Fiqhislam.com - Pagi-pagi, setelah beraktivitas di dalam rumah dan sedikit menyapu halaman, saya memperhatika burung parkit dalam kandang yang cukup besar di halaman rumah. satu dari empat betina itu sedang mengerami telurnya.
Yang menjadi perhatian saya adalah kesibukan jantan yang bolak balik mengambil pakan untuk disuapkan ke paruh betina. Sesekali membersihkan bulu betinanya dengan paruhnya yang lentik.
Subhanallah, Mahabesar Allah yang telah memberikan instink kepada burung itu untuk berbagi tugas. Nampak tanggung jawab betina mengerami telurnya dan nampak pula tanggung jawab jantan menyediakan pakan dan kebersihan betinanya.
Sungguh terlau jika ada suami yang membiarkan istrinya bekerja, mengurus anak dan rumah tangga, sementara ia berleha-leha. Bukankah manusia tidak hanya diberi insting atau naluri, tetapi Allah berikan akal dan petunjuk agama yang lurus? Ia seharusnya malu oleh burung parkit.




