4 Jumadil-Awal 1443  |  Rabu 08 Desember 2021

basmalah.png

4 Mitos Keliru tentang Tumbuh Gigi pada Bayi

4 Mitos Keliru tentang Tumbuh Gigi pada BayiFiqhislam.com - Umumnya, gigi bayi mulai tumbuh pada usia 4 bulan atau lebih. Biasanya, tumbuhnya gigi ini ditandai dengan pertambahan volume air liur, menjadi suka menggigit, hingga bangun beberapa kali tiap malam.

Bagi sebagian bayi, tumbuh gigi pertama kerap disertai dengan rasa tidak nyaman. Namun ada juga bayi yang melewati masa itu dengan cepat tanpa banyak mengalami keluhan. Berikut ini beberapa mitos tentang pertumbuhan gigi bayi yang ternyata keliru.

1. PENYEBAB DEMAM

Banyak orang tua mengaitkan demam dengan pertumbuhan gigi bayi. Faktanya, pertumbuhan gigi tidak selalu menyebabkan iritasi dan peradangan pada gusi. "Benar bahwa peradangan di mana saja dapat menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh," kata Carly Brown, dokter gigi.

Namun salah jika dikatakan tumbuh gigi menyebabkan demam. Sebuah laporan dalam jurnal Pediatrics tentang 16 studi gigi yang berbeda di delapan negara menemukan bahwa tumbuh gigi kerap disertai sedikit kenaikan suhu tubuh, tapi jarang menyebabkan demam (lebih dari 38 derajat Celsius).

2. GIGITAN PERANGSANG TUMBUH

Mainan gigitan bayi banyak tersedia di toko perlengkapan bayi dalam bentuk gel lunak. Mainan ini dianggap mempercepat pertumbuhan gigi bayi. Faktanya, tidak demikian. Bahkan para ahli menyarankan untuk tidak membelikan mainan ini bagi bayi di bawah usia 2 tahun.

Gel gigitan bayi mengandung benzocaine yang dalam kasus yang sangat jarang menyebabkan kondisi berbahaya yang disebut methemoglobinemia. Dalam kasus ini, zat berbahaya itu mempengaruhi kemampuan darah membawa oksigen dan dapat berakibat fatal. Meski beberapa dari gel ini dipasarkan sebagai produk bayi, Canada Dental Association merekomendasikan untuk tidak menggunakannya.

3. TUMBUH GIGI MENYEBALKAN

Bayi rewel, banyak ngiler, dan terbangun beberapa kali di tengah malam sebagai tanda tumbuh gigi kerap merepotkan orang tua. Namun pakar kesehatan gigi Sally Lloyd menyatakan tak semua bayi mengalami hal ini. "Kadang-kadang orang tua malah terkejut ketika mereka melihat di mulut bayi sudah ada gigi," katanya.

4. PENYEBAB RUAM POPOK

Tidak demikian, menurut para ahli. Kalaupun iya, terjadi secara kebetulan dan bertepatan dengan tumbuh gigi. American Academy of Pediatrics menyatakan tumbuh gigi tak ada kaitannya dengan ruam popok atau diare pada bayi.

Kalau ruam dengan diare, menurut para ahli tersebut, justru akan berkaitan karena cairan ekstra akibat diare kerap membuat iritasi bokong atau selangkangan bayi. Dengan demikian, bayi merasa tidak nyaman. [yy/tempo]