12 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 18 Oktober 2021

basmalah.png

Jika Tak Bisa Berbuat Baik, Jangan Berbuat Buruk

Jika Tak Bisa Berbuat Baik, Jangan Berbuat BurukFiqhislam.com - Semangatlah untuk memaksimalkan kebajikan dan meminimalkan keburukan. Nilai akhir seseorang terletak pada apa yang diperbuatnya pada manusia dan alam sekitar. Semakin banyak orang yang berbahagia dengan kehadiran kita, sungguh semakin senang Allah kepada kita. Demikianlah juga sebaliknya.

Kalaulah tak bisa mempersembahkan kebaikan, minimal jangan lakukan kejelekan. Kalaulah tak mampu memberikan manfaat kepada orang lain, paling tidak jangan tebarkan madlarat kepada orang lain. Kalaulah tak kuasa menahan lapar untuk berpuasa, paling tidak cegahlah diri dari memakan daging orang lain. Sungguh tak ada untungnya membuat susah orang lain, menjadikan sedih manusia lain dan memenderitakan orang lain.

Berbahagialah mereka yang hari-harinya dipenuhi dengan semangat melayani. Bersenanghatilah mereka yang hatinya dilembutkan untuk menyenangkan orang lain. Berdamaihatilah mereka yang geliat hidupnya adalah menebarkan kedamaian dan membangun perdamaian. Mereka ini adalah para utusan Tuhan yang bertugas mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sesungguhnya.

Panca indera dicipta untuk membantu hati membangun peradaban penuh cinta. Tataplah segala yang bisa ditatap dengan cinta, dengarlah apa yang bisa di dengar dengan pendengaran cinta, rasakan apa yang bisa dirasakan dengan perasaan cinta, ciumlah segala yang bisa dicium dengan penciuman cinta.

Di sanalah letak damai tanpa caci maki, di sanalah puncak sejahtera tanpa derita, karena semuanya menyatu dalam cinta ilahi. Teruslah berbagi dalam kebaikan dan mari kita bersama berbuat kebaikan, membangun peradaban manusia yang manusia. [yy/inilah]

Oleh KH Ahmad Imam Mawardi