5 Jumadil-Awwal 1444  |  Selasa 29 Nopember 2022

basmalah.png

Apakah di Surga Ada Waktu Siang dan Malam?

Apakah di Surga Ada Waktu Siang dan Malam?

Fiqhislam.com - Terkait gambaran surga yang dijanjikan Allah SWT bagi mereka yang beramal sholeh mungkin mengundang penasaran bagi sebagian muslim. Sebetulnya, beberapa gambaran surga sudah diterangkan dalam Al Quran maupun hadits, termasuk soal adanya perbedaan waktu siang dan malam seperti di Bumi.

Berkenaan dengan ini, Imam Al Qurthuby mengacu pada firman Allah surah Maryam ayat 62 yang berbunyi,

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا اِلَّا سَلٰمًاۗ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيْهَا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali salam (ucapan kebaikan dan kedamaian). Di dalamnya mereka mendapatkan rezeki pada pagi dan petang.

Menurut penafsirannya dalam Tafsir Qurthuby, ayat di atas hendak menjelaskan bahwa surga tidak mengenal waktu siang dan malam seperti di dunia. Sebaliknya, penghuni surga hanya merasakan kondisi terang dan cerah.

"Para ulama mengatakan, tidak ada siang dan malam di surga. Yang ada hanyalah cahaya yang kekal dan abadi," demikian keterangan Al Qurthuby yang diterjemahkan Dr. Umar Sulaiman al Asygar dalam buku Ensiklopedia Kiamat.

Meski demikian, Al Qurthuby menambahkan, penghuni surga tetap dapat mengetahui perubahan waktu, seperti siang dan malam, melalui gorden-gorden ataupun pintu yang ada di surga.

"Para penghuni surga tahu kapan malam tiba karena gorden-gorden telah dipasang dan pintu-pintu ditutup, dan mereka tahu kapan siang datang karena gorden-gorden telah diangkat dan pintu-pintu terbuka," jelasnya.

Senada dengan itu, Ibnu Katsir juga berpendapat dalam Tafsir Ibnu Katsir, penghuni surga mengetahui perubahan waktu bukan berarti siang dan malam ada di surga.

"Ayat ini (surah Maryam ayat 62) menunjukkan sesuatu yang dipersamakan dengan waktu siang dan malam; tetapi tidak berarti bahwa akan ada siang dan malam di sana. Mereka mengetahui perubahan waktu dari perubahan cahaya," tulis Ibnu Katsir.

Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa Syaikh al Islam menambahkan, tidak ada Matahari dan Bulan di surga kelak. Hal ini pula yang membuat penghuni surga pun tidak mengenal siang dan malam.

Sementara, Abu Abdillah At Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dalam Nawadir Al Ushul yang diterjemahkan buku At Tadzkirah Jilid 2 karangan Imam Syamsuddin Al-Qurthubi. Diceritakan dari Al Hasan dan Abu Qilabah, ada seseorang yang pernah bertanya pada Rasulullah SAW mengenai hal ini.

Seseorang itu berkata, "Ya Rasulullah, apakah di surga ada malam?"

Rasulullah SAW kembali bertanya, "Apa yang mendorongmu menanyakan ini?"

Orang itu berkata, "Saya mendengar Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an (surah Maryam ayat 62) maka saya katakan malam itu antara pagi dan petang,"

Rasulullah SAW pun menjawab, "Di sana (surga) tidak ada malam. Yang ada hanyalah cahaya dan sinar yang datang di waktu pagi sampai sore, dan di waktu sore sampai pagi. Dan, hadiah-hadiah berharga datang kepada mereka pada saat-saat sholat seperti yang dulu mereka lakukan, sedang para malaikat mengucapkan salam kepada mereka." Wallahu'alam. [yy/rahma harbani/detik]