fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

Perpustakaan Masjid Syekh Zayid di UEA Miliki Al-Quran Cetakan Eropa Abad 15

Perpustakaan Masjid Syekh Zayid di UEA Miliki Al-Quran Cetakan Eropa Abad 15Untuk pertama kalinya dalam sejarah masjid, Uni Emirat Arab pada hari Ahad lalu telah meresmikan perpustakaan warisan budaya Islam di menara masjid Syaikh Zayid, Abu Dhabi.

Perpustakaan masjid agung Syaikh Zayid, terletak di lantai tiga menara utara masjid, berisi 3.000 buku-buku dari berbagai disiplin budaya dan ilmiah yang berbeda dan ditulis dengan lebih dari 12 bahasa, kata Dr. Ali bin Tamim, Ketua Masjid Agung Syaikh Zayid Center .

"Pembukaan perpustakaan pusat ini bertujuan untuk mempromosikan ilmu dan pengetahuan. Ini adalah prinsip-prinsip utama di mana almarhum Syaikh Zayid bin Sultan Al Nahyan berusaha untuk menyebarkan ilmu pengetahuan di Uni Emirat Arab," kata Tamim dalam sebuah pernyataan.

Tamim menjelaskan bahwa perpustakaan berisi beberapa naskah tak ternilai dan buku langka serta Al-Quran cetakan Eropa yang ditulis antara tahun 1537 dan 1857. Jumlah total manuskrip gambar mencapai 50.679.

Selain naskah-naskah itu, Tamim mengatakan bahwa perpustakaan akan berusaha untuk melakukan pekerjaan sebanyak mungkin untuk menggali dan memelihara warisan dan peradaban Islam.

"Ini bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan dan mengembangkan budaya kontemporer dan juga untuk kepentingan memelihara warisan Arab dan Islam, serta bagian untuk kontribusi dalam kebangkitan dan pembaharuan."

Perpustakaan juga akan melakukan pekerjaan dalam menerjemahkan dan mempublikasikan berbagai penelitian Islam dan bahasa Arab dalam rangka memberikan kontribusi terhadap lembaga yang berfokus pada budaya Islam dan peradaban.

Lokasi perpustakaan, Tamim menambahkan, merupakan yang pertama dari jenisnya dan menambah pentingnya menara yang merupakan bagian integral dari arsitektur masjid.

Dengan cara ini, menara ini menggabungkan fungsi tradisional religius, selaian sebagai sarana untuk mengumumkan waktu untuk shalat, juga dapat melakukan peran budaya dan seruan untuk pengetahuan dan toleransi.

Tamim menunjukkan bahwa lokasi perpustakaan tersebut juga melambangkan ilmu pengetahuan dan telah menduduki sepanjang sejarah Islam dalam membuat perpustakaan menyerupai bentuk mercusuar yang memandu dunia menuju jalan kebenaran dan keindahan.

Tamim menyatakan bahwa perpustakaan terbuka untuk para akademisi, peneliti, dan masyarakat umum dan administrasi perpustakaan akan menawarkan jawaban untuk semua pertanyaan, baik langsung maupun melalui berbagai sarana komunikasi

Perpustakaan ini menyediakan tempat untuk membaca dan belajar dan menyediakan informasi dalam berbagai bentuk-buku, manuskrip, peta, dan sumber-sumber elektronik, kata Direktur Acara dan Kegiatan Budaya Talal al-Mazrouei.

"Layanan akan ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan, mahasiswa dan peneliti dengan ketentuan tambahan bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kebangkitan kembali warisan Islam, Mazrouei menambahkan, tidak hanya akan melalui koleksi yang tersedia di perpustakaan, tetapi juga melalui serangkaian kegiatan yang bertujuan memajukan kesadaran budaya masyarakat.

"Ini akan dilakukan melalui penyelenggaraan konferensi, seminar, ceramah, pameran dan perayaan hari besar keagamaan, nasional dan sosial."

Pertukaran pengalaman dan kunjungan dengan perpustakaan sejenis dan pusat-pusat budaya, Mazrouei mengatakan, juga akan berkontribusi ke perpustakaan yang akan menawarkan layanan terbaik dan informasi ke pengguna.

Mazrouei menunjukkan bahwa bahan pustaka diindeks menurut sistem klasifikasi Library of Congress. Perpustakaan juga meningkatkan katalog elektronik yang dapat mencari subjek oleh penulis, judul, atau topik untuk membuat layanan lebih mudah dan lebih cepat bagi para pengguna. (fq/aby/eramuslim.com)