pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


10 Dzulqa'dah 1442  |  Minggu 20 Juni 2021

Bertasbih dengan Pahala Berlipat

Bertasbih dengan Pahala BerlipatFiqhislam.com - Dari Juwairiyah bahwa Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam keluar dari sisinya di pagi hari setelah shalat Subuh, sementara dia masih di tempat shalatnya. Kemudian Nabi kembali kepadanya di waktu Dhuha, sedang dia masih duduk. Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Kamu masih dalam keadaan seperti waktu aku meninggalkanmu?”

Dia menjawab, “Ya.”

Nabi bersabda, “Sungguh aku telah mengucapkan empat kalimat sesudahmu tiga kali. Seandainya ia ditimbang dengan apa yang kamu katakan sejak pagi, niscaya ia menandinginya, yaitu (hadis yang diriwayatkan Muslim):

Renungkan ungkapan Nabawiyah yang singkat tersebut. Berapa tambahan pahala yang didapat dalam waktu singkat? Al-Banna berkata, “Jika dia mengucapkan empat kalimat ini, masing-masing kalimat tiga kali, niscaya pahalanya lebih banyak daripada pahala tasbih (dzikir) yang diucapkannya hingga kelelahan selama rentang waktu yang panjang.”

Dari sini bisa diambil pelajaran bahwa barangsiapa mengucapkan kalimat tasbih (“Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya… seberat timbangan Arsy-Nya…”) tersebut, niscaya ditulis untuknya kadar tersebut dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang begitu luas. Ini termasuk pintu yang diberikan Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam kepada hamba-hamba Allah untuk memberi kemudahan kepada mereka dan memperbanyak pahala mereka, tanpa kesulitan dan kelelahan.

Maka, Alhamdulillah, jika Anda melelahkan diri dengan dzikir lain secara terus-menerus sepanjang hari, maka Anda tidak akan mencapai ratusan ribu kali, lebih-lebih jutaan kali. Bahkan Anda kehilangan kemaslahatan yang lain. Akan tetapi, karunia Allah datang kepada umat ini untuk membimbing kita kepada kalimat pendek, namun Allah Subhanahu wa Ta’ala menulis pahalanya tiada terhitung.

Bayangkan jumlah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala di alam raya ini. Bayangkan kebesaran planet yang dihuni oleh miliaran makhluk, mulai dari Malaikat, manusia, jin, bintang-bintang, hewan-hewan, burung-burung, ikan, serangga, pohon, pasir, mikroba, dan masih banyak lagi. Semua itu tidak mungkin ada yang menghitung. Akan tetapi Allah memberikan kebaikan sejumlah mereka jika kita mengucapkan tasbih tersebut sebanyak tiga kali.

Bagaimana bentuk dan ukuran Arsy Allah sebagai wujud meraih pahala seberat timbangannya, insya Allah perkara yang tidak terbayangkan. Dan Ibnu Zaid berkata, ayahku bercerita kepadaku bahwa ia telah mendengar Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Perbandingan ketujuh langit dengan kursi Allah, tiada lain hanyalah bagaikan tujuh keping dirham yang dilemparkan di atas perisai.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abu Syaibah, dan Baihaqi secara marfu dari Abu Dzar)

Jika jarak antara planet yang satu dengan lainnya dihitung dengan tahun cahaya dan semua itu berada di langit terdekat, maka jarak antara langit pertama dan langit kedua adalah sepanjang perjalanan selama 500 tahun, dan seterusnya sampai langit ketujuh. Setelah itu jarak antara kursi dengan langit ketujuh adalah perjalanan selama 500 tahun, dan perbandingan ketujuh langit dengan kursi adalah seperti tujuh keping dirham yang diletakkan di perisai.

Allah telah menyatakan keluasan Kursi-Nya dalam firman-Nya,

Kursi Allah meliputi langit dan bumi.” (Al-Baqarah: 255).

Perbandingan ‘Arsy dengan Kursi adalah seperti sepotong besi yang dilemparkan di padang pasir. Dari Abu Dzar berkata bahwa, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Perbandingan Kursi dengan Arsy, tiada lain hanyalah bagaikan sebuah gelang besi yang dicampakkan di tengah padang pasir.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abu Syaibah, dan Baihaqi secara marfu dari Abu Dzar)

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan keagungan-Nya dan kebesaran-Nya adalah lebih besar dari segala sesuatu. Setelah Anda merenungkan keagungan ciptaan-ciptaan Allah, khususnya Arsy maka Anda wahai saudaraku seiman, memperoleh kebaikan seberat timbangan Arsy tersebut jika Anda mengucapkan, “Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya seberat timbangan Arsy-Nya…”

Apakah Anda akan meninggalkan tasbih yang padat ini? Apakah Anda akan meninggalkan kebaikan-kebaikan besar ini? Bukankah tasbih Anda dengan kalimat-kalimat seperti ini, dengan mengulang-ulangnya, adalah lebih baik bagi Anda daripada Anda mengulang lagu-lagu atau nyanyian-nyanyian atau ucapan kotor, di mana Anda tidak sedikit pun meraih kebaikan darinya? Bahkan dosa yang Anda peroleh! Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam telah memberi kita beberapa macam tasbih, lalu mengapa kita tidak membatasi lisan kita dengannya?

Di samping pahala besar tersebut, faedah lain yang bisa kita petik dari hadist tersebut bahwa ia membantu kita merenungkan keagungan makhluk Allah dan kecilnya Bani Adam bila dibandingkan dengannya. Selanjutnya, kita bisa merenungkan kebesaran Pencipta makhluk-makhluk tersebut.

Tidak aneh kalau Allah memerintahkan agar kita bertakbir ketika adzan, di dalam shalat, dan sehabis shalat –lebih dari 280 kali dalam satu hari– agar yang selain-Nya tidak menjadi agung di dalam jiwa kita dan agar kita tidak mencari pertolongan kecuali dari-Nya.*

yy/hidayatullah
Dari buku Rahasia Umur Panjang karya Muhammad bin Ibrahim An-Nu’aim.

Amal Pembuka Pintu Rezeki

Manusia hanya dapat mengharapkan pertolongan dari Allah Azza Wa Jalla. Tidak dapat menggantungkan diri kepada makhluk. Hanya Allah Rabbul Alamin yang berhak untuk dimintai pertolongan ‘Iyyaka nasyta’in’, datangnya pertolongan itu hanyalah dari Rabb semata.

Manusia dan kelompok yang menggantungkan hidupnya kepada makhluk lainnya, pasti akan mendapatkan dirinya terjatuh ke dalam lembah kehinaan dan kesesatan belaka.

Diantara pintu yang akan mengantarkan pintu rezeki, dan menjauhkan dari kesempitan hidup adalah :

1. Membaca “La ilaha illahah”.

Barang siapa yang lambat rezekinya hendaklah banyak mengucapkan la hawla wala quwwata illa billah (HR.At-Tabrani.

2. Membaca “La ilaha illallahul malikul haqqul mubin”.

Barangsiapa yang membaca “La ilaha illallahul malikul haqqul mubin”, maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur”. (HR. Abu Nu’aim dan Ad-Dailami).

3. Melanggengkan Istighfar.

“Barangsiapa melanggengkan istighfar, niscaya Allah mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan dan memberikan dia rezeki dari arah yang tidak diduganya”. (HR.Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

4. Membaca Surah Al-Ikhlas.

“Barangsiapa yang membaca surah al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka (berkah bacaan) menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya”. (HR.Tabrani).

5. Membaca surah al-Waqi’ah

“Barangsiapa membaca surah al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup”. (HR. Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

6. Memperbanyak Shalawat atas Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam.

Ubay bin Ka’ab meriwayatkan , bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam berdiri seraya bersabda, “Wahau manusia, berzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat), pertama kemudian diiringi tiupan keuda. Akan datang kematian dan segala kesulitan yang ada di dalamnya”.

7. Membaca “Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adzhim.

..dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai diberikan untukmu sampia hari Kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu”. (HR.Al-Mustaqfiri dalam Ad-Da’wat, dinukilkan dari Ihya Ulumuddin al-Ghazali).

Sementara itu, diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ada beberapa orang musyrik yang telah berbuat maksiat dan dosa, yaitu mereka membunuh dan berzina. Maka, m ereka menghadap Rasulullah untuk bertobat. Mereka pun bertanya kepada beliau, apakah akan diterima tobat mereka? Maka, turunlah ayat ini yang menerangkan hendaknya jangan berputus asa untuk terus mencari ampunan Allah Rabbul Alamin.

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (Al-Qur’an : Az-Zummar : 53)

Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan rezeki dan melapangkan jalan hidup kaum muslimin, dan jauhkan dari jalan-jalan setan, yang selalu akan menyesatkan. Wallahu’alam.

Oleh Mashadi
yy/eramuslim