22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Tentang Tasbih Fatimah Az-Zahra

Tentang Tasbih Fatimah Az-Zahra

Fiqhislam.com - Dalam kitab 'Fadhail A'mal' karya Maulana Muhammad Zakariya al Kandhalawi, ada kisah yang sangat penuh dengan hikmah pembelajaran tentang hidup, yakni kisah 'Tentang Tasbih Fatimah'.

Suatu ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu bertanya kepada murid-muridnya, " Maukah kalian saya ceritakan tentang Fatimah radhiyallahu'anha orang yang paling dicintai di antara puteri-puteri Rasulullah Shallalhu alaihi wa sallam?" Serentak murid-muridnya menjawab,"Tentu kami ingin sekali,"

Kemudian Ali bin Abi Thalib bercerita,“ Fatimah sering menggiling gandum dengan tangannya sendiri, sehingga menimbulkan bintik-bintik hitam menebal pada kedua telapak tangannya. Ia mengangkat air hingga berbekas pada tangan dan dadanya. Ia menyapu rumah sampai pakaiannya penuh debu. Ia selau menyalakan kayu bakar hingga warna pakaiannya berubah kotor dan bau asap.

Ketika pekerjaannya semakin sulit dan berat, aku berkata kepadanya: “Mengapa engkau tidak datang kepada Rasulullah dan meminta pelayan untuk membantu pekerjaan rumah?”. Kemudian Fatimah pergi ke hadapan Rasulullah untuk menyampaikan keinginannya. Saat itu sedang bersama seseorang dan ia malu untuk membicarakan hal itu. Lalu ia kembali ke rumah tanpa berkata apapun.

Rasulullah mengetahui tentunya kedatangan Fatimah untuk suatu keperluan. Beliau, mendatangi kami keesokan harinya. Setelah memberi salam 3 kali, Rasulullah SAW masuk ke rumah dan duduk diantara kami, kemudian berkata: “Ya Fatimah, apakah keperluanmu kepada Muhammad kemarin?” Aku menyampaikan kesulitan Fatimah dan pembicaraan tentang saran untuk meminta pelayan kepada ayahandanya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Maukah aku ajarkan apa yang lebih baik bagi kalian daripada memiliki pelayan? Ketika kalian hendak berangkat tidur, ucapkanlah Subhaanallah sebanyak 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Allahu Akbar sebanyak 34 kali. Ini lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.

Pada kesempatan itu, Fatimah berkata : “Aku ridha dengan Allah dan Rasul-Nya” sebanyak 3 kali. Sejak saat itu, Sayyidah Fatimah as selalu melaksanakan hadiah terbaik yang diajarkan ayahandanya .

Hikmah dari kisah Tasbih Fatimah

Inilah kisah kehidupan puteri Rasulullah, Nabi yang paling mulia di antara nabi. Sedangkan kita di zaman sekarang, jangankan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan pribadi pun harus dibantu oleh orang lain. Misalnya menyapu, mengepel, membersihkan WC dan lain-lain.

Menurut hadis ini, sebelum tidur hendaklah membaca zikir-zkir tersebut. Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah Shallalllahu alaihi wa sallam menasehati Fatimah agar setiap selesai salat membaca Subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Allahu Akbar 33 kali, ditambah bacaan LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR

Keutamaan tasbih Fatimah ini, secara etimology tasbih bermakna mensucikan Allah dari sifat-sifat tercela. Banyak riwayat dari Rasulullah dan para Imam yang menganjurkan bertasbih, khususnya tasbih Az-Zahra. Dalam sirah Ma’shumin, tasbih ini diajarkan kepada anak-anak sebagaimana mengajarkan salat.

Dengan kesederhanaannya, tasbih Fatimah mudah dihafalkan dan dilaksanakan. Tidak sedikit riwayat yang menunjukkan banyaknya berkah dan pengaruh tasbih ini. Wallahu A'lam. [yy/Widaningsih/sindonews]