fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


28 Sya'ban 1442  |  Sabtu 10 April 2021

Adu Domba membawa Siksa Kubur

Adu Domba membawa Siksa Kubur

Fiqhislam.com - Islam hadir untuk membawa kedamaian dan memperbaiki kehidupan yang sebelumnya di muka bumi ini. Dalam hal hubungan dengan sesama umat manusia, islam melarang keras perpecahan diantara sesama manusia dan justru mengajarkan untuk saling mencintai, menyayangi dan kasih – mengasihi dalam hal apapun dan dengan siapapun.

Maka dari itu Islam memerintahkan untuk menjauhi segala hal yang bisa menyebabkan permusuhan, pertentangan, dan perpecahan antar sesama manusia. Salah satu penyebab yang sering terjadi dikalangan masyarakat yang dapat menimbulkan perpecahan dan permusuhan tersebut adalah Namimah, atau yang biasa disebut adu domba.

Namimah adalah mengadukan perkataan seseorang kepada orang lain yang akhirnya membawa keributan dan bencana bagi kedua belah pihak. Perkataan yang diadukan tersebut adalah perihal berita atau aib seseorang yang bersifat rahasia yang akan membuat orang yang dibicarakan tersebut marah dan merasa malu. Namun ada perkecualian dimana jika berita tersebut bisa memberikan manfaat dan bisa menolak akan terjadinya kejahatan maka Islam masih memperbolehkannya.

Faktor utama seseorang bisa melakukan namimah adalah karena adanya seseorang itu menghendaki kejelekan orang yang diceritakannya, dan memiliki tujuan untuk memecahbelahkan persaudaraan diantara orang yang diadudombakannya itu. Setelah si pengadu domba berhasil mengadudombakan keduanya, maka ia mengambil keuntungan, dan hati hitamnya merasa senang dan puas atas perbuatannya.

Padahal didalam Al-Qur’an sudah tercantum jelas, bahwa terkutuklah setiap perbuatan namimah dan terancam bagi siapa saja yang melakukannya. Allah berfirman pada salah satu ayatnya : “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”. (QS. Al- Hummazah [104]:1). Allah swt. berfirman pada ayatnya yang lain :”Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,” (QS. Al-Qalam: 10-12)

Kemudian Rasullah saw. juga bersabda mengenai orang yang mengadu domba “Nammam (orang yang melakukan namimah) itu tidak akan masuk surga” (HR. Muslim). Dan beliau berwasiat pada Sayidina Ali : “Wahai Ali! Saya melihat tulisan pada pintu syurga yang berbunyi “Syurga itu diharamkan bagi setiap orang yang bakhil (kikir), orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan bagi orang yang suka mengadu domba (menghasut).

Namam adalah orang yang mendengar berita tersebut secara langsung dan kemudian menyampaikannya. Sedangkan qattat adalah orang yang mendengar berita dari sumber yang tidak jelas kemudian menyampaikannya.

Sudah terlihat jelas bahwa Allah melarang manusia untuk saling mengadu domba. Sebagai muslim sejati kita harus menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya agar hidup ini bisa berakhir dengan indah. InsyaAllah.

yy/islampos
Sumber: 1001 Siksa Alam Kubur, penulis Ust. Asan Sani ar Rafif, Jakarta, 2014, Kunci Iman.