1 Rabiul-Awwal 1444  |  Selasa 27 September 2022

basmalah.png

Makna Sejati Qalbu dalam Al-Quran

Makna Sejati Qalbu dalam Al-Quran

Fiqhislam.com - Qalbu atau yang bisa diartikan secara harfiah sebagai hati adalah alat yang menghubungkan seseorang dengan sisi kemanusiaannya. Karena memiliki hati, manusia merasa sakit dan senang. Dengan adanya hati pula, manusia merasa sedih karena hati adalah sumber perasaan.

Imam Al-Raghib Al-Isfahani dalam kitab Gharib al-Mufradat, menjelaskan, dinamai qolb karena karena hati manusia memiliki sesuatu yang bersifat fluktuatif, naik turun. Misalnya semangat, keberanian, pengetahuan, dan sebagainya. Kata 'qolb' disebut dalam Alquran sebanyak 132 kali dalam 14 bentuk. Perinciannya:

قلب 5 ، القلب 1 ، قلبك 3 ، قلبه 8 ، قلبها 1 ، قلبي 1 ، قلبين 1 ، قلوب 15 ، القلوب 6 ، قلوبكما 1 ، قلوبكم 15 ، قلوبنا 6 ، قلوبهم 68 ، قلوبهن 1

Dalam Alquran, Allah SWT menyebut hati dengan bentuk jamak dalam Surah Al-Baqarah ayat 7: "Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat."

Surah Al-Alaq diawali dengan perintah membaca, dan diakhiri dengan perintah sujud. Dari hal ini tersimpan tiga di antara sumber ilmu, yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati. Karena gagasan-gagasan baru dihasilkan dari tiga itu.

Hati adalah tempat terbentuknya ilmu-ilmu dan pikiran manusia. Karena itu, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk menurunkan wahyu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT: "Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan." QS Asy-Syu'ara ayat 193-194)

Karena itu pula, hati sejatinya mengetahui petunjuk atau hidayah. Dengan hati tersebut, manusia dibimbing menuju ma'rifat Allah dan cahaya Islam. Kemudian Allah SWT melalui Malaikat Jibril menyampaikan ilmu kepada Rasulullah SAW, yaitu di dalam hati beliau SAW.

Makna 'hati' dalam ayat "Allah SWT telah mengunci hati mereka" (QS Al-Baqarah ayat 7), berarti bahwa tempat ilmu adalah hati. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

"Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah)..." (QS Al-A'raf ayat 179)

Atas dasar itu, iman sejatinya terdapat di dalam hati manusia. Allah SWT berfirman, "...Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya..." (QS Al Mujadalah ayat 22). [yy/umar muktar/republika]