Fiqhislam.com - Selulit bukanlah hal aneh bagi wanita, karena 90 persen wanita mengalami kondisi ini, bahkan pada wanita yang langsing sekalipun. Sayangnya banyak info yang simpang-siur terkait kondisi ini, termasuk tentang bagaimana cara menghilangkannya.
Sebelum salah penanganan, simak dulu 15 fakta dan mitos tentang selulit seperti halnya dikutip dari ABC News, Senin (30/9/2013) berikut ini.
1. Mitos: selulit disebabkan adanya toksin dalam tubuh
Beberapa jenis produk penghilang selulit yang dijual bebas di apotek dan diklaim mampu menghilangkan kotoran dan racun dalam tubuh. Tapi klaim ini tidak didasarkan pada riset yang jelas. Selulit sebenarnya terjadi ketika timbunan lemak di bawah kulit mulai mendorong naik dan mendesak lapisan serat kolagen atau jaringan ikat.
Sebenarnya selulit juga tak hanya terjadi di bagian pantat dan paha, melainkan juga di lengan, perut dan beberapa bagian lainnya.
2. Mitos: selulit hanya terjadi pada si obes
Kelebihan berat badan hanyalah menyebabkan selulit jadi lebih mudah terlihat karena semakin banyak lemak yang ada di bawah permukaan kulit Anda, maka semakin banyak tekanan pada jaringan ikat dan menonjolkan titik-titik lemah Anda.
"Tapi nyatanya selulit tak pandang ukuran dan bentuk tubuh wanita. Kami juga menangani para model Victoria's Secret. Anda tahu mereka sangat langsing, rutin berolahraga dan makan dengan baik, namun mereka tetap mempunyai selulit," tandas Shira Ein-Dor, pemilik American Cellulite Reduction Center, New York City.
3. Mitos: latihan kardio adalah cara terbaik hilangkan selulit
Olahraga semacam lari atau latihan kardio lainnya memang bisa menurunkan berat badan. Tapi sebenarnya agar selulit benar-benar bisa hilang dan kulit Anda mulus kembali, Anda harus mengkombinasikannya dengan latihan kekuatan.
Sebuah studi dari South Shore YMCA, Quincy, Massachusetts menemukan orang dewasa yang melakukan tiga kali latihan aerobik, masing-masing 30 menit, selama 8 minggu akan kehilangan berat badan sekitar 2 kg, tapi ototnya tak terbentuk. Lain halnya ketika mereka mengkombinasikan 15 menit aerobik dan 15 menit latihan kekuatan tiga kali seminggu, lemaknya hilang 5 kg, tapi otot yang terbentuk sebesar 1 kg dan komposisi tubuhnya pun mengalami peningkatan. Dengan kata lainnya, tubuhnya terlihat lebih bagus dan selulitnya banyak yang hilang.
4. Mitos: krim pengencang kulit bisa hilangkan selulit
Apapun tulisan yang tertera di labelnya, tak ada satupun krim yang terbukti dapat menghilangkan selulit secara permanen. Kendati begitu beberapa studi pun menemukan produk-produk yang mengandung retinoid (di labelnya tertulis retinol) dapat menciptakan lapisan kulit tipis yang membantu mengkamuflase selulit untuk sementara.
5. Mitos: liposuction memperbaiki penampilan bagian tubuh berselulit seperti kaki, lengan atau perut
Liposuction (teknik bedah untuk menghilangkan selulit atau lemak di tempat-tempat tubuh di mana pasien merasa kelebihan) ini bukanlah solusi untuk orang-orang yang mengeluh punya selulit. Bahkan seringkali prosedur kosmetik seperti ini justru membuat distribusi lemak menjadi tak seimbang dan 'penampakan' selulitnya malah semakin buruk.
Namun ada sebuah prosedur non-operasi yang disebut dengan Endermologie dikatakan dapat membantu menghilangkan selulit. Selama prosedur ini berlangsung, seorang staf akan menjalankan sebuah perangkat penyedotan di atas kulit pasien, lalu menarik serta meremas titik-titik tubuh yang bermasalah dengan selulit selama 30 menit. Namun hasilnya baru bisa terlihat setelah 10 kali prosedur (dua kali perminggu) dengan biaya berkisar antara 80-150 dollar AS (Rp 928.400- Rp 1.740.750).
6. Mitos: hanya dokter kulit yang mampu mengobati selulit
Mungkin untuk konsultasi, Anda bisa memulai dengan menemui dokter kulit, toh banyak dokter kulit yang menyediakan layanan penghilangan selulit. Namun perlu diketahui jika selulit bukanlah sebuah kondisi medis, dan tak diperlukan seorang profesional medis untuk menanganinya.
Selulit dapat ditangani oleh medical spa atau spa medis yang menyediakan prosedur seperti Endermologie dan prosedur laser non-invasif. Hanya saja pastikan staf yang menangani Anda sudah memiliki ijin praktik resmi, termasuk menjalani pelatihan untuk mengoperasikan perangkat penghilang selulit yang disediakan.
7. Mitos: pakaian dapat menutupi selulit
Memakai pakaian ketat seperti legging ketika berolahraga memang mengurangi goncangan pada paha saat bergerak, tapi sebenarnya efeknya hanya bersifat sementara dan takkan terjadi perubahan apapun pasca olahraga.
Justru beberapa jenis baju ketat, misalnya karet pada underwear dapat berkontribusi terhadap munculnya selulit jika mereka menghambat atau menghentikan sirkulasi darah.
8. Fakta: wanita lebih sering terkena selulit daripada pria
Wanita cenderung lebih banyak menimbun lemak di pinggul dan pahanya. Selain itu wanita tak punya banyak jaringan ikat untuk mempertahankan lemak-lemak itu di satu tempat. Diperkirakan hanya 10 persen pria yang memiliki selulit.
9. Fakta: semakin tua selulit akan semakin memburuk
Tampaknya hormon juga memainkan peran penting dalam memunculkan selulit karena semakin bertambah usia seorang wanita, maka estrogen yang ia hasilkan juga makin sedikit. Kondisi ini berarti sirkulasi darah seseorang tak lancar, ini menandakan makin banyak selulit yang muncul.
Selain itu, penuaan menyebabkan penurunan produksi kolagen baru dan makin banyaknya jaringan ikat tua yang rusak pada wanita.
10. Fakta: punya selulit mungkin karena faktor turunan
Selulit memang kondisi yang menurun dalam keluarga, jadi jika ibu dan nenek Anda punya selulit, maka Anda berpeluang besar untuk memilikinya juga. Namun jika kebetulan Anda tidak mengalaminya, ingatlah bahwa genetika hanyalah salah satu faktor, pola makan, rutinitas berolahraga, dan upaya mempertahankan berat badan ideal juga memainkan peranan penting.
11. Fakta: olahraga dapat mengurangi 'penampakan' selulit
Olahraga rutin memang tak dapat menyembuhkan selulit, tapi aktivitas ini terbukti dapat mencegah atau mengurangi 'penampakan' selulit. Pasalnya selulit terjadi ketika jaringan ikat di bawah kulit menjadi lemah atau kehilangan elastisitas, sehingga latihan seperti stretching dan yoga bisa membantu menghilangkannya, disamping memperlancar aliran darah.
12. Fakta: konsumsi makanan tertentu bantu hilangkan selulit
Pilihan makanan tidaklah menentukan apakah Anda akan terkena selulit atau tidak, tapi mengonsumsi makanan yang seimbang dan banyak mengandung sayuran dapat mengurangi peradangan di tubuh dapat membantu mempertahankan berat badan sehat, sekaligus mengurangi selulit.
Yang tak kalah penting adalah banyak minum air dan makan makanan yang mengandung banyak air karena ini akan membantu menguatkan jaringan ikat. Di antaranya mentimun, lobak, tomat dan paprika (serta berbagai jenis buah dan sayuran lainnya) yang 90 persen mengandung air.
13. Fakta: prosedur non-invasif untuk hilangkan selulit memang efektif
Laser, teknik frekuensi radio dan pijat khusus telah terbukti selama bertahun-tahun mengurangi 'penampakan' selulit, meskipun tidak permanen.
Contoh prosedur non-invasif untuk selulit di antaranya terapi laser TriActiv dan VelaSmooth yang dapat mengurangi selulit pasca 10-15 kali sesi. Di samping itu ada juga terapi frekuensi radio Thermage CL yang jauh lebih mahal tapi selulitnya bisa hilang enam bulan hingga setahun.
14. Fakta: merokok dapat mempengaruhi selulit
Merokok telah lama diketahui dapat mengurangi aliran darah, mengganggu dan melemahkan pembentukan kolagen, hingga merenggangkan jaringan ikat sehingga mudah rusak. Hal ini tentu semakin memperbanyak selulit yang muncul.
Lagipula merokok juga dapat memperburuk penampilan Anda, karena efeknya yang mempercepat munculnya keriput dan penuaan, membuat kulit kering dan berubah warna, serta dampak negatif lainnya.
yy/health.detik.com

