19 Dzulhijjah 1442  |  Kamis 29 Juli 2021

basmalah.png

Mengumandangkan 'Assholatu Tarawihi Rahimakumullah', Adakah Dalilnya?

Mengumandangkan 'Assholatu Tarawihi Rahimakumullah', Adakah Dalilnya?

Fiqihislam.com - Mengawali shalat tarawih, seringkali Bilal mengumandangkan lafaz semacam ini:

الصَّلاَةُ جَامِعَة.. الصَّلاَةُ جَامِعَة
الصَّلاَةَ التَّراَوِيْحِ رَحِمَكُمُ اللهُ

"Ashalatu Jaami'ah.. Ashalatu Jaami'ah.. Asshalatu Tarawihi rahimakumullah.."

Darimana dasar dalilnya?

Dalilnya adalah Qiyas! Di dalam kitab "القياس في العبادة" karya Syekh Rami bin Muhammad Jibrin Salhab halaman 175 dijelaskan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari metodologi Al-Qiyas dari hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Rasulullah ketika menyeru orang-orang untuk shalat sunnah, seperti shalat Khusuf, beliau menyeru dan mengumandangkan lafaz demikian:

الصَّلاَةُ جَامِعَة.. الصَّلاَةُ جَامِعَة

"Ashalatu Jaami'ah.. Ashalatu Jaami'ah"

Hal tersebut mendasari para Ulama juga menerapkan dalam memulai pelaksanaan shalat tarawih ketika orang-orang sudah berkumpul untuk melaksanakannya.

Jadi, ungkapan "Ashalatu Jaami'ah.. Ashalatu Jaami'ah" jelas bukan Bid'ah bagi orang yang paham Ushul Fiqih. Sebab hal tersebut pernah diucapkan dan diamalkan oleh Nabi Muhammad dalam konteks shalat sunnah yang lain.

Dan mengambil contoh Nabi dalam konteks yang serupa namanya Qiyas dan para ulama madzhab menyepakatinya sebagai dasar hukum syariat, baik dalam penerapan hukum ibadah maupun hukum muamalah.

Bagi yang tidak memahami landasan dasar hukum Fiqih, dipahaminya apa yang tidak pernah ada di masa Nabi merupakan Bid'ah, padahal dia lupa bahwa para imam madzhab sepakat menjadikan landasan hukum Islam itu berdasar pada 4 komponen: (1) Al-Quran (2) Hadits (3) Qiyas (4) Ijma'.

Jadi, tidak semua yang tidak ada di zaman Nabi dapat serta merta dihukumi Bid'ah. Sebab, jika semua hukum didasarkan pada apa yang pernah dan tidak pernah dilakukan Nabi, tentu ilmu Fiqih dan Tauhid pun belum dikenal istilah keilmuannya di masa Nabi. Wallahu A'lam. [yy/sindonews]

Ustaz Miftah el-Banjary

  • Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an, Pensyarah Kitab Dalail Khairat