15 Jumadil-Awwal 1444  |  Jumat 09 Desember 2022

basmalah.png

Keistimewaan Surah Al-Jumu'ah

Keistimewaan Surah Al-Jumu'ah

Fiqhislam.com - Surah Al-Jumu'ah (الجمعة) merupakan Surah yang sering dibaca oleh para Imam pada Hari Jumat. Di antara keutamaan Surah ini yaitu seruan untuk melaksanakan Shalat Jumat dan mencari rezeki yang halal.

Surah Al-Jumu'ah terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan Surah-Surah Madaniyyah diturunkan sesudah Surah Ash-Shaf. Nama Al-Jumu'ah diambil dari kata Al-Jumu'ah yang terdapat pada ayat 9 Surah ini yang artinya hari Jum'at. Secara bahasa bermakna hari perkumpulan diambil dari perkataan Al-Jumu'ah (Jama').

Keistimewaan Surah Al-Jumu'ah

Dari Ubaidillah bin Abi Rafi', mantan budak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau menceritakan, Marwan pernah menunjuk Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu untuk menjadi imam di Madinah, lalu Abu Hurairah mengimami kami Shalat Jumat. Beliau membaca Surah Al-Jumu'ah di rakaat pertama, dan membaca Surah Al-Munafiqun pada rakaat kedua.

Ketika aku ketemu Abu Hurairah, aku sampaikan kepada beliau, Anda membaca Surah yang pernah dibaca Ali bin Abi Thalib sewaktu di Kufah. Kemudian Abu Hurairah berkata:

إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ بِهِمَا

"Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca dua Surah itu." (HR Turmudzi 521)

Surah Al-Jumu'ah memiliki keutamaan dimana pada ayat 9 terdapat seruan melaksanakan Shalat Jumat. Ayat ini mewajibkan umat muslim untuk meninggalkan semua kegiatan jual beli dan segera melangkahkan kaki menuju ke masjid.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan Shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Al-Jumuah: 9)

Allah menerangkan bahwa apabila muazin mengumandangkan adzan Shalat Jumat, maka hendaklah kita meninggalkan perniagaan (urusan dunia) dan bersegera ke masjid untuk mendengarkan khutbah dan melaksanakan Shalat Jumat. Dianjurkan untuk terburu-buru, tetapi berjalan dengan tenang sebagaimana sabda Nabi berikut:

"Apabila Shalat telah diikamahkan, maka janganlah kamu mendatanginya dengan tergesa-gesa. Namun datangilah Shalat dalam keadaan berjalan biasa penuh ketenangan. Lalu, berapa rakaat yang kamu dapatkan maka ikutilah, sedangkan rakaat yang ketinggalan maka sempurnakanlah." (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

eandainya seseorang mengetahui betapa besar pahala yang akan diperoleh orang yang mengerjakan Shalat Jumat dengan baik, maka melaksanakan perintah itu lebih baik daripada jual-beli.

Perintah Mencari Rezeki yang Halal

Setelah selesai menunaikan Shalat Jumat, Allah memerintahkan umat Islam bertebaran di muka bumi untuk melaksanakan urusan duniawi, dan mencari rezeki yang halal. Berikut firman-Nya:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Apabila telah ditunaikan Shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS Al-Jumuah: 10)

Dianjurkan kepada siapa yang telah selesai Shalat Jumat membaca doa yang biasa dipanjatkan oleh Arrak bin Malik.

"Ya Allah! Sesungguhnya aku telah memenuhi panggilan-Mu, dan melaksanakan kewajiban kepada-Mu, dan bertebaran (di muka bumi) sebagaimana Engkau perintahkan kepadaku, maka anugerahkanlah kepadaku karunia-Mu. Engkaulah sebaik-baik Pemberi rezeki." (Riwayat Ibnu Abi Hatim). Wallahu A'lam. [yy/rusman h siregar/sindonews]