pustaka.png.orig
basmalah.png


13 Dzulqa'dah 1442  |  Rabu 23 Juni 2021

Sejarah Hidup Muhammad Saw: Perkembangan Islam

Sejarah Hidup Muhammad Saw: Perkembangan IslamFiqhislam.com - Setelah peristiwa Hunain, selama Nabi SAW memimpin ekspedisi  ke Ta'if, Urwah bin Mas'ud—salah seorang pemimpin Tsaqif yang tinggal di kota tersebut—sedang tak ada di tempat. Ia sedang pergi ke Yaman.

Ketika ia kembali pulang dan melihat Nabi mendapat kemenangan di Tabuk dan sudah kembali ke Madinah, ia pun segera menyatakan keislamannya serta memperlihatkan betapa besar hasratnya ingin mengajak masyarakatnya untuk memeluk Islam.

Urwah bukan tidak mengenal Rasulullah dan kebesarannya. Dia termasuk salah seorang yang pernah ikut berunding mewakili Quraisy dalam perdamaian Hudaibiyah. Setelah Urwah masuk Islam dan Nabi mengetahui hasratnya hendak pergi mengajak golongannya menerima agama ini, beliau mengingatkan Urwah akan fanatisme kaumnya. Dan bagaimana mereka begitu mendewakan berhala Lat. "Urwah, mereka akan membunuh engkau," kata Rasulullah.
 
Namun, Urwah yang merasa kedudukannya cukup kuat di tengah-tengah golongannya, berkata sebaliknya, "Rasulullah, mereka mencintai saya lebih daripada  mencintai mata mereka sendiri."

Kemudian Urwah pun pergi hendak mengajak kaumnya menganut Islam. Tepat sebagaimana firasat Rasulullah waktu itu. Urwah dibunuh oleh kaumnya dengan cara dihujani anak panah.

Ketika mengembuskan nafas terakhirnya, Urwah sempat berujar, "Suatu kehormatan telah diberikan Allah kepadaku, suatu kesaksian oleh Allah telah dilimpahkan kepadaku. Yang kualami ini sama seperti yang dialami para syuhada yang berjuang di samping Rasulullah SAW sebelum meninggalkan kita."
 
Kemudian Urwah dikuburkan bersama-sama para syuhada. Namun ternyata, darah Urwah tidak mengalir sia-sia. Kabilah-kabilah yang berada di sekitar Ta'if semuanya masuk Islam, dan berhala Lat dirubuhkan.

Dengan runtuhnya berhala Lat dan masuk Islamnya Ta'if, maka seluruh Hijaz sekarang sudah menjadi Islam. Pengaruh Rasulullah kini membentang dari wilayah Romawi di utara sampai ke daerah Yaman dan Hadhramaut di selatan. Daerah-daerah selebihnya di bagian selatan jazirah ini semua sudah pula bersiap-siap hendak menggabungkan diri ke dalam agama baru ini. [yy/republika]