan yahudi sebagai bangsa yang berbahaya dan bersalah.

Padahal dahulu mereka adalah kaum yang paling banyak menerima kitab suci dan paling banyak dikirimi nabi dan rasul. Dari 25 nabi dan rasul yang namanya tercantum di dalam Alquran, mayoritas adalah nabi dari keturunan yahudi. Musa, Isa, Zakaria, Daud, Sulaiman, Ya'qub, Yusuf alihimussalam adalah nabi berkebangsaan yahudi. Tetapi justru mereka adalah kaum yang paling sering dikutuk di dalam Alquran karena kedegilannya dan pembangkangan yang selalu terjadi.

Memang tidak semua orang yahudi begitu, sebagiannya ada yang beriman kepada para nabi dan menjadi orang saleh. Bahkan ketika datangnya nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sebagian dari mereka masuk Islam dan menjadi orang yang saleh. Namun kebanyakan mereka adalah para pelaku dosa, pengkhianat, pembangkang dan penjahat.

Secara psikologis, sikap mereka adalah orang yang sakit hati. Dahulu mereka over estimate dan sombong. Sampai mereka sebagai bangsa terpilih oleh tuhan. Sya'bullahi Al-Mukhtar. Mereka merasa besar sendiri karena punya banyak nabi dan kitab suci. Tetapi mereka terkecoh ketika nabi terakhir justru tidak lahir dari bangsa mereka.

Rupanya sikap ini yang justru menjerumuskan mereka. Sikap mereka besar, sombong, angkuh, congkak, dan ingin diakui sebagai yang terbesar, malah menyeret mereka ke jurang laknat dan murka Allah Ta'ala.

Secara filofis, hal yang sama juga dialami Iblis laknatullah. Bukankah dahulu dia tidak mau melakukan sujud penghormatan kepada Adam alaihissalam? Iblis merasa tidak perlu sujud kepada makhluk yang dianggapnya lebih rendah dari dirinya, lebih junior, dan dia merasa tidak selevel. Sikap inilah yang dibenci Allah, sehingga Iblis dikutuk dan diusir keluar dari surga.

Maka kutukan dari Allah kepada para yahudi adalah dijadikan kemuliaan mereka menjadi kehinaan. Allah turunkan peceklik 7 tahun lamanya sehingga mereka jadi gelandangan dan mengungsi dari Palestina ke Mesir.

Di Mesir, nasib mereka tidak lebih baik, karena para Fir'aun menjadikan mereka budak dan pekerja paksa, termasuk untuk mendirikan Piramid. Sampai ratusan tahun kemudian, Allah memberi kesempatan mereka untuk membebaskan diri dengan diutusnya nabi Musa kepada mereka.

Sayangnya kesempatan itu tidak pernah mereka manfaatkan, justru mereka membangkan kepada Musa, malah minta dibuatkan berhala anak sapi. Maka sekali lagi Allah hukum dengan dibuat tersesat di padang pasir (Tiih) selama 40 tahun lamanya. Dan setiap kali mereka masuk ke suatu negeri, mereka akan mengalami penyiksaan dan perlakuan yang berat, sebagai hukuman atas sikap dan perilaku menyimpang mereka. [yy/inilah]

 

Tags: zionis | yahudi