7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Jangan Mencintai Apapun Berlebihan, Kecuali kepada Allah SWT

Jangan Mencintai Apapun Berlebihan, Kecuali kepada Allah SWT

Fiqhislam.com - Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa manusia yang mencintai sesuatu secara berlebihan, sebenarnya menjadi budak atau hamba dari sesuatu yang dicintainya. Misalnya manusia yang mencintai harta dunia secara berlebihan sebenarnya orang tersebut menjadi budak harta dunia.

Syekh Ibnu Athaillah juga menjelaskan bahwa Allah SWT tidak suka jika manusia menjadi hamba sesuatu selain diri-Nya. Menurut Syekh Ibnu Athaillah, sudah seharusnya manusia hanya menjadi hamba Allah SWT.

"Tidaklah kamu mencintai sesuatu kecuali kamu menjadi hambanya. Allah SWT tidak suka jika kamu menjadi hamba selain-Nya." (Syekh Athaillah, Al-Hikam)

Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah mengenai seseorang yang menjadi hamba atau budak sesuatu yang dicintainya.

Jika kamu mencintai sesuatu yang tidak diperintahkan Allah SWT untuk mencintainya, maka kamu telah menyinggung hak rububiyah-Nya.

Konsekuensi mencintai sesuatu adalah menaatinya. Artinya, ketika kamu mencintai istri dengan porsi yang berlebihan, maka kamu telah menjadi budaknya. Jika kamu mencintai uang dengan berlebihan, maka kamu secara otomatis akan menjadi hamba uang.

Ketahuilah, bahwa Allah SWT tidak ingin kamu men­cintai selain-Nya. Hanya Allah SWT yang berhak kamu cintai sepenuhnya.

Sebab Allah SWT yang telah memberikan kamu kehidupan. Sehingga, kamu bisa bernapas, berjalan, berbicara, dan lain sebagainya. Allah SWT yang memberikan kamu rezeki. Sehingga, kamu bisa membeli apapun yang kamu inginkan.

Maka, bagaimana mungkin kamu mencintai se­lain Allah SWT, padahal Allah SWT yang menanggung hidup kamu. Kamu semestinya takut dengan azab dan ancaman-Nya. [yy/fuji e permana/republika]