8 Rabiul-Awwal 1444  |  Selasa 04 Oktober 2022

basmalah.png

Rahasia Kekuatan Doa Sebagai Penyembuh

Rahasia Kekuatan Doa Sebagai Penyembuh

Fiqhislam.com - Umat Islam terbiasa memanjatkan doa dalam setiap situasi. Misalnya saja, mendoakan kemerdekaan bangsa Palestina, atau yang lebih 'sapu jagat' yakni meminta keselamatan dunia dan akhirat.

Lantas, apa rahasia dibalik kekuatan doa?Untuk mempermudah penjelasannya, konteks yang akan dikedepankan adalah kekuatan doa sebagai penyembuh. Dalam penelitian modern menunjukan doa memiliki kemampuan penyembuh melebihi kekuatan obat-obatan yang dikonsumsi untuk membawa kesembuhan.

Dalam Alquran dan Hadist disebutkan ada dua macam doa untuk kesembuhan. Pertama, doa memohon kesembuhan. Dalam Surat Al Hud ayat 153 disebutkan 'Hai orang yang beriman. Mintalah bantuan dengan ketekunan dan doa, karena Allah beserta orang yang sabar. Lalu Allah mengatakan dalam firmannya di Surat Ghafir, "Dan Tuhanmu mengatakan, Berdoalah kepada-Ku, dan Aku akan mendengarkannya".

Kedua, doa sebagai usaha menyembuhkan atau Rukyah. Usaha ini dilakukan dengan membaca ayat tertentu. Ini dilakukan, dengan tetap mengedepankan permohonan izin kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan.

Dalam teladannya, seperti disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan Bukhairi, Aisyah mengatakan, "Setiap sahabat jatuh sakit, Rasulullah Muhammad SAW menggosokan tangan kanannya kemudian berdoa "Ya Allah, berikanlah ia kesehatan, sembuhkan dia, Engkaulah Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan kecuali datangnya dari Engkau".

Dalam upaya ini, Surat Al-Fatiha merupakan bacaan yang paling umum dalam Rukyah. Para ulama merekomendasikan surat ini dengan alasan dan pertimbangan bila seorang Muslim tidak memiliki ilmu untuk mengetahui doa mana yang benar untuk menyemnbuhkan.

Meski Rukyah belum diakui sebagaimana kedokteran umum, tapi sudah dipelajari beberapa universitas di Barat. Dalam bukunya, 'Reinventing Medicine', Larry Dossey mengatakan para peneliti telah mencari tahu kekuatan doa sebagai penyembuh. Dari temuan peneliti, doa merupakan kekuatan tanpa medium seperti kabel telepon atau gelombang satelit.

Artinya, doa tidak terpengaruh ruang dan waktu namun dilakukan secara langsung. Peneliti lalu menyebut fenomena ini sebagai doa atau penyembuh lokal.

Jadi, bagaimana doa dapat menyembuhkan seseorang?, Henri Bergson, peneliti medis terkemuka menyimpulkan, pikiran tidak memerlukan medium untuk pergi kemanapun. Mekanismenya mirip seperti radio dan gelombang radio. Pada dasarnya, radio tidak menghasilkan gelombang namun hanya mendeteksi, mengirimkan, dan menyortir. Bedanya, Allah SWT punya karunia yang luar biasa kepada setiap mahluknya.

Larry Dossey, MD dalam bukunya "An internis" melihat usaha umat Islam untuk sembuh membuat masyarakat Barat perlu menirunya. Yakni menyisipkan doa ketika menangani penyakit. [yy/republika]