20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Menjamu Bulan Ramadhan

Menjamu Bulan RamadhanFiqhislam.com - Bulan Ramadhan datang menghampiri kita setelah sebelas bulan dia diperintahkan untuk mengunjungi hamba-hamba Allah yang senantiasa gigih dan istikamah melaksanakan ibadah kepada Allah.

Bersyukurlah kepada Allah yang masih memberikan nikmat kesehatan, sehingga kita masih bisa melaksanakan berbagai rutinitas ibadah mengumpulkan pundi-pundi pahala dari setiap amal kebaikan untuk kita raih di kemudian hari. Sungguh betapa banyak hamba-hamba Allah yang merindukan ibadah di bulan Ramadhan, tapi mereka sudah terbungkus kain kafan terbaring di dalam tanah.

Sungguh banyak hamba-hamba Allah yang ingin merasakan nikmatnya shalat tarawih berjamaah, tapi mereka terbaring di rumah sakit. Dan, alangkah celakanya orang yang diberikan kesehatan tapi dia tidak diberikan kerinduan dan harapan untuk bisa melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadhan.

Seandainya kita memiliki kerabat atau sahabat yang kita rindukan kemudian dia pergi sebelas bulan lamanya, tiba waktunya dia akan kembali dan berkumpul bersama kita, maka pasti berbagai persiapan akan kita lakukan untuk menyambutnya. Begitupula bulan Ramadhan sebagai tamu yang agung bagi setiap muslim, maka sungguh setiap muslim akan mempersiapkan penyambutan terbaik untuk menyambutnya.

Oleh karena itu Nabi menganjurkan untuk berdoa “Allahuma Bariklana fi rajab wa sya’ban wa ballighna Ramadhan” (Ya Allah Ya Tuhan kami, anugerahkanlah keberkatan untuk kami pada Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami Ya Allah hingga Ramadhan (yakni panjangkan umur kami Ya Allah sehingga kami dapat bertemu dengan Ramadhan).

Dalam doa tersebut kita mengharapkan mendapat berkah pada bulan Rajab dan Sya’ban tiada lain agar kita sampai pada bulan Ramadhan dalam keadaan penuh berkah. Agar kita tidak menjadi orang-orang yang rugi karena tidak mendapat ampunan dari Allah SWT dan tidak masuk surga melalaui pintu ar Rayyan.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhaan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya.” (HR  Bukhari dan Muslim).

Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari yang melaksanakan puasa dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, sehingga kita mendapatkan anugerah yang paling agung yaitu bertemu dengan Allah Swt. Amin

 

Oleh: P Imron Nurtsani Lc

Penulis adalah sahabat Republika Online di Kairo.

Siwi Tri Puji B | republika.co.id