pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


9 Dzulqa'dah 1442  |  Sabtu 19 Juni 2021

Merajut Cinta, Meraih Kemuliaan

Merajut Cinta, Meraih KemuliaanTiada yang dirindukan bagi orang-orang yang beriman kecuali bertemu kembali dengan bulan ramadhan, tamu agung  dimana Allah swt menebarkan cintaNya kepada orang-orang yang beriman. Sehingga kedatanganya selalu disambut penuh cinta dan kebahagiaan.

Dari   memperbanyak puasa dan amalan-amalan sunnah lainya hingga ungkapan penghormatan  Marhaban ya ramadhan. Siti Aisyah berkata, “Tidak pernah Rasulullah saw berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari puasanya pada bulan sya’ban, adakalanya sebulan penuh dan adakalanya hampir penuh hanya sedikit yang tidak puasa (HR. Bukhari-Muslim).

Kebahagiaan seperti itu hanya kita temukan saat menyambut datangnya ramadhan. Rasulullah pun berkhutbah secara khsusus untuk menyambutnya.  Bahkan jauh sebelum ramadhan tiba getaran-getaran rindu kepada bulan ramadhan di ungkapkan dalam lantunan doa rasulullah ”Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan”.   

Kebahagiaan orang-orang beriman menyambut datangnya ramadhan sangat beralasan karena di bulan inilah Allah swt membuka pintu-pintu cintaNya kepada orang-orang yang ingin merajutnya sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada satu malam yang terlebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikanmalam itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan." (H.R. Ahmad dan An Nasa’i)

Bagi orang-orang beriman, detik-detik Ramadhan adalah detik-detik merajut cinta kepada Allah dan  kepada sesama. Saat kita mampu menjalaninya dengan penuh iman dan pengharapan ampunan Allah maka akan mengalir ke dalam sukma kita cinta dan kasih sayang Allah berupa ampunan, ketaqwaan, kefitrahan dan kemuliaan hidup.

 

Merajut Cinta Kepada Allah

Semangat beribadah orang-orang beriman di bulan ramadhan begitu sangat tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan lain.  Beribadah di dalamnya terasa ringan dan indah. Bahkan Allah swt juga memberikan  pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini "Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya." (HR. Bukhari Muslim). Bernafas hingga tidur pun bernilai ibadah kepada Allah swt. Karena keutamaan-keutamaan inilah  sehingga  semua orang berlomba-lomba merajut cinta kepada Allah untuk meraih kemuliaan. Nah, untuk meraih kemuliaan ramadhan, amalan-amalan hamba untuk merajut cinta kepada Allah adalah sebagai berikut:

 

a. Puasa

Orang yang berpuasa  atas dasar iman dan cinta kepada Allah akan melakukannya sesuai dengan kehendak Allah swt. Yakni puasa yang tidak hanya sekedar menahan rasa lapar dan haus tetapi mengendalikan semua syahwat hawa nafsu yang mengurangi nilai puasa. Puasa yang demikian akan mensucikan jiwa yang menjadi jalan mendapatkan cinta Allah berupa derajat muttaqin.

Ketika nafsu sudah terkontrol, jiwa akan mudah terisi penuh dengan sinaran cahaya Allah SWT yang suci. Karena itu, orang berpuasa yang sukses hakikatnya ia telah meraih kebahagiaan sejati, karena telah menemukan kesuciannya kembali. Sabda Rasulullah SAW, "Orang berpuasa itu memiliki dua kebahagiaan, pertama ketika berbuka (di dunia), dan kedua kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhan di akhirat kelak." (HR Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ad-Darimi).

Ibadah berpuasa juga momentum untuk mendapatkan ampunan Allah swt: Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq ’Alaih). Apalagi di bulan ramadhan ini juga terdapat malam lailatul qadri yang beribadah di malam tersebut kebaikannya lebih baik dari seribu bulan. Sebuah kesempatan yang Allah berikan kepada kaum muslimin untuk menjadi hamba yang bertaqwa. Bahagia ketika sukses menyucikan jiwanya dengan berpuasa, dan juga bahagia ketika kesucian jiwa itulah yang mampu mempertemukannya dengan Allah SWT yang Maha Suci.

 

b. Sholat

Sholat di bulan ramadhan terasa lebih khusyuk dan nikmat karena limpahan rahmat dan kasih sayang Allah. Bahkan  pahala sholat di bulan ramadhan  akan dilipatgandakan oleh Allah swt. Sholat fardhu akan dilipat gandakan sebanyak empatpuluh kebaikan sedangkan sholat sunnah akan bernilai sholat fardhu diluar ramadhan.

Belum lagi sholat malam (tarawaih) yang jika dikerjakan dengan ikhlas akan diampuni dosa-dosanya. Sungguh, Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah puasanya dan kusunatkan shalat malamnya. Maka barangsiapa menjalankan puasa dan shalat malam pada bulan itu karena iman dan mengharap pahala, niscaya bebas dari dosa-dosa seperti saat ketika dilahirkan ibunya." (HR. An-Nasa’i)

 

c. Membaca Al Qur’an

Al Qur’an adalah surat cinta dari Allah swt kepada manusia. Membacanya akan semakin meningkatkan cinta kita kepada Allah dan Allah pun akan semakin mencintai kita. Karenanya membaca Al qur’an akan  melembutkan hati, mensucikan  qolbu menuju kemuliaan jiwa.

Keakraban  kita dengan Al Qur’an harus semakin intensif di bulan ramadhan baik membaca, menghapal, mengkaji maupun mentafakurinya al-qur’an diturunkan dan dibulan ramadhan juga malaikat jibril datang kepada rasulullah untuk mengecek bacaan al-quran sehingga ramadhan harus selalu diisi dengan cahaya al-quran baik secara bersama-sama atau bersama-sama (muraja’ah).

 

d. I’tikaf

I’tikaf merupakan ibadah  di sepuluh malam terakhir ramadhan untuk merajut cinta dan semakin mendekatkan diri kepada Allah swt.  Waktu dan pikiran hanya untuk Allah swt.  Khusyu dan penuh pengharapan dengan melupakan dunia termasuk keluarga. I’tikaf yang demikian akan melahirkan kepekaan jiwa dan ketundukan yang mendalam kepada allah.  

Jiwa yang sebelumnya selalu diisi dengan nafsu dunia dikikis dengan nur illahiyah karena orang yang beri’tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berdzikir dan berdo’a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Ia beri’tikaf dengan hatinya kepada Tuhannya, dan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada-Nya. Ia tidak memiliki keinginanlain kecuali Allah dan ridha-Nya.

 

Merajut  Cinta kepada  sesama

Ramadhan adalah bulan peduli dan bulan menebar kepedulian, merajut cinta kepada sesama dalam semangat atas dasar cinta karena Allah swt.  Cinta seperti itulah yang akan membuat kita tak pernah letih menebar kasih kepada sesama. Cinta seperti itulah yang membuat kita menempati ruang istimewa dalam hati sesama. Cinta seperti itulah yang dianugrahkan Allah SWT kepada kekasihNya, Rasulullah saw, sebagaimana yang disampaikan ’Aisyah,” Rasulullah saw adalah manusia yang paling dermawan. Dan beliau semakin dermawan saat bulan Ramadhan. Bahkan para sahabat menggambarkan kepeduliaan rasulullah dengan ungkapan ”Asro’u minal rihil mursalah” (lebih cepat jika dibandingkan dengan kecepatan angin puting beliung sekalipun).

Kecintaan kepada sesama sebagai jalan untuk meraih kemuliaan khususnya di bulan ramadhan dapat diwujudkan dalam bentuk amal-amal habliminannas seperti berzakat, memberikan makanan atau iftor shoim atau yang populer disebut ”takjil”, bentuk dari infak dan sedekah, , silaturrahim dan amal sosial lainnya.

 

a. Berzakat, infak, sedekah dan fidayah

Bersedekah atau berzakat di bulan ramadhan memiliki nilai tersendiri jika dibandingkan di bulan-bulan lain. Pasalnya, ramadhan disebut juga bulan zakat karena pada bulan ramadhan perintah zakat fitrah ditunaikan dan masyarakat terbiasa membayar zakat maalnya juga pada bulan ramadhan. Rasulullah saw sendiri  memperbanyak ibadah sedekah di bulan ramadhan baik sedekah wajib yakni zakat maupun sedekah sunnah yakni infak.  

Membayar zakat, infak dan sedekah merupakan bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus kepeduliaan kepada sesama karena dengan zakat dan infak ada sesuatu yang bergulir, ada kepedulian yang bergulir, ada simpati yang bergulir, ada kesempatan untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Zakat dan infak yang demikian sangat berguna bagi diri muzakki, karena memang demikianlah perintah zakat, untuk membawa pada pencerahan dan pembersihan diri, tapi dia juga berdampak positif untuk memunculkan empati dan simpatik pada sesama yang pada gilirannya akan menguatkan kembali silaturahmi. Apalagi di bulan ramadhan dimana setiap kebaikan dilipatgandakan oleh Allah swt. Terlebih lagi dibulan ramadhan ini diperintahkan untuk membayar zakat fitrah.

 

b. Memberi makan kepada orang yang  berpuasa.

Bentuk lain menebar kepeduliaan, merajut cinta kepada sesama memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa. Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

 

c. Silaturrahim

Bersilaturrahim dan saling memaafkan di bulan ramadhan akan mengundang datangnya cinta dan rahmat Allah swt. Bahkan meperbanyak rizqi dan memperpanjang umur: Barang siapa yang suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi. (HR.Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Bersilaturrahim sesungguhnya adalah menyambung hubungan dengan Allah, dari ‘Aisyah ra berkata, Rosulullah saw bersabda, "Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Meraih kemuliaan ramadhan

Orang-orang yang merajut cinta kepada Allah dan kepada sesama di bulan ramadhan akan mengundang datangnya kemuliaan dari Allah swt. Kemuliaan-kemuliaan tersebut diantaranya, memperoleh derajat taqwa atas puasa yang dijalaninya karena cinta Allah, ampunan atas dosa-dosa yang lalu, mendapatkan kemuliaan malam lailatul qodr, kebersihan jiwa dan keberkahan harta karena zakat yang ditunaikan  serta kefitrahan jiwa.  

Semoga Allah memberikan kesempatan dan kemudahan kepada kita memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan tahun ini sehingga berhak mendapat gelat Al Muttaqiin yakni orang-orang yang bertaqwa.

harrie.abatasa.com