21 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 27 Oktober 2021

basmalah.png

AL JABBAAR | YANG MAHA KUASA

AL JABBAAR | YANG MAHA KUASAAL JABBAAR (Yang Maha kuasa), yang kehendak-Nya tidak dapat di ingkari, Dia-lah yang menerapkan kehendak-Nya dengan cara pemaksaan pada segala sesuatu, yang kehendak wujud-wujud lain tidak dapat mengatasi-Nya. Segala sesuatu tidak dapat lepas dari genggaman-Nya, karena tidak ada sesuatupun yang dapat memaksa-Nya.
 
Manusia disebut Jabbaar, yang kedudukannya tinggi sedemikian rupa sehingga hidup dan sikapnya memaksa manusia-manusia lain mengikutinya (watak dan perilaku), Karena memberi manfaat dia mempengaruhi, namun dia tidak dipengaruhi, dia di ikuti, namun tidak mengikuti.
 
'Dia-lah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang' [AL Hasyr:23].
 
Imam Al-Ghazali
foto madaniwallpaper.com

____________________oooOooo___________________

 
Orang-orang kafir itu membuat makar, dan Allah membalas makar mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas makar. (QS Ali Imran: 54)
 
Seringkali manusia terjebak oleh pikirannya sendiri, merasa mampu merancang segala sesuatu. Padahal tak ada kekuatan dalam diri manusia untuk menentukan sesuatu terlaksana, gagal atau tertunda. Hanya Allah, al Jabbar yang Maha Berkehendak dan Maha Memaksakan kehendak-Nya.
 
Lebih-lebih mereka yang memusuhi agama ini. Mereka merancang sejuta tipu daya, merekayasa seribu peristiwa agar kalimat Allah yang mulia menjadi ternoda. Tapi mereka lupa, bahwa alam raya seisinya hanya Dia yang  menciptakan dan hanya Dia pula yang mampu menggerakkan.
 
Musuh-musuh Allah itu boleh bermakar dengan sejuta makar, tapi Allah pun telah menyiapkan makar. Sungguh, hanya makar Allah yang sempurna dari segala makar yang ada.
 
Seorang ulama pernah melantunkan doa yang luar biasa. ”Ya Jabira kulli kasir wa ya musahhila kulli ’asir.” Wahai Yang Mengalahkan yang banyak dan Yang Memudahkan segala kesulitan. Karena memang hanya Dia yang mampu berkehendak.
 
Sungguh al Jabbar adalah tempat kita berlindungi dari segala nestapa yang ditimbulkan oleh musuh dan keadaan yang susah. Ketika kita sadar dan selalu menjaga kesadaran, bahwa hanya Dia yang mampu memutuskan dan memaksakan, tentu kita tak akan takut atas segala kejadian. Bahkan ketika sebuah peristiwa yang suram terjadi sekalipun, kita meyakini bahwa al Jabbar yang Maha Berkehendak, dan hanya atas izin-Nya semua.
 
Para ulama mengajarkan, berdzikir dengan kalimat al Jabbar di pagi hari dan petang akan melindungi pengucapnya dari penguasa yang lalim dan manusia-manusia yang zalim. Yakinlah, hanya al Jabbar yang mampu memaksakan semua kehendak dan kejadian.
 
Herry Nurdi